Tirta Mahakam Jual Pabrik Rp 71,12 Miliar - Lunasi Utang Perseroan

NERACA

Jakarta - Perusahaan di sektor kehutanan PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) resmi menjual pabrik yang ada di Gresik, setelah melakukan penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli senilai Rp 71,12 miliar dengan PT Energi Baharu Lestari pada 10 September.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (15/9), perseroan menyebutkan, objek yang dijual terdiri dari tanah bangunan dan fasilitas yang berada diatasnya di Kecamatan Manyar, Gresik, yang terdiri dari sertfikat hak guna bangunan (SHGB) 135, SHGB 136 dan SHGB 901.

Rencananya, hasil penjualan pabrik ini akan dipakai untuk mengurangi utang perseroan di bank dan sebagai modal kerja pabrik perseroan di Samarinda. Tirta Mahakam Resources Tbk hingga kuartal I-2014 membukukan laba bersih sebesar Rp 43,16 miliar atau Rp 43 per saham. Laba bersih kuartal I tahun 2014 menunjukkan membaiknya kinerja dibandingkan kuartal I tahun 2013 yang membukukan rugi bersih sebesar Rp7,84 miliar atau Rp 8 per saham. Hal ini disebabkan oleh keuntungan kurs sebesar Rp 21,81 miliar.

Pendapatan perseroan mengalami kenaikan dari Rp 199,43 miliar menjadi Rp 245,14 miliar. Rinciannya penjualan kayu lapis sebesar Rp 214,55 miliar, UV Coating sebesar Rp 3,60 miliar, blockboard sebesar Rp 16,36 miliar dan polyester sebesar Rp 10,63 miliar.

Sebagai informasi, PT Tirta Mahakam Resources Tbk memiliki track record yang jelek di mata otoritas pasar modal. Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengancam memberi sanksi kepada perseroan karena melakukan public expose fiktif. "Siap-siap akan difolow up ada dua cara diberitakan perusahan Tirta lakukan public expose fiktif itu ditindak lanjuti pusat, kita minta pernyataan wartawan," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Ito Warsito.

Atas hal tersebut, Ito mengatakan akan meminta keterangan dari wartawan yang sempat menghadiri public expose fiktif tersebut. Klarifikasi guna mengetahui modus emiten tersebut telah berlaku dusta. Menurut Ito, jangan main-main dalam hal dokumen keterbukaan publik. Bahkan, dirinya sendiri akan memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut. (bani)

BERITA TERKAIT

Tagihan PDAM Tirta Bhagasasi

Kami melihat tagihan PDAM Tirta Bhagasasi di Kota Bekasi cukup mengherankan. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir (Juni dan Juli 2019)…

Manajemen Risiko Utang dan Investasi

    Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economic Universitas Prasetiya Mulya   Utang yang terus menumpuk pada pemerintahan…

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Libur Sekolah dan Lebaran - Laba Bersih ROTI Melesat Tajam 153,82%

NERACA Jakarta – Emiten produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan…

Benahi Fundamental Bisnis - KS Rencanakan Tiga Anak Usahanya Go Public

NERACA Jakarta – Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal atau go public cukup besar, namun sayangnya dari sekian…

Permintaan Obligasi Indosat Capai 1,7 Kali

NERACA Jakarta  -Aksi korporasi PT Indosat Tbk (ISAT) menerbitkan surat utang senilai total Rp 3,38 triliun yang terdiri dari obligasi…