Sampoerna Geser Dominasi Astra di Bursa - Catatkan Kapitalisasi Rp 309,65 Triliun

NERACA

Jakarta - PT HM Sampoerna Tbk kembali menduduki posisi puncak kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai mencapai Rp309,65 triliun, hingga akhir Agustus 2014. Dengan nilai tersebut, perseroan sukses menggeser PT Astra International Tbk yang mencatatkan kapitalisasi pasar saham Rp 306,66 triliun. Padahal sebelumnya, pada Juli lalu Astra Internasional berada di posisi pertama dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp312,73 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kini, sampai dengan akhir Agustus 2014, kapitalisasi pasar saham Astra justru turun menjadi Rp306,66 triliun. Sementara PT Bank Central Asia Tbk mulai membututi Astra di posisi ketiga dengan nilai kapitalisasi pasar saham mencapai Rp273,37 triliun.

Sedangkan untuk posisi empat dan lima masih sama dengan Juli lalu, diisi oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan nilai kapitalisasi saham masing-masing Rp269,86 triliun dan Rp268,63 triliun.

Adapun posisi enam sampai sepuluh, kini di tempati PT Bank Mandiri Tbk, sebesar Rp239,66 triliun, PT Unilever Indonesia Tbk Rp236,72 triliun, PT Perusahaan Gas Negara Tbk Rp140,60 triliun, PT Gudang Garam Tbk Rp103 triliun dan PT Bank Negara Indonesia Tbk senilai Rp98,77 triliun.

Sebagai informasi, BEI mencatat kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai dengan akhir Agustus 2014 sebesar Rp5.108 triiun. Jumlah tersebut naik tipis jika dibandingkan dengan jumlah kapitalisasi pasar Juli lalu sebesar Rp5.053 triliun.

Berdasarkan data BEI, Rabu, 10 September 2014, kontribusi jumlah kapitalisasi pasar saham di bursa paling besar disumbangkan sektor keuangan yang tercatat mencapai Rp1.223 triliun. Sementara nomor dua diikuti sektor consumer goods seniai Rp985,23 triliun dan sektor infrastruktur menguntit di posisi ketiga senilai Rp708,04 triliun. Sisanya, berasal dari sektor perdagangan, industri dasar, properti dan lain-lainnya.

Dari sisi nilai transaksi pada Agustus 2014, tercatat mencapai Rp115,65 triliun dengan volume 109,81 miliar lembar saham dan frequensi sebanyak 4,25 juta kali transaksi. Pada awal Agustus ini, kapitalisasi pasar saham di Indonesia hanya sebesar US$ 425 miliar. Jauh di bawah Tokyo Stock Exchange yang tercatat US$ 4,65 triliun, Singapore Exchanges yang tercatat sebesar US$ 607 miliar dan Bursa Malaysia yang sebesar US$ 535 miliar.

Selain itu, pihak BEI juga mengungkapkan, dalam kurun waktu awal 2012 hingga Juli 2014, total nilai emisi dari aksi korporasi perusahaan yang melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO), pencatatan saham baru (rights issue) maupun penerbitan obligasi mencapai Rp 268 triliun.

Jika dirinci, total nilai emisi dari aksi korporasi IPO dan Relisting atau Secondary Offering berjumlah Rp 31,873 triliun, rights issue sebesar Rp 74,357 triliun dan hasil dari penerbitan obligasi, sukuk dan Efek Beragun Aset (EBA) sebesar Rp 161,184 triliun. Tercatat sampai dengan akhir Juli 2014, total ada 502 perusahaan yang sahamnya telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

BTN Telah Kucurkan KPR Rp230,2 triliun

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Kredit Pemilikan Rumah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…