BRI Dorong Masyarakat Punya ‘Tameng Diri’ - Gandeng 3 Asuransi

NERACA

Depok - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong masyarakat untuk memiliki perlindungan diri, baik asuransi kecelakaan, kesehatan, maupun jiwa. Direktur UMKM BRI, Djarot Kusumajakti menyebutkan, saat ini sedikitnya 77 juta penduduk Indonesia belum tersentuh asuransi.

"Ada 77 juta penduduk Indonesia yang belum dilindungi asuransi. Data OJK menyebutkan, baru 11% penduduk mikro Indonesia yang dilindungi asuransi. Ini betapa rendahnya upaya negeri ini untuk melindungi masyarakat khususnya masyarakat kecil," kata Djarot, saat peluncuran Asuransi Mikro- Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/9).

Dia juga mengungkapkan, dengan memiliki asuransi masyarakat bisa terlindungi dari berbagai macam risiko hidup seperti kecelakaan bahkan meninggal dunia. Selain itu, melalui produk ini masyarakat berpenghasilan rendah diajak untuk lebih mengenal produk-produk sektor keuangan tidak hanya mengenal simpan pinjam dalam perbankan.

"Dengan adanya asuransi mikro, pertama pemahaman masyarakat terhadap bank tidak hanya terkait simpanan atau pinjaman, kita perkenalkan produk baru asuransi untuk nasabah bank," katanya.

Djarot menambahkan, produk asuransi mikro diperkenalkan merujuk imbauan Otoritas Jasa Keuangan tentang pengembangan bisnis bancassurance agar industri asuransi dan perbankan bisa menyediakan produk asuransi mikro di Indonesia agar nasabah mikro di Indonesia dapat terpenuhi kebutuhan asuransinya. "Segmen mikro dalam mendapatkan asuransi tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan debitur mikro itu sendiri," kata Djarot.

Pada kesempatan yang sama, BRI juga menggandeng tiga perusahaan asuransi meluncurkan produk asuransi mikro kecelakaan, kesehatan, dan meninggal dunia (AM-KKM). Premi asuransinya murah, hanya Rp50.000 per tahun. Ketiga perusahaan asuransi tersebut yaitu PT Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life) sebagai ketua konsorsium, PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur (BSAM), dan PT AJ Jiwasraya (Persero).

Menurut Djarot, asuransi tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang punya proteksi lengkap, fitur dan administrasi sederhana, mudah didapat, ekonomis, dan cepat dalam penyelesaian pemberian santunan.

"Ini diperuntukkan bagi seluruh nasabah mikro BRI dan masyarakat pada umumnya," jelasnya. Dia mengatakan, dengan memiliki produk AM-KKM, nasabah akan mendapatkan perlindungan lengkap terhadap jiwa dan kesehatannya.

Manfaat lengkap

Manfaat yang akan didapat nasabah antara lain santunan harian rawat inap rumah sakit sebesar Rp100.000 per hari selama maksimum 90 hari dalam 1 tahun, penggantian biaya pembedahan/operasi maksimum Rp2,5 juta per tahun, santunan meninggal dunia karena kecelakaan sebesar Rp19,5 juta, santunan meninggal dunia karena sakit (bukan karena kecelakaan) sebesar Rp2,5 juta, serta santunan cacat tetap karena kecelakaan maksimum sebesar Rp5 juta.

Salah satu keunggulan AM-KKM adalah pasangan suami istri masing-masing dapat menikmati manfaat asuransi AM-KKM tersebut dengan total premi yang dibayarkan cukup Rp90.000 per tahun. Keunggulan lainnya adalah double claim, yaitu nasabah tetap bisa mendapatkan manfaat AM-KKM walaupun memiliki asuransi lain atau pun BPJS.

Dalam proses klaim, BRI juga memberikan kemudahan, nasabah cukup melampirkan kwitansi pembayaran asli atau fotokopi yang telah dilegalisir dari rumah sakit, klinik, puskesmas, atau praktek berizin dari Kementerian Kesehatan.

Dengan demikian, dirinya menargetkan melalui asuransi ini bisa mendorong pendapatan fee based income perseroan mencapai Rp30 miliar di tahun pertama dan Rp100 miliar dalam tiga tahun ke depan. "Kini kebutuhan asuransi dengan premi yang murah, fitur produk yang lengkap, mudah dijangkau telah tersedia di BRI Unit yang berjumlah 5.149 di seluruh Indonesia," pungkasnya. [retno]

BERITA TERKAIT

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat NERACA Jakarta - Founder sekaligus CEO dari aplikasi OY! Indonesia, Jesayas Ferdinandus…

Kemenperin Terus Dorong Peningkatan Ekspor Sedan

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan investasi dan memperluas pasar ekspor untuk industri otomotif…

Dunia Usaha - Kemenperin Dorong Santripreneur Manfaatkan Teknologi Digital

NERACA Bandar Lampung - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Aneka, Gati Wibawaningsing mengatakan terus melakukan pembinaan dan pelatihan santri berindustri…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…