Awal Pekan, IHSG Masih Tren Menguat

NERACA

Jakarta – Akhir pekan kemarin, laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) banyak dihantui aksi jual dari investor asing sehingga menjadi penghambat. Meskipun demikian, indeks BEI masih ditutup di zona hijau berkat aksi beli yang dilakukan investor domestik.

Analis riset Asosiasi Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada mengatakan, penguatan indeks BEI tertopang oleh aksi beli investor yang memanfaatkan saham-saham yang telah terkoreksi pada perdagangan sebelumnya (Kamis, 11/9),”Investor domestik kembali mencatatkan beli bersih saham, sementara asing cenderung melepas," katanya di Jakarta, kemarin.

Dalam data BEI, investor asing membukukan jual bersih (nett sell) sebesar Rp776,426 miliar pada akhir pekan. Selain itu, lanjut dia, mata uang rupiah yang bergerak cukup stabil dengan kecenderungan menguat ditambah kembali menguatnya beberapa bursa saham di kawasan regional menaikkan sentimen bagi pasar saham domestik.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, aksi lepas saham oleh pelaku pasar asing mampu diredam oleh investor domestik sehingga indeks BEI mengalami penguatan,”Secara teknikal, indeks BEI masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju level batas atas di 5.187 poin," ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya memperkirakan, indeks BEI Senin awal pekan berpeluang kembali menguat. Asal tahu saja, mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin, indeks BEI ditutup menguat tipis 10,678 poin (0,21%) ke level 5.143,711. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,089 poin (0,13%) ke level 870,199.

Investor domestik mendominasi perdagangan dengan aksi beli. Sedangkan asing masih terus melepas saham. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 198.390 kali dengan volume 4,5 miliar lembar saham senilai Rp 5 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 143 turun, dan 91 saham stagnan.

Hampir semua bursa-bursa di Asai menutup akhir dengan di zona hijau, hanya bursa Hong Kong yang ketinggalan di zona merah. Investor sudah tidak lagi khawatir dengan rencana AS naikkan suku bunga. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 95.000 ke Rp 1,41 juta, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 31.500 ke Rp 416.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 26.700, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 625 ke Rp 11.275.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 250 ke Rp 15.050, Mayora (MYOR) turun Rp 225 ke Rp 29.575, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 ke Rp 10.200, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 23.350.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat tipis 9,424 poin (0,18%) ke level 5.142,457. Sementara Indeks LQ45 bertambah 2,151 poin (0,25%) ke level 871,181. Indeks sempat jatuh ke titik terendahnya hari ini di awal-awal perdagangan di level 5.127,728. Aksi beli di saham-saham konsumer menahan Indeks di zona hijau.

Saham Produsen Bir Bintang dan Angker Bir, yaitu PT Multi Bintang Tbk (MLBI) dan PT Delta Jakarta Tbk (DLTA) naik paling tinggi dan memberi poin yang cukup bagi IHSG bertahan di zona hijau. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 98.104 kali dengan volume 2,544 miliar lembar saham senilai Rp 2,405 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 124 turun, dan 83 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 110.100 ke Rp 1.43 juta, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 35.000 ke Rp 420.000, Matahari (LPPF) naik Rp 475 ke Rp 16.850, dan Mandom (TCID) naik Rp 475 ke Rp 18.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 23.300, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 ke Rp 10.200, Siloam (SILO) turun Rp 175 ke Rp 15.125, dan Inti Bangun (IBST) turun Rp 170 ke Rp 3.200.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 2,07 poin atau 0,04% menjadi 5.135,10 karena masih minimnya sentimen positif dari eksternal dan domestik, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,51 poin (0,06%) ke level 869,54,”Sentimen dari bursa regional yang cenderung mendatar membawa IHSG BEI dibuka menguat tipis, di sisi lain pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS juga bergerak terbatas," kata Analis Samuel Sekuritas, Aiza.

Dia menambahkan, sentimen eksternal dan dalam negeri belum cukup mampu menopang indeks BEI, kondisi itu akan membuat pergerakan menjadi terbatas. Namun, diharapkan saham-saham di sektor perkebunan dapat menguat menyusul penguatan harga minyak sawit mentah (CPO).

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG bergerak konsolidasi dibayangi kekhawatiran akan potensi Fed menaikkan suku bunga lebih cepat dibanding yang diekspektasikan sebelumnya.

Selain itu, lanjut dia, investor masih mengkaji dampak dari stimulus bank sentral Eropa (ECB) apakah mampu mendorong ekonomi kawasan itu yang saat ini stagnan. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 100,72 poin (0,41%) ke level 24.561,92, indeks Nikkei naik 60,94 poin (0,38%) ke level 15.970,14 dan Straits Times menguat 5,44 poin (0,16%) ke posisi 3.352,72. (bani)

BERITA TERKAIT

MAMI Prediksi Kinerja IHSG Tumbuh Signifikan - Momentum Tahun Politik

NERACA Jakarta – Pilkada serentak yang bakal di lakukan tahun depan, membuat kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar modal. Meskipun keyakinan…

Manulife Sebut Pasar Obligasi Masih Positif

  NERACA   Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memandang beberapa faktor positif dari domestik masih akan terus…

Bike for Unity’ Ajak Masyarakat Hidup Sehat - Semarak Gowes Akhir Pekan

NERACA Jakarta –  Agar tubuh bugar dan sehat kita harus aktif secara fisik dengan berolah raga. Salah satunya, yaitu dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…