Saham BRMS Masuk Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy mengatakan, transaksi perdagangan saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) dalam pengawasan BEI karena mengalami peningkatan harga dan aktivitas saham di luar kebiasaan periode sebelumnya atau unusual market activity (UMA).

Merespon hal tersebut, Irvan meminta investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan, dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan yang belum mendapatkan RUPS. Dijelaskan, pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjuk adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Asal tahu saja, tahun ini PT Bumi Resources Minerals Tbk menganggarkan belanja modal atau capital expenditure/capex sebesar US$ 60 juta atau sekitar Rp720 miliar (kurs Rp12.000) pada tahun ini. Direktur Keuangan PT Bumi Resources Minerals Tbk, Fuad Helmy mengatakan, belanja modal perseroan tahun ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pertambangan mineral di PT Dairi Prima Mineral dan PT Citra Palu Minerals,”Kebutuhan dana tahun ini, Dairy Prima butuh pre-infarstruktur sekitar US$10 juta-20 juta. Kemudian untuk Gorantalo, kita mau meningkatkan kita punya report level US$30-35 juta. Sedangkan Citra Palu butuh US$ 5-8 juta," ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sumber dana untuk belanja modal tahun ini berasal dari strategic partnership, project finance serta aliran dana masuk atau cash flow,”Mereka bisa masuk dalam partnership, mungkin project finance, pembayaran dari cash flow dari project tersebut, semuanya di project travel,”paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham Berkah Prima Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Mengalami peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi perdagangan saham PT Berkah…

Rencanakan Go Private - BEI Minta Klarifikasi Manajemen SCBD

NERACA Jakarta- Niatan PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) untuk go private, direspon langsung oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan…

Lagi, BEI Suspensi Saham Trikomsel Oke

NERACA Jakarta – Selang sehari sahamnya di perdagangankan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara atau suspensi saham PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…