49 Perusahaan Batubara Dapat Rekomendasi Ekspor - Sektor Tambang

NERACA

Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan rekomendasi ekspor kepada 49 perusahaan tambang batubara. Jumlah tersebut baru sekitar 35% dari total perusahaan tambang batubara yang ada di Indonesia mencapai 147 perusahaan. Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM R.Sukhyar di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Sukhyar menjelaskan rekomendasi ekspor terhadap 49 perusahaan tersebut nantinya akan diproses untuk menjadi eksportir terdaftar yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). "Ke-49 perusahaan itu akan diproses selanjutnya oleh Kemendag," ungkap Sukhyar.

Ia memaparkan sebanyak 49 perusahaan yang diberi rekomendasi itu terdiri dari 16 perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Sisanya, pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) sudah berstatus clean and clear. "Mereka PKP2B punya hak untuk menjual batu bara. Dengan adanya kebijakan harus eksportir terdaftar, maka tetap kami proses untuk mendapatkan rekomendasi ekspornya. Untuk IUP harus clean and Clear agar kami bisa berikan rekomendasi ekspornya," kata Sukhyar.

Dia menambahkan, pemegang PKP2B hingga saat ini tidak pernah bermasalah lantara mereka terikat kontrak hanya menambang batu bara saja. Sementara, perusahaan pemegang IUP terkadang terkendala masalah kontrak karya. "Kalau kita lihat seluruh ada 73 PKP2. Ada 60 yang produksi dan sedang diurus rekomendasi ekspornya," tegasnya.

Selain itu, menurut Sukhyar, pihaknya juga sedang mengkaji penaikan royalti batu bara untuk perusahaan pemegang IUP. Besarannya bakal disamakan dengan PKP2B, yakni sebesar 13,5%. "Kita sedang lakukan penyesuaian untuk IUP. Tidak ada bedanya karena kan sama-sama batu bara. Jadi mungkin IUP akan dinaikkan."

Banyak Diekspor

Sukhyar juga menyebutkan produksi batu bara Indonesia sampai akhir tahun diprediksi bisa menembus 400 juta ton. Dari jumlah tersebut, hanya 90 juta ton yang digunakan di dalam negeri. Sedangkan sisanya atau 310 juta ton diekspor.

Ia mengungkapkan, sampai akhir Agustus ini produksi batu bara Indonesia sudah mencapai 280 juta ton. "Sampai hari ini produksi batu bara 280 juta ton sampai akhir Agustus. Seperempat dari itu (produksi sampai Agustus 280 juta ton) sekitar 56 juta untuk domestik," kata Sukhyar.

Dengan melihat realisasi besaran produksi sampai Agustus, Sukhyar optimis target produksi batu bara tahun ini bisa tercapai. "Rencananya 400 juta ton. Batas atas 420 juta batas bawah 390 juta. Prediksi kita 400. 280 itu dua per tiga dari satu tahun," tuturnya.

Meski Indonesia adalah salah satu negara pengekspor batubara terbesar di Indonesia, namun Indonesia belum mampu menentukan harga jual ekspor batubara. Seperti contoh pada produksi batubara Indonesia pada 2013 mencapai 421 juta ton. Dari realisasi produksi ini, Indonesia ekspor batubara sebanyak 349 juta ton atau sejumlah 82%. Batu bara untuk kebutuhan lokal hanya 17%. "Meskipun kita pengekspor terbesar tapi kita belum bisa menentukan harga jual sendiri," ucap Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Sherman R. Krishna.

Diakui oleh Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Milawarma, ia mengatakan harga jual batubara saat ini tiga per empat menggunakan patokan harga luar. Selama ini Indonesia hanya memiliki referensi harga batu bara untuk penyerahan langsung atau satu bulan ke depan yang mengacu kepada Indonesia Colad Index, yang dikeluarkan oleh Coalindo Energy dan Harga Batu Bara Acuan (HBA) serta Harga Pedoman Batu Bara (HPB) yang dikeluarkan pemerintah Indonesia.

Biar penentuan harga yang lebih baik, PT Bukit Asam Tbk mencatatkan produk batu baranya di pada perdagangan fisik batu bara online di Bursa Berjangka Jakarta. Dengan masuknya batu bara PTBA dalam perdagangan fisik batu bara online ini, diharapkan terbentuk referensi harga batu bara untuk penyerahan satu bulan ke depan.

Kehadiran perdagangan fisik batu bara online, diharapkan perdagangan batu bara yang umumnya dibuat dalam periode yang panjang dapat menjadi lebih akurat. Hal ini disebabkan kontrak dalam periode yang panjang tersebut menggunakan referensi harga dengan penyerahan batu bara sesuai periode kontrak yang ada. Bukan hanya berdasarkan harga batu bara dengan penyerahan saat ini atau penyerahan satu bulan ke depan, walaupun periode kontrak batu bara lebih dari satu bulan.

BBJ menyiapkan sistem online untuk memudahkan akses dari semua tempat. Mengingat bahwa konsumen batu bara kebanyakan berasal dari luar negeri. Sistem online membuat perdagangan batu bara menjadi lebih fair, transparan, dan wajar.

Mekanisme perdagangan yang digunakan BBJ adalah sama dengan lelang yang digunakan oleh balai lelang internasional, dengan perbedaan lelang BBJ dilakukan secara elektronik online, dan disesuaikan dengan perdagangan nyata batu bara di Indonesia.

Infrastruktur IT untuk menunjang perdagangan fisik batu bara online tersebut menggunakan peralatan server dan network yang handal, melengkapi perangkat lunak sebelumnya yang sudah digunakan untuk perdagangan pasar fisik online lain.

Dengan sistem perdagangan lelang batu bara secara online di JFX, akan membawa manfaat bagi industri pertambangan batu bara antara lain membantu mengatur tata niaga batu bara lebih baik lagi. Perdagangan batu bara fisik on-line JFK akan menciptakan indeks harga yang tepat, yang dapat dipercaya, kredibel dan tempat pembentukan harga yang fair.

BERITA TERKAIT

Keseriusan China Buka Produk Impor Peluang Ekspor Indonesia - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Indonesia baru saja mengakhiri keikutsertaan pameran dagang importir terbesar di dunia "The 1st China International Import Expo"…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…

PRODUKSI KERAJINAN ROTAN UNTUK EKSPOR

Perajin menganyam rotan menjadi replika kanguru untuk diekspor ke Australia di sentra kerajinan rotan Kampung Krabatan, Pakintelan, Gunungpati, Semarang, Jawa…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Riil - Kadin Berharap Pemerintah Susun Regulasi Lebih Pro Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia berharap pemerintah membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan pro dunia…

Pembenahan Regulasi Pekerja Migran Mendesak

NERACA Jakarta – Pembenahan regulasi terkait pekerja migran lebih mendesak dilakukan. Pembenahan yang penting segera dilakukan meliputi regulasi pendaftaran hingga…

Upsus Siwab Targetkan Kelahiran Sapi Hingga 3,5 Juta Ekor

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan kelahiran anak sapi hingga 3,5 juta ekor…