WIKA Raih Kontrak Baru Rp 1,47 Triliun - Bangun Proyek Pyay Tower

NERACA

Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menandatangani perjanjian pembangunan Pyay Tower & Residences, Yangon dengan Noble Twin Dragon Pte. Ltd (NTD) di Singapura. Disebutkan, nilai proyek dari kontrak tersebut sebesar US$ 125 juta atau sekitar Rp1,47 triliun (kurs Rp11.827/USD). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (11/9).

Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk, Bintang Perbowo mengatakan, dengan perjanjian kerjasama tersebut. Maka saat ini dan kedepannya, perseroan menjadi bagian dalam proyek tersebut dan akan menjadi landmark Yangon. Disebutkan, dalam perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani Direktur Operasional III WIKA, Destiawan Soerwardjono dan Chairman NTD Pte. Ltd, Rick Goh serta Ye Myat Thu, Project Director NTD.

Dijelaskan, Pyay Tower yang berada di prime area Yangon ini terdiri dari 23 lantai dan tiga basement. Lantai 1-5 untuk commercial area dengan standard B+. Lantai 6-23 untuk perkantoran. Rencananya, proyek ini akan dikerjakan selama 36 bulan kalender dihitung sejak Oktober 2014 hingga Oktober 2017.

Lingkup pekerjaan proyek ini meliputi, civil works, arsitektural, mekanikal elektrikal, dan plumbing. Bagi WIKA, ini kali pertama berkerja sama dengan Noble Twin Dragon Pte. Ltd,”Kami dengan tim akan berusaha sebaik-baiknya. Saya berharap hasilnya baik sesuai harapan, sehingga kerja sama ini akan terus berlanjut dengan baik,”kata Bintang Perbowo.

Sebagai informasi, perseroan tahun ini menargetkan kontrak baru sebesar Rp49,97 triliun. Target ini naik 28,56% terhadap target 2013 sebesar Rp38,87 triliun. Dijelaskan, total kontrak dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru 2014 sebesar Rp25,83 triliun dan carry over dari 2013 sebesar Rp24,14 triliun.

Dari target kontrak tersebut, komposisi perolehan kontrak baru WIKA 2014 terdiri dari induk perusahaan sebesar 70% dan anak perusahaan 30%. Sedangkan untuk penjualan tahun ini, WIKA menargetkan Rp18,82 triliun atau naik 22,84% dari target 2013 sebesar Rp15,41 triliun. Sementara, laba bersih (laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk) 2014 ditargetkan dapat diperoleh sebesar Rp678,65 miliar. Dimana angka itu naik 22,27% dari target 2013 sebesar Rp555,06 miliar.

Tercatat hingga Juni 2014, WIKA membukukan kontrak baru sebesar Rp6,7 triliun. Capaian tersebut setara dengan 25,94% dari target kontrak baru sepanjang tahun ini Rp25,83 triliun. Capaian kontrak baru diraih melalui perolehan beberapa proyek hingga Juni 2014. Antara lain proyek flyover simpang air hitam, Samarinda sebesar Rp105,9 miliar, proyek pembangunan jembatan Dompak, Tanjung Pinang Riau sebesar Rp284,4 miliar, dan proyek CBD Surabaya apartemen Rp634,6 miliar.

Adapun capaian kontrak baru tersebut didapatkan dari kontrak baru seperti, proyek Dharma Husada Tower Rp401,8 miliar, proyek terminal BBM Pulau Sambu Kep Riau sebesar Rp740,45 miliar, proyek penimbunan Gasoline Tanjung Uban Kep Riau Sebesar Rp1,14 triliun, serta proyek pengadaan jasa pembangunan infrastruktur dan gedung baru ITB Rp178,66 miliar. Kontrak baru tersebut juga berasal dari proyek konstruksi fisik rumah sakit umum daerah Jakarta Selatan Rp188,28 miliar dan proyek pembangunan Ggedung kuliah Universitas Telkom di Bandung Rp110,22 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

KOTA SUKABUMI - Jangan Asal Munculkan Angka Retribusi Tower

KOTA SUKABUMI Jangan Asal Munculkan Angka Retribusi Tower NERACA Sukabumi - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menara…

Natal dan Tahun Baru, Bank Mandiri Siapkan Rp16,39 triliun

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk menyiapkan pasokan dana Rp16,39 triliun untuk mengantisipasi lonjakan penarikan…

Gerakan Antikorupsi Indonesia Raih Penghargaan PBB

Gerakan Antikorupsi Indonesia Raih Penghargaan PBB NERACA Jakarta - Gerakan "Saya Perempuan Anti Korupsi" dari Indonesia, yang merupakan bagian dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…