Hingga Agustus, Inflasi Capai 3,55% - Kota Sukabumi, Jawa Barat

NERACA

Sukabumi - Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Sukabumi menilai perkembangan inflasi di daerahnya mencapai 3,55% hingga Agustus 2014. Sementara penyumbang inflasi tertinggi terjadi dikelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 23,64%. Kemudian disusul oleh sektor makanan besar sebesar 23,25% dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,99%.

Sedangkan diluar kelompok tersebut seperti transportasi dan jasa keuangan secara keseluruhan di bawah 14%,” ujar Sekretaris TPID Kota Sukabumi, Cecep Mansyur, usai melakukan rapat koordinasi di ruang pertemuan Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/9).

Lebih lanjut Cecep menjelaskan, perhitungan perkembangan inflasi tersebut belum dihitung dengan adanya kenaikan gas elpiji 12 kilogram yang mencapai harga Rp112 ribu. “Inflasi di bulan Agustus yang mencapai 3,55% tersebut belum dihitung dengan naiknya gas elpiji 12 kilogram yang sebesar 30%,” jelasnya.

Cecep mengatakan, dalam rapat yang digelar kali ini, pihaknya bersama anggota TPID lainnya juga membahas tentang rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang bisa nantinya menjadi penyumbang inflasi. Pasalnya, kenaikan BBM secara tidak langsung akan mempengaruhi terhadap inflasi.

Dia mencontohkan sektor transportasi, di mana ketika terjadi kenaikan BBM maka ongkos transportasi pun akan mengalami kenaikan, begitu juga dengan sektor lainnya. “Makanya Pemkot Sukabumi melalui rapat TPID ini untuk mengantisipasi agar nilai inflasi tidak tinggi. Ya, maksimal di bawah angka 6%,” katanya.

Apalagi, tambah dia, Kota Sukabumi merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang nilai inflasinya langsung dipantau oleh Bank Indonesia.”Selain sudah membentuk TPID, perputaran dan peredaran keuangannya sangat tinggi bila dibandingkan dengan kota-kota lainnya,” ujar Cecep.

Sementara, berdasarkan pantauan pantauan Indek Harga Satuan (IHK) di Jawa Barat periode Januari-Juni 2014. Kota Sukabumi merupakan penyumbang inflasi tertinggi yang mencapai 0,48 %, sedangkan kota lainnya yaitu Kota Bekasi inflasinya 0,47 %, kemudian diikuti oleh Kota Depok dan Kota Tasikmalaya yang masing-masing 0,43 %, kemudian Kota Cirebon 0,33 % dan Kota Bandung 0,20 %.[arya]

BERITA TERKAIT

Resmi Pimpin Kota Sukabumi Pasangan Faham Sampaikan Visi Misi

Resmi Pimpin Kota Sukabumi Pasangan Faham Sampaikan Visi Misi NERACA Sukabumi – Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi…

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,2%

  NERACA   Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018…

Capai 99%, Kolektabilitas Iuran JKN-KIS Terus Didongkrak

      NERACA   Jakarta - Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan pada tahun 2018 adalah menjaga kesinambungan Program…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

YEL Dukung PLTA Batangtoru Ramah Lingkungan

YEL Dukung PLTA Batangtoru Ramah Lingkungan NERACA Jakarta - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Tapanuli Selatan merupakan…

PT Rekadaya Elektrika Gelar Program CSR Pelatihan HTHT di Bukittinggi - Agar Kualitas Hidup ABK Lebih Baik dan Mandiri

PT Rekadaya Elektrika Gelar Program CSR Pelatihan HTHT di Bukittinggi  Agar Kualitas Hidup ABK Lebih Baik dan Mandiri NERACA Bukittinggi…

Proses Penyaluran Dana LPDB Tetap Berjalan

Proses Penyaluran Dana LPDB Tetap Berjalan NERACA Jakarta - Realisasi penyaluran dana bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro…