Soal KTP Jadi Penghambat Investor Muda - Bidik Investor Potensial Akademis

NERACA

Jakarta – Membidik investor potensial pasar modal dari kalangan akademis, seperti mahasiswa dan pelajar terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melalukan sosialisasi dan edukasi. Namun sayangnya, upaya tersebut terganjal regulasi yang mengharuskan para investor muda, mencantumkan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Direktur Pengembangan BEI, Frederica Widyasari Dewi mengatakan, adanya aturan pencantuman nomor KTP tersebut sebenarnya untuk menghadang pencucian uang yang masuk pasar saham. "Jadi yang kendala itu kelengkapan KTP. Kadang-kadang itu KTP sudah ada tapi ditanya sumber dana dari mana," tutur dia, Jakarta, Senin (15/9).

Nah, untuk menghilangkan kendala tersebut, BEI mengaku telah melaporkan permasalahan tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Harapannya, akan ada jalan keluar sehingga para investor muda lebih mudah masuk ke pasar modal.

Frederica menambahkan, sejumlah insentif akan diberikan oleh BEI kepada para investor muda. Salah satunya dengan memberikan pembebasan biaya sebesar Rp 30 ribu untuk mereka yang melakukan online trading.

Kebijakan itu diberikan agar para investor dari kaum akademisi itu mendapat keringan. Pasalnya, mereka masih terbatas kemampuan finansialnya karena ditopang dari penghasilan orang tua,”Program terbaru dari akademisi dibebaskan biaya per bulan sebesar Rp 30 ribu saat online trading," kata Frederica.

Dia menerangkan, sampai saat ini jumlah investor dari kalangan akademisi atau para investor muda tersebut mencapai 7.000 orang. Dia menargetkan jumlah tersebut meningkat sampai akhir tahun jadi 10.000 investor.

Sebagai informasi, pihak BEI optimistis jika investor baru pasar modal dari kalangan akademisi bakal terus tumbuh terutama di daerah. Tercatat, selama ini jumlah investor dari akademisi mencapai 7.000 investor. Pihaknya menargetkan jumlah investor menembus 10 ribu investor hingga akhir 2014.

Kata Frederica, pertumbuhan investor terus tumbuh secara signifikan didorong dengan sosialisasi yang telah dilakukan. Bahkan, pihaknya mengklaim, pertumbuhan investor dari kalangan akademisi mencapai 100% di sejumlah daerah tertentu,”Pertumbuhan cukup signifikan justru di daerah setelah Jakarta itu Jawa Barat, Jawa Timur, Medan, Jateng dan Yogyakarta. Bahkan ada 100% itu contoh Papua, sejak kita sosialisasikan dalam satu tahun sudah mencapai 100% lebih angkanya,”ungkapnya.

Sebagai informasi, guna meningkatkan minat investasi saham di kalangan anak muda, BEI kembali menyelenggarakan olimpiade pasar modal nasional pada tahun ini untuk siswa-siswi setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Disebutkan, olimpiade pasar modal ini merupakan yang kelima kalinya diadakan otoritas pasar modal Indonesia, melalui kegiatan ini merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang.

Pengetahuan tentang pasar modal bagi siswa-siswi SMA/SMK sederajat telah menjadi kebutuhan yang sangat penting karena mereka harus mampu bersaing di era globalisasi. Oleh karena itu, olimpiade pasar modal diselenggarakan dengan harapan mampu mewadahi dan mengembangkan pengetahuan tentang industri pasar modal. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham - Siapkan Sanksi Tegas

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…

YLKI: Putusan MA Soal Taksi Daring Langkah Mundur

NERACA Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan…

Industri Tekstil Indonesia Bidik Ekspor Senilai US$14 Miliar - Sepanjang 2018

NERACA Jakarta – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa dari ekspor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…