Kecerdasan Finansial - Modal Penting Untuk Survive Dalam Ketidakpastian

Seiring dengan produk dan jasa keuangan yang cenderung semakin kompleks, membantu kaum muda untuk memahami masalah-masalah keuangan adalah sesuatu hal penting. Untuk itu, upaya meningkatkan pemahaman finansial generasi muda Indonesia melalui pelatihan yang menginspirasi, menarik, relevan dan mengesankan mutlak dilakukan.

NERACA

Demi masa depan yang cerah, pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan harus diberikan sejak dini. Sayangnya, pengetahuan tentang keuangan dimasyarakat masih terbilang minim. Hal ini disokong kenyataan bahwa sejak kecil, anak tidak dibekali dengan pemahaman finansial yang cukup tentang bagaimana mengelola uang, menghasilkan uang, membelanjakan uang, investasi, dan lain sebagainya.

Berdasarkan survey tingkat literasi keuangan pernah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia yang dilakukan di 20 provinsi Indonesia semester pertama tahun 2014, dengan responden yang digunakan sebagai sampel berjumlah 8.000 orang, di mana pemilihan responden dilakukan dengan metode stratified random sampling, menunjukan bahwa secara keseluruhan masyarakat Indonesia masih belum memiliki tingkat literasi keuangan yang memadai.

Padahal, pendidikan keuangan sejak dini merupakan salah satu landasan yang harus diprioritaskan dalam kehidupan. Mengapa? Karena kecerdasan finansial atau melek finansial adalah merupakan keterampilan dari inti kehidupan untuk berpartisipasi dalam masyarakat modern, dimana anak-anak tumbuh di dunia yang semakin kompleks, yang pada akhirnya mereka perlu untuk mengambil alih masa depan finansial mereka sendiri.

Ya, selain akan menghadapi produk dan jasa keuangan yang cenderung semakin kompleks, generasi muda juga cenderung harus menanggung lebih banyak risiko keuangan di masa dewasa daripada orangtua mereka, terutama dalam tabungan, perencanaan pensiun dan menutupi kebutuhan perawatan kesehatan mereka.

Itulah sebabnya mengapa Penasihat International Association of Registered Finansial Counsultan Indonesia Chapter, Godo Tjahjono menuturkan bahwa kecerdasan dan keterampilan finansial adalah modal yang sangat penting untuk survive dalam ketidakpastian.

Menanggapi fenomena masih rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pengelolaan keuangan dari usia dini, sudah banyak pelaku jasa keuangan di Indonesia yang menciptakan program untuk membuat generasi muda ‘melek’ dunia keuangan. Salah satunya adalah PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life).

Sebagai perusahaan jasa keuangan, Sun Life memahami bahwa seiring pendapatan per kapita masyarakat yang terus meningkat sudah sepantasnya harus diimbangi dengan pemberian edukasi dan sosialisasi soal keuangan yang memadai agar masyarakat lebih melek finansial. Untuk itu pada 2012, sebuah program komunitas (Champion Teens Care for the Nation) didirikan untuk membantu 40.000 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bali untuk memperoleh keterampilan yang bertujuan untuk membangun bisnis mikro mereka sendiri.

Dengan memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan menanamkan kepercayaan diri pada generasi muda, hal tersebut akan membantu mereka dalam membuat keputusan keuangan secara matang dan efektif. Ketrampilan-ketrampilan ini akan bermanfaat pula dalam kehidupan mereka sebagai orang dewasa dan juga wirausaha.

Sebagai tindak lanjut dari kesuksesan program ini di Bali, Sun Life dan CARE for the Nation kembali meluncurkan program “Champion Teens Care for the Nation” di Lampung. Selain di Bali dan Lampung, program ini juga dijalankan di Sumatra Selatan, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat.

CARE for the Nation didirikan oleh James Gwee, yang juga seorang pelatih terkemuka di bidang penjualan, motivasi, service excellence, kepemimpinan, kemampuan manajerial, pembentukan tim dan pengembangan kepribadian. Bersama dengan manajemen dan karyawan Sun Life, melatih kurang lebih 30.000 siswa SMK dengan usia 16 dan 18 di seluruh Indonesia.

James Gwee memberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha muda yang sukses, termasuk pelatihan yang berfokus untuk membantu para siswa membuat rencana bisnis serta kemampuan pemasaran dan kemampuan penting lainnya yang dibutuhkan untuk mendirikan dan mengelola bisnis mikro. Selain memfasilitasi pelatihan melek finansial ini, Sun Life juga menyediakan modal awal bagi para peserta untuk memulai bisnis mikro mereka sendiri.

Sejak 2006, melalui program Sun Bright, Sun Life telah menyediakan berbagai inisiatif pendidikan termasuk kuliah publik mengenai asuransi ke beberapa institusi pendidikan tinggi di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Medan. Tujuan utama Sun Bright adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, dan edukasi.

BERITA TERKAIT

Saham KIOS Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Dibalik akuisisi PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terhadap PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo), membuat pergerakan harga…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Kebohongan dalam Dunia Pendidikan

      Skandal kebohongan Dwi Hartanto mengejutkan Indonesia. Namun perilaku menyimpang itu bukan tidak lazim di dunia sains. Tapi…

Penguatan Karakter Tak Melulu Soal Akademis

      Usai ujian akhir semester, Martin seorang guru mata pelajaran sibuk menyiapkan nilai para siswanya. Selain nilai akademis,…

2020, Tak Ada Lagi Mata Pelajaran Matematika Di Negara Ini

      Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa di Indonesia. Tinta merah acap kali tersemat…