Investasi Jangka Panjang PGN Untuk Energi Bersih - Mengurangi Ketergantungan BBM

NERACA

Jakarta – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selalu menjadi pro dan kontra pada pemerintahan di Indonesia, hal ini sangat beralasan karena terus membengkaknya anggaran subsidi BBM dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) seiring dengan konsumsinya yang terus meningkat. Kondisi berbalik dari produksi minyak dalam negeri yang justru sebaliknya berkurang.

Maka penggunaan energi baru dan terbarukan menjadi kebutuhan dan tuntutan, agar terhindar dari jebolnya APBN karena hanya mengandalkan BBM. Indonesia memiliki banyak potensi energi alternatif untuk menunjuang laju pertumbuhan ekonomi dan industri, salah satunya penggunaan gas bumi. Saat ini, penggunaan energi gas bumi menjadi pilihan tepat menggantikan BBM bersubisi.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebagai pemain dan berpengalaman dalam distribusi dan pengelolaan gas bumi, maka peran strategis berada di pundaknya untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, guna mensukseskan transformasi energi dari BBM ke gas, PGN akan terus meningkatkan produksi gas untuk mengurangi pemakaian BBM.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan, pihaknya sudah merumuskan untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM dan termasuk impor elpiji di Indonesia. Ya kebutuhan gas elpiji juga mempengaruhi kebutuhan masyarakat kelas bawah, apalagi ibu rumah tangga. Maka tidak heran, disaat kenaikan gas elpiji dirasakan sangat memukul, “Bagaimana PGN punya pemilikiran untuk atasi soal ini kebutuhan gas di masyarakat dan ketergantungan pada gas elpiji sudah banyak rumusannya dan harus didetilkan,”ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9).

Dia menjelaskan, selama ini Indonesia selalu mengimpor elpiji untuk kebutuhan masyarakat Indonesia dikarenakan produk gas dalam negeri belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia, “Karena elpiji di dalam negeri tidak bisa ditingkatkan lagi. Elpiji dalam negeri hanya terpenuhi 40% dari kebutuhan, sehingga perlu kita impor lagi secara besar-besaran,”katanya.

Bahkan, Dahlan menyakini, peran strategis PGN mampu membantu negara dalam hal mengurangi pemakaian BBM dan gas elpiji. Merespon harapan besar yang diberikan kepada PGN, manajemen PGN terus melakukan transformasi dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan energi yang efisien, ramah lingkungan dan aman.

Optimalkan Infrastruktur

Salah satu yang tengah di lakukan perseroan adalah meningkatkan infrastruktur distribusi gas dan termasuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) untuk modal transportasi umum.Bahkan rencananya, perseroan tahun depan bakal membangun 16 unit SPBG di wilayah DKI Jakarta.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Hendi Prio Santoso mengatakan, investasi proyek tersebut mencapai US$32 juta atau setara dengan sekitar Rp374 miliar. Dirinya menegaskan, pihaknya mendukung program pemerintah dalam konversi BBG untuk transportasi,”Tentunya kami kedepannya tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan pemerintah dan kerja sama seluruh stakeholder untuk penggunaan BBG yang lebih ekonomis, aman dan ramah lingkungan,”ujarnya.

Belum lama ini, perseroan meluncurkan program PGN Sayang Ibu yang merupakan program pemasangan satu juta sambungan gas rumah tangga di seluruh Indonesia. Kata Hendi, program PGN Sayang Ibu diluncurkan untuk mempercepat penyaluran gas bumi ke rumah tangga. “Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemanfaatan gas bumi merupakan solusi yang paling tepat. Sebagai energi baik, gas bumi sangat aman, murah dan ramah lingkungan, sangat cocok untuk energi keluarga Indonesia,”tuturnya.

Hingga saat ini, PGN telah membangun 6000 km pipa gas bumi di berbagai wilayah di Indonesia dan memiliki lebih dari 91.000 pelanggan. PGN juga telah membangun infrastruktur gas bumi lainnya seperti Floating Storage Regatification Unit (FSRU) dan Mobile Refueling Unit (MRU) untuk mendukung konversi BBM ke gas bumi bagi industri dan sektor transportasi. Tiga MRU ditargetkan dapat beroperasi di DKI Jakarta.

Selain itu, PGN juga tengah menyelesaikan pembangunan FSRU di Lampung untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, komersial dan rumah tangga di wilayah tersebut. Pembangunan FSRU ini ditargetkan selesai tahun 2014 dan mulai beroperasi di awal tahun 2015. FSRU Lampung tersebut akan mendapatkan alokasi gas sebanyak 18 kargo yang dimulai tahun 2016.

Sementara pembangunan pipa gas Cikande-Bitung sepanjang 30 km proses konstruksinya lebih dari 90%. Pipa gas ini merupakan bagian dari proyek South Sumatera West Java (SSWJ) tahap I. Melalui pembangunan pipa ini diharapkan akses industri di wilayah Banten untuk mendapatkan gas bumi akan lebih mudah.

Disamping itu, tahun ini perseroan menggelontorkan investasi Rp 260 miliar untuk ekspansi penyebaran gas melalui pembangunan 16 SPBG. Dari total 16 SPBG yang direncanakan, 12 di antaranya akan dibangun di Jawa Barat, 3 di Jawa Timur, serta 1 SPBG di Riau. Bahkan ntuk memperkuat jaminan pasokan gas bumi nasional, PGN melalui anak perusahaannya yaitu Saka Energi Indonesia (SEI) juga melakukan serangkaian aksi korporasi dengan membeli blok-blok migas dari perusahaan asing untuk meningkatkan ketersediaan pasokan gas bumi nasional. (bani)

BERITA TERKAIT

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar - Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan NERACA Jakarta…

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…

Laba Bersih Tower Bersama Turun 4,10%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak laba bersih yang didistrisbusikan kepada entitas induk di kuartal III 2018 sebesar Rp…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…