Pelaku Pasar Menantikan Susunan Kabinet - Kepastian Bagi Laju IHSG

NERACA

Yogyakarta – Pekan ini, pemerintahan terpilih Jokowi dan Jusuf Kalla mulai menseleksi bakal calon kabinetnya, kabar ini direspon positif bagi pelaku pasar saham untuk menanti kepastian siapa saja calon menteri perekonomian pemerintahan baru kedepan. Oleh karena itu, kabar susunan kabinet memberikan sentiment terhadap laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Kata Pusat Informasi Pasar Modal Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor Riza, kepastian susunan kabinet Joko Widodo akan mempengaruhi aktivitas pasar modal mendatang,”Naik turunnya aktivitas pasar modal yang berdampak laju indeks harga saham gabungan (IHSG) masih menunggu susunan kabinet baru,”ujarnya di Yogyakarta, kemarin.

Terkait kriteria susunan kabinet baru, dirinya menilai, investor lebih menghendaki komposisi kabinet lebih didominasi oleh kalangan professional,”Harapan kami, nantinya komposisi kabinet bisa diisi dengan orang-orang yang ahli di bidangnya sehingga IHSG dapat semakin melaju dan meraih rekor tertinggi kembali,”jelasnya.

Sementara itu, meskipun sebagian investor lebih memilih melakukan "profit taking" sambil menunggu susunan kabinet baru, menurut dia, sebagian besar percaya bahwa pasca Oktober IHSG akan melesat naik. Pasalnya, banyak pelaku pasar modal menaruh harapan besar pemerintahan baru untuk merobak kebijakan yang lebih berani dan termasuk memberantas korupsi.

Dia mengungkapkan, saat ini pasar modal di DIY saat ini sedang semangat bertumbuh. Banyak masyarakat yang mulai melirik pasar modal untuk wahana investasinya, khususnya menjadi investor baru untuk saham.

Sementara ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetyantono menilai, Jokowi selama ini diyakini oleh pelaku pasar memiliki kebijakan yang propasar, serta memberikan kesempatan luas bagi aktivitas investasi,”Sekarang bisa dikatakan masih terjadi "wait and see" di kalangan investor. Mereka memang mulai mengalir masuk, namun belum dengan kekuatan penuh sembari menunggu perkembangan," kata dia.

Sebelumnya, pengamat pasar modal dari D'Origin Financial Advisory, Cynthia Nadeak pernah bilang, secara umum kondisi IHSG usai pemilihan presiden masih dalam posisi konsolidasi. IHSG bergerak naik turun dalam batas wajar sambil menunggu kepastian terbentuknya kabinet baru,”Sejatinya, di seluruh dunia pasca pemilihan presiden pasar modal akan mengalami euphoria atau honeymoon period. Ada ekspektasi terhadap pemerintahan yang baru terpilih,”paparnya.

Dirinya menjelaskan, pemerintahan saat ini masih dihadapkan pada polemik kenaikan BBM. Ini akan berlanjut pada pemerintahan selanjutnya dan kemungkinan akan sedikit membuat laju IHSG mengalami koreksi,”Polemik kenaikan harga BBM bersubsidi yang mengemuka minggu ini rasanya hanya bagian kecil PR pemerintahan sekarang maupun pemerintahan baru,”ungkapnya.

Cynthia menyakini, IHSG masih bisa bergerak ke arah positif di kisaran 5.300-5.400 hingga akhir tahun. Kalau pun terjadi koreksi, IHSG masih akan bertengger di kisaran 5.100-5.125. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Sepekan Kemarin Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52…

Manfaat Integrasi dan Pertukaran Data Perpajakan bagi DJP

Oleh: Aditya Wibisono, Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar Saat ini Kanwil…

Ketua DPR - Kritik Adalah “Vitamin" Bagi DPR

Bambang Soesatyo Ketua DPR  Kritik Adalah “Vitamin" Bagi DPR Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan bahwa kritik yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…