Imbal Hasil Investasi Saham Masih Tinggi

NERACA

Jakarta – Semakin berkembang pesatnya produk investasi di pasar modal, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan bahwa imbal hasil investasi produk saham masih yang tertinggi dibandingkan obligasi pemerintah, emas, dan deposito,”Secara statistik dalam rentang waktu dari tahun 2010 sampai dengan 5 September 2014 rata-rata tingkat imbal hasil investasi di pasar saham dan produk turunannya masih yang tertinggi dibandingkan produk investasi lainnya," kata Kepala Divisi Project Management Office Teknologi Informasi BEI, Andre P.J. Toelle di Jakarta, Kamis (11/9).

Dia menuturkan, rata-rata tingkat imbal hasil dari investasi di pasar saham sebesar 16,85% atau dua kali lipat dibandingkan keuntungan dari investasi di obligasi pemerintah dan deposito serta tiga kali lipat lebih besar daripada keuntungan dari investasi di produk sektor komoditas, emas.

Meski demikian, lanjutnya, masyarakat perlu memahami ragam produk investasi yang telah ada dan mewaspadai penipuan berkedok investasi. Menurutnya, sikap berpikir kritis serta senantiasa mengingat prinsip dasar berinvestasi "high risk high return" harus terus ditanamkan oleh investor sehingga tidak mudah tergoda dengan iming-iming imbal hasil yang terlalu tinggi dari produk investasi yang ditawarkan.

Namun, kata Andre, masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan investasi pada produk saham dan obligasi di BEI karena sudah terjamin aman, nyaman, serta halal,”Investor tidak perlu khawatir tentang dana investasinya karena semua sarana dan prasarana yang dapat menunjang keamanan investor dalam bertransaksi telah dibangun dan terus dikembangkan oleh BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)," paparnya.

Dengan didukung oleh infrastruktur yang andal, kata Andre P.J. Toelle, menjadikan transaksi di Bursa Efek Indonesia semakin teratur, wajar, dan efisien. Namun, dia menyayangkan masih banyak masyarakat yang belum memahami mudahnya bertransaksi di pasar modal Indonesia,”BEI bersama KPEI dan KSEI terus melakukan rangkaian sosialisasi ke setiap daerah agar paradigma mengenai investasi di pasar modal dapat semakin diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,”ujarnya.

Kepala Divisi Teknologi Informasi KSEI Asep Permata Suryana menambahkan bahwa salah satu bentuk fasilitas perlindungan investor, pihaknya menerapkan nomor identitas tunggal untuk investor atas subrekening efek yang disimpan di pemegang rekening KSEI (Perusahaan Efek/ Bank Kustodian),”Dalam hal ini, KSEI pemberian kartu AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas), itu sebagai perwujudan perlindungan investor agar investor dapat langsung melihat portofolio yang dimilikinya pada sistem KSEI," katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

6 Penyakit Akibat Kadar Gula Darah Tinggi

Gula darah yang tinggi tak cuma berdampak pada diabetes. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan beragam gangguan kesehatan lainnya pada tubuh.…

Tempo 48 Jam, Pemerintahan Jokowi Bangun Jembatan Sementara Padang-Bukit Tinggi

Tempo 48 Jam, Pemerintahan Jokowi Bangun Jembatan Sementara Padang-Bukit Tinggi NERACA Jakarta - Sejak adanya informasi jembatan roboh di jalur…

Perketat Saham-Saham Bermasalah - BEI Bakal Tambah Jumlah Kriteria I-Suite

NERACA Jakarta – Kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan sistem i-suite pada saham emiten yang bermasalah, direspon positif pelaku…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

Estika Tiara Bidik Dana IPO Rp 226,11 Miliar

PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar. Calon emiten distribusi makanan…

PLI Mulai Pasarkan Double Great Residence

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) mulai melakukan pembangunan hunian edukasi pertama di Serpong, Double Great Residence (dahulu K2 Park) pada…