Perluasan TPSA Cikundul, Warga Minta Kompensasi - Kota Sukabumi, Jawa Barat

NERACA

Sukabumi - Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zain, menerima perwakilan warga RW 06 Kampung Pangkalan, Kelurahan Situ Mekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat terkait rencana pemerintah kota memperluas lahan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cikundul yang berlokasi tidak jauh dari pemukiman warga.

“Sebenarnya masyarakat ingin menutup TPSA tersebut karena berbagai dampak seperti bau tak sedap. Namun mengingat sudah tidak ada lagi lahan dan untuk kepentingan bersama kami datang untuk membicarakannya terkait kompensasi seperti apa yang harus diterima warga nantinya,” ujar salah satu perwakilan warga, Rozab Asyari, di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/9).

Rozab juga menjelaskan warga menginginkan pemerintah kota memberikan harga yang sesuai apabila pemda ingin membeli tanah warga untuk perluasan TPSA. Pasalnya, tanah yang akan dibeli oleh pemkot merupakan tanah warisan yang sudah diwakafkan kepada ahli waris turunan dari Abah Ondang.

“Pemda membutuhkan lahan untuk perluasan sekitar 9.000 meter, sedangkan lahan yang dimiliki masyarakat sekitar 6.000 meter,” katanya. Dikatakannya lagi, ke depan, uang hasil penjualan tanah tersebut akan dibelikan lagi tanah untuk kepentingan masyarakat. Selain harga yang sesuai, warga juga meminta pemerintah untuk lebih baik lagi dalam pengelolaan sampah di TPSA sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat bau sampah yang menyengat.

Begitu menyengatnya bau sampah di TPSA Cikundul, menyebabkan warga yang bermukim di daerah perkampungan sekitarseperti, Kibitay, Tegal Jambu, Santiong serta Jeruk Nyelap juga terkena imbasnya. “Kami menuntut konpensasi lainnya dari pemda seperti di buatkan sumur artesis untuk mengatasi kekeringan, serta klinik pengobatan bagi warga dan menuntut BPJS non iuran,” tegas Rozab.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zein menambahkan, warga yang bermukim didekat TPSA Cikundul sepakat untuk diserahkan ke pemda dengan sistem dibeli sesuai harga yang pantas.“Hasil penjualan tanah tersebut dibelikan lagi untuk lahan yang lebih representatif. Jadi gayung bersambut, masyarakat punya keinginan dan pemkot butuh tanah,” tandasnya. [arya]

BERITA TERKAIT

Presiden Minta Menteri Antisipasi Dampak Kekeringan

    NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan para menteri kabinet kerja untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang terjadi…

Disnakertrans Kota Sukabumi Gembleng Ratusan Pencaker

Disnakertrans Kota Sukabumi Gembleng Ratusan Pencaker NERACA Sukabumi - Sebanyak 100 orang pencari kerja (Pencaker) diberikan pelatihan keterampilan oleh Dinas…

Ritel Kota Tangerang Diajak Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

Ritel Kota Tangerang Diajak Kurangi Penggunaan Kantong Plastik NERACA Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengeluarkan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Tingkatkan Kualitas SDM, Inovasi Goyang Gayo Pemkab Gianyar menuju TOP 45 Sinovik 2019

Tingkatkan Kualitas SDM, Inovasi Goyang Gayo Pemkab Gianyar menuju TOP 45 Sinovik 2019 NERACA Gianyar, Bali - Mewujudkan sumber daya…

Rai Mantra Raih Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha Dari Presiden RI

Rai Mantra Raih Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha Dari Presiden RI  NERACA Jakarta - Keberhasilan Pemerintah Kota…

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar  NERACA  Jakarta – Kepala Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya…