RNI Matangkan Rencana Phapros Go Public - Masih Jadi Saham Pengendali

NERACA

Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) belum akan melakukan Initial Public Offering (IPO). Namun sebaliknya, tengah mempersiapkan anak usahanya PT Phapros Indonesia untuk listing di Bursa Efek Indonesia, “Kita akan IPO kan Phapros itu akan dilakukan tahun depan,”kata Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro di Jakarta, Rabu (10/9).

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya dengan Phapros menyiapkan penjamin efek menuju IPO. Untuk aksi korporasi ini, perseroan telah menggandeng Mansnek, Bahana dan Dana Reksa sekuritas. Disebutkan, target dana IPO Pharos sebesar Rp500 miliar. "Untuk membangun pabrik di Semarang,”ujar Ismed.

Ismet menegaskan, RNI akan tetap mayoritas pada saham Pharos sebesar 55% dan sisanya dimiliki publik. Asal tahu saja, sepanjang semester pertama tahun ini, Phapros membukukan pendapatan sebesar Rp196 miliar, tumbuh sebesar 17% dibandingkan periode sama tahun lalu. Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan total pendapatan sebesar Rp623 miliar.

Direktur Utama PT Phapros Tbk Iswanto pernah bilang, kinerja semester pertama tahun ini pertumbuhannya cukup memuaskan karena mampu tumbuh 17%,”Kalau merujuk riset, industri farmasi tahun ini diperkirakan tumbuh sebesar 13-14%. Itu artinya kita berharap mampu tumbuh di atas rata-rata industri,"ungkapnya.

Dia menambahkan, kinerja bisnis perseroan biasanya akan tumbuh lebih besar pada semester II mendatang. Saat ini, komposisi bisnis yang datang pada semester I mencapai 30% dari total pendapatan. Sedangkan, sisanya berasal dari bisnis yang berjalan pada semester II."Siklus seperti ini memang biasa terjadi. Bisnis pada umumnya bergerak lebih cepat pada semester II. Untuk itu, kami masih optimis dapat merealisasikan target yang sebelumnya ditetapkan," tegas Iswanto.

Optimisme perseroan, menurut Iswanto, didukung oleh proyek e-catalog yang dijalankan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Perseroan ikut terlibat dalam pengadaan obat dalam program yang dijalankan pemerintah. "Saat ini, pesanan sudah kami terima tapi supply-nya masih kami persiapkan. Jika ini sudah berjalan, kami yakin bisa menggenjot jumlah penjualan," ujar Iswanto.

Sementara Direktur Keuangan PT Phapros Tbk Budi Ruseno mengatatakan, perseroan mengincar total laba bersih sebesar Rp63-65 miliar, tumbuh sebesar 50% dibandingkan pencapaian pada tahun lalu yang mencapai Rp43 miliar. Sedangkan, laba bersih per semester I 2014 mencapai Rp5 miliar,”Untuk merealisasikan target tersebut, kami telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah dengan memperkuat pasar ekspor," jelas Budi.

Belum lama ini, perseroan berhasil melakukan ekspor perdana ke Kamboja. Untuk meningkatkan pasar ekspor, perseroan akan masuk ke pasar Vietnam dan Afganistan. "Selain untuk menggenjot penjualan, fokus kami dalam memperkuat pasar ekspor adalah untuk menekan dampak dari fluktuasi rupiah. Selama ini terjadi gap karena bahan baku kami kebanyakan impor sedangkan pendapatan diterima dalam bentuk rupiah," ujar dia.

Selain itu, perseroan juga berencana untuk mengembangkan produk baru. Sepanjang paruh pertama 2014, perseroan telah meluncurkan 8 produk baru. Dengan penambahan tersebut, saat ini perseroan telah memiliki sekitar 240 produk. Dari total produk tersebut, kontribusi produk generik terhadap total penjualan mencapai 49%. Sedangkan, sisanya merupakan kontribusi dari produk non generik. (bani)

BERITA TERKAIT

MESKI PENERIMAAN SEKTOR MINERBA MENINGKAT - KPK: Kepatuhan Pajak SDA Masih Rendah

Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, tingkat kepatuhan pajak di sektor sumber daya alam (SDA) khususnya sektor ekstraktif masih rendah. Perusahaan…

Saham Renuka Coalindo Masuk UMA

Perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami kenaikan harga saham…

Mega Perintis Patok IPO Rp 298 Per Saham

NERACA Jakarta – Perusahaan ritel fashion modern, PT Mega Perintis Tbk menetapkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

KSEI Dorong Investor Gunakan Login AKSes

NERACA Pekanbaru- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor di Riau agar memanfaatkan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) untuk…

Orori Indonesia Jadi Reseller Resmi Antam

PT Orori Indonesia (Orori), sebagai perusahaan penjualan perhiasan online resmi menjadi "reseller" emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).”Orori menjadi jembatan…

Sepekan Dana Asing Keluar Rp 765 Miliar

NERACA Jakarta –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin meningkat 1,16% ke level 6,126.36…