Disiplin Kelola Anggaran Usaha

Tak jarang kita mendengar para pengusaha mengeluhkan penghasilan usaha mereka. Padahal, kalau mau dihitung penghasilan yang didapat cukuplah besar. Tetapi karena keuntungan digunakan untuk keperluan lain, akibatnya keuntungan yang didapat seakan sirna.

Apalagi kalau usaha yang dirintis merupakan usaha keluarga, tak jarang uang hasil berbisnis digunakan untuk keperluan keluarga. Walhasil kelangsungan usaha pun terancam. Karena tidak dapat mengembangkan usaha.

Karena itu lebih bijaklah menggunakan keuangan usaha. Jangan sampai Anda lupa kalau uang yang Anda gunakan untuk membeli keperluan seperti gadget, tas, sepatu merupakan dana untuk mengembangkan usaha.

Yang perlu Anda lakukan adalah mencatat semua kegiatan dan transaksi yang Anda lakukan. Karena langkah ini merupakan langkah dasar yang harus dilakukan untuk memajukan usaha. Selanjutnya Anda juga harus melakukan hal-hal di bawah ini agar keuangan usaha terus terjaga.

Pertama dengan menyepakati berapa porsi uang yang akan digunakan sesuai lalu lintas uang yang dibutuhkan pada sebuah usaha. Misalnya, berapa jumlah uang yang akan digunakan untuk membayar gaji, operasional usaha, serta tambahan dana untuk mengembangkan usaha, setelah menentukan hal itu baru bisa ambil untuk pribadi.

Misalnya, 30% untuk gaji, 30% untuk usaha, 30 persen untuk mengembangkan usaha dan sisanya ditabung untuk dana pribadi.

Setelah porsi ditentukan, langkah berikutnya lakukan pencatatan keuangan usaha. Ini dilakukan untuk memisahkan uang usaha dan uang untuk kepentingan pribadi. Caranya, tabung di dua rekening berbeda. Masalahnya, jika keuangan usaha dan keuangan pribadi digabung, Anda akan kesulitan dalam melakukan monitoring pendapatan atau pun pengeluaran.

Nah,dengan cara ini, maka akan lebih mudah untuk membedakan antara arus dana dari usaha dengan penggunaan uang untuk kepentingan pribadi. Selain itu, pencatatan juga dapat memberikan informasi lebih jelas tentang keadaan keuangan perusahaan Anda.

Terakhir, semua hal yang telah dilakukan di atas akan tanpa arti jika Anda sendiri tidak disiplin menggunakan dana. Maklum, yang namanya godaan biasanya sering datang saat Anda sedang banyak proyek/order. Karena merasa penghasilan akan banyak apapun Anda beli, bahkan hal-hal yang sesungguhnya kurang bermanfaat turut diburu.

Sah-sah saja memang jika Anda ingin memenuhi keinginan yang telah lama Anda idam-idamkan. Tetapi, yang harus diperhatikan adalah sesuatu yang memang benar-benar dibutuhkan. Karena itu seseorang harus bisa membedakan mana yang namanya kebutuhan dan mana yang namanya keinginan. Kalau tidak disiplin memanfaatkan anggaran maka hancurlah strategi keuangan yang telah disusun matang-matang.

BERITA TERKAIT

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

BI Dorong Jakarta Tingkatkan Anggaran Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Anggaran pemerintah DKI Jakarta untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai perlu ditingkatkan karena…

Pendapatan Ancora Resources Terkoreksi 7% - Kinerja Anak Usaha Melorot

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) masih membukukan raport merah di kuartal tiga 2017.…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Sruput Peluang Usaha Bareng Coffee Stall Good Day

Minum kopi menjadi bagian dari gaya hidup. Bisnis kedai kopi pun banyak bermunculan. Tak ketinggalan, PT Santos Jaya Abadi yang…

Membangun Bisnis Untuk Pemula

Membuka bisnis sendiri atau berwirausaha kian digandrungi banyak orang. Bagi seseorang yang fleksibel dan tidak suka terikat, berbisnis memang menjadi…

Kian digemari, Gigit Usaha Camilan Dimsum

Kudapan dimsum sudah populer di lidah masyarakat Indonesia. Teksturnya yang kenyal dan lembut berpadu dengan rasa gurih, membuat makanan khas…