Indeks BEI Akhir Pekan Berpeluang Menguat

NERACA

Jakarta – Mengawali perdagangan yang dibuka menguat hingga penutupan perdagangan sesi pertama, tidak membuat posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) diakhir perdagangan Kamis mampu ditutup menguat dan sebaliknya terpaksa harus ditutup terkoreksi, akibat aksi jual yang dilakukan investor asing makin tidak terbendung.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, indeks BEI kembali ditutup di area negatif setelah sempat berada di area positif di sepanjang perdagangan,”Menyusul terkoreksinya saham-saham yang masuk dalam daftar indeks LQ45, indeks BEI langsung melemah,”ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9).

Menurut dia, pergerakan bursa saham yang bergerak bervariasi menjadi salah satu alasan investor saham di dalam negeri kembali melakukan aksi jual sehingga penahan indeks BEI untuk bergerak menguat. Kendati demikian, tekanan yang terjadi pada IHSG BEI Kamis terbatas, menunjukkan bahwa kondisi itu berpotensi terjadinya 'technical rebound' mulai terlihat.

Sementara Kepala Riset Recapital Securities, Andrew Argado menambahkan, meski indeks BEI tertekan namun masih dalam kisaran yang terbatas sehingga potensi untuk menguat kembali cukup terbuka,”Secara teknikal, indeks BEI akan bergerak menguat untuk perdagangan saham selanjutnya," katanya.

Dirinya memproyeksikan, indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan bakal bergerak menguat. Asal tahu saja, mengakhiri perdagangan, Kamis, IHSG ditutup menipis 9,958 poin (0,19%) ke level 5.133,033 poin. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 4,400 poin (0,50%) ke level 869,030.

Investor asing masih konsisten lepas saham sejak awal pekan. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 588 miliar di seluruh pasar. Banyak indeks sektoral yang akhirnya terpaksa jatuh ke zona merah gara-gara tekanan jual ini. Hanya tiga sektor yang masih bisa menguat, yaitu konsumer, konstruksi, dan perdagangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 225.445 kali dengan volume 6,553 miliar lembar saham senilai Rp 5,376 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 131 turun, dan 85 saham stagnan. Bursa-bursa regional berakhir mixed setelah sesi pertama sempat kompak menguat. Aksi ambil untung mulai terjadi di saham-saham yang sudah naik cukup tinggi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 220.000 ke Rp 1,32 juta, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 35.000 ke Rp 385.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 55.000, dan Siloam (SILO) naik Rp 425 ke Rp 15.300. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 875 ke Rp 23.550, Indocement (INTP) turun Rp 675 ke Rp 23.075, XL Axiata (EXCL) turun Rp 425 ke Rp 6.200, dan Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 29.800.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 24,336 poin (0,47%) ke level 5.167,327. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,006 poin (0,34%) ke level 876,436. Indeks sempat naik ke titik tertingginya di level 5.178,303 tanpa menyentuh zona merah sama sekali. Dua sektor masih melemah, yaitu agrikultur dan industri dasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,21 miliar lembar saham senilai Rp 5,21 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak kompak menguat hingga siang hari ini. Positifnya bursa global membuat pelaku pasar di Asia bersemangat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 195.000 ke Rp 1,29 juta, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.025 ke Rp 55.025, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 31.750, dan Matahari (LPPF) naik Rp 425 ke Rp 16.400. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 23.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 425 ke Rp 24.000, Asuransi Bintang (ASBI) turun Rp 230 ke Rp 1.320, dan Siantar Top (STTP) turun Rp 155 ke Rp 2.925.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 4,10 poin atau 0,08% menjadi 5.147,09, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,02 poin (0,12%) ke level 874,45,”Faktor teknikal menopang indeks BEI kembali di area positif, menyusul aksi beli kembali pelaku pasar terhadap saham-saham unggulan yang telah terkoreksi pada perdagangan sebelumnya (10/9),”kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya .

Dia menambahkan, kembali menguatnya bursa saham di kawasan Asia menambah sentimen positif bagi laju indeks BEI. Di sisi lain, lanjut dia, ekspektasi pasar saham menjelang pengumuman tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang diperkirakan masih dipertahankan di level 7,5% juga masih sesuai dengan harapan pasar.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 8,69 poin (0,04%) ke level 24.714,05, indeks Nikkei naik 66,76 poin (0,42%) ke level 15.855,54 dan Straits Times menguat 10,46 poin (0,31%) ke posisi 3.349,95. (bani)

BERITA TERKAIT

Sky House BSD Grand Launching Akhir Tahun - Menjadi Rumah Pintar Terkemuka

NERACA Jakarta – Menawarkan berbagai keunggulan fasilitas dengan teknologi canggih, proyek properti Sky House BSD+, mendapatkan respon cukup positif dari…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Saham Tiga Pilar Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham di luar kebiasaan (UMA), transaksi saham PT Tiga Pilar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…