PT Bukit Asam Bikin Anak Usaha Baru - Bisnis Perlengkapan Tambang

NERACA

Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendirikan anak usaha yang bergerak dalam bidang jasa pelengkap pertambangan. Pendirian anak usaha ini dilakukan perseroan selain untuk mendukung kegiatan usaha, juga diharapkan dapat memberikan kemampuan perseroan untuk melakukan pengelolaan jadwal waktu proyek serta efisiensi dari segi biaya.

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk, Joko Pramono dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, anak usaha yang didirikan perseroan bernama PT Bukit Multi Investama. Pendirian dilakukan pada 9 September 2014 di hadapan Fathiah Helmi SH.

PT Bukti Multi Investama adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan umum, jasa, percetakan, pembangunan, perindustrian, pengangkutan darat, perkebunan dan pertanian, pengelolaan hasil dan turunannya; serta bidang properti. Pemegang saham PT Bukit Multi Investama adalah perseroan dengan kepemilikan 99,86% atau 70.000 saham dan sisanya dimiliki Yayasan Keluarga Besar Bukit Asam sebanyak 100 saham atau 0,04%.

Guna menopang target penjualan tahun ini, perseroan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi saja. Namun juga memperkuat infrastruktur untuk menunjang produski. Salah satunya, perseroan akan meningkatkan kapasitas pelabuhan Tarahan dari 13 juta ton per tahun menjadi 25 juta ton per tahun. Rencananya, proyek peningkatan kapasitas pelabuhan Tarahan ditargetkan selesai pada semester II tahun 2014.

Kata Joko Pramono, jika pengembangan pelabuhan Tarahan ini selesai maka pelabuhan akan dapat disandari dua kapal sekaligus,”Dengan selesainya proyek pelabuhan Tarahan ini, jadi bisa dua kapal sekaligus yang bersandar. Dengan masing-masing kapal berkapasitas 80.000 dwt (panamax) dan kapal berkapasitas 200.000 dwt dengan memanfaatkan dermaga baru,”ujarnya.

Menurut Joko, dengan meningkatnya kapasitas pelabuhan Tarahan menjadi 25 juta ton maka total kapasitas angkutan kereta api direncanakan sudah bisa mencapai 17,9 juta ton."Dengan telah tibanya sebanyak 600 unit gerbong pada tahun 2014 ini, sampai dengan saat ini jumlah gerbong yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sudah mencapai 3.071 unit gerbong. Maka pada 2015, PT KAI sudah mampu mengangkut batu bara kami minimal 22 juta ton per tahun,”paparnya.

Dirinya menjelaskan, untuk pembangunan jalur baru transportasi batu bara dengan kereta api. Maka anak perusahaan, yaitu PT Bukit Asam Transpasific Railway (BATR) hingga saat ini masih dalam tahap restructuring pada anak perusahaan PT Bukit Asam Banko,”PT BATR sebagai operator angkutan batu bara akan mengangkut minimal 500 juta ton batu bara selama 20 tahun dengan kapasitas angkutan sebesar 25 juta ton per tahun. Saat ini proyek masih dalam tahap persiapan pembebasan lahan pelabuhan dan jalur kereta api,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Kurang Tidur Bikin Kepandaian Menurun

Kurang tidur tak cuma berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, tapi juga pada nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada kalangan mahasiswa. Hal…

Regulator Terus Dorong Usaha Mikro Terapkan Usaha E-Commerce - Niaga Online

NERACA Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) turut membangun dan menggerakkan…

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru NERACA Sukabumi - Ketua Badan Musyawarah (Banmus)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perkuat Bisnis Digital - Astra Hadirkan Tiga Platform Digital

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengembangkan bisnis digital diwujudkan dengan mendirikan usaha dibidang fintech. Memanfaatkan pertumbuhan…

Antam Mulai Operasikan Pabrik di Tayan

Memanfaatkan sisa di akhir tahun 2018, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam terus mengoptimalkan produksi dan menggenjot penjualan…

Lepas 22,57% Saham Ke Publik - Darmi Bersaudara Bidik Dana IPO Rp 22 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public…