Pasar Modal Terus Menyakinkan Investor - Menjamin Kemudahan di Bursa

NERACA

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus melakukan rangkaian sosialisasi ke setiap daerah agar paradigma mengenai investasi di pasar modal dapat semakin diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Menurut Kepala Divisi Project Management Office Teknologi Informasi BEI Andre P J Toelle, saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami mudahnya bertransaksi di pasar modal Indonesia,”Padahal, pasar modal adalah salah satu sarana investasi yang dapat menjawab kebutuhan investor akan keamanan dalam berinvestasi sekaligus berpotensi menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan produk investasi lainnya dengan modal awal yang cukup terjangkau," kata dia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Secara statistik, rata-rata tingkat imbal hasil investasi di pasar saham dan produk turunannya masih yang tertinggi dibandingkan produk investasi lainnya seperti obligasi pemerintah, emas, dan deposito dalam rentang waktu dari tahun 2010 sampai dengan 5 September 2014.

Rata-rata tingkat imbal hasil dari investasi di pasar saham sebesar 16,85% atau dua kali lipat dibandingkan keuntungan dari investasi di obligasi pemerintah dan deposito serta tiga kali lipat lebih besar dibandingkan keuntungan dari investasi di produk sektor komoditas, emas.

Dia menjelaskan, bertransaksi saham dan obligasi di BEI juga sudah terjamin aman, nyaman, serta halal. Oleh karena itu, dirinya menegaskan, investor tidak perlu khawatir tentang dana investasinya karena semua sarana dan prasarana yang dapat menunjang keamanan investor dalam bertransaksi telah dibangun dan terus dikembangkan oleh BEI, KPEI, dan KSEI. Selain itu, dengan didukung oleh infrastruktur yang handal menjadikan transaksi di Bursa Efek Indonesia semakin teratur, wajar, dan efisien.

Adapun salah satu cara sosialisasi kepada masyarakat adalah dengan menggelar workshop wartawan. Melalui workshop, diharapkan media lokal dapat menjadi media partner dalam menyebarluaskan informasi mengenai pasar modal termasuk pengenalan fungsi dan peran lembaga-lembaga otoritas pasar modal, pengembangan infrastruktur di pasar modal, dan keamanan berinvestasi di BEI. Para wartawan yang menghadiri workshop ini juga diharapkan dapat memiliki pengetahuan yang komprehensif mengenai industri pasar modal secara keseluruhan. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenperin Beri Masukan Kebijakan KITE Bagi IKM - Kemudahan Impor Tujuan Ekspor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengusulkan beberapa langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan…

KOTA SUKABUMI - Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan

KOTA SUKABUMI Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan  NERACA Sukabumi - Proses pembuatan e-katalog yang dilakukan oleh Bagian Barang dan jasa…

KOTA SUKABUMI - Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan

KOTA SUKABUMI Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan  NERACA Sukabumi - Proses pembuatan e-katalog yang dilakukan oleh Bagian Barang dan jasa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…