Pemerintah Baru Sepakat Lanjutkan MP3EI

NERACA

Jakarta - Pemerintahan sekarang bersama Tim Transisi Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla sepakat program yang telah dicanangkan seperti Master Plan Percepatan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan terus berjalan.

"Kita sudah bicarakan secara filosofis, apa yang perlu ditingkatkan, filosofisnya tidak berubah," ungkap Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung, di Jakarta, Rabu (10/9). Dia menambahkan, karena konsep MP3EI merupakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia hingga daerah pulau terluar, sehingga program ini dapat dijalankan dalam pemerintahan mendatang.

"Itu karena konsepnya pemerataan pembangunan di daerah-daerah, ada kawasan ekonomi khusus sehingga rakyatnya sejahtera dan terjadi ekonomi yang kuat dan kekuatan SDM merata di seluruh kabupaten/kota Indonesia," ujarnya.

Sementara Kepala Staf Kantor Tim transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno menambahkan, pada prinsipnya program MP3EI yang sudah dicanangkan pemerintahan SBY sama dengan pemerintahan Jokowi. "MP3EI itu sama filosofisnya antara (Pak) SBY dan (Pak) Jokowi. Artinya, bisa nikmati pemerataan pembangunan, program tersebut berjalan baik, kalau ada yang belum pas, kita perbaiki," katanya.

Sebelumnya, Presiden Terpilih Joko Widodo menganggap terdapat perbedaan orientasi pembangunan antara pemerintahan yang akan dibangunnya dengan pemerintahan saat ini. "Kami fokus pada kedaulatan pangan beserta seluruh infrastrukturnya. Selain itu, prioritas kami ialah transportasi laut dan berbasis rel," ujarnya.

Proyek infrastruktur untuk mencapai kedaulatan pangan, antara lain membangun sistem irigasi, membangun waduk, mencetak lahan-lahan pertanian baru, hingga menyediakan subsidi pupuk. Meskipun begitu, ada sejumlah proyek MP3EI yang akan dilanjutkan.

Seperti megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang yang berkapasitas 2x1.000 Megawatt (MW). Kelanjutan PLTU Batang juga akan disempurnakan dengan rencana pemerintah baru untuk meningkatkan pembangunan pembangkit listrik dengan energi baru dan terbarukan.

Tak hanya itu. Di luar infrastruktur kelistrikan, imbuh Jokowi, pemerintahannya akan menggagas proyek baru seperti tol laut yang berupa revitalisasi pelabuhan dan pembangunan kapal sehingga bisa menjadi transportasi penghubung antar pulau. Pihaknya juga akan menuntaskan proyek jalan tol Trans Jawa dan akan disempurnakan dengan mendorong sejumlah proyek jalan tol baru untuk dibangun di jalur selatan Pulau Jawa. [agus]

BERITA TERKAIT

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru NERACA Sukabumi - Ketua Badan Musyawarah (Banmus)…

Strategi Pemerintah Atasi Defisit Neraca Migas

      NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Djoko Siswanto membeberkan sejumlah strategi…

Eksportir Wajib Konversikan 50% DHE - PEMERINTAH SIAPKAN ATURAN KHUSUS (PP)

Jakarta-Pemerintah akhirnya siap menerbitkan aturan yang mewajibkan eksportir mengkonversi devisa hasil ekspor (DHE) yang semula berbentuk mata uang asing ke rupiah.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kementan, Kemendag atau Bulog Yang Dievaluasi - Impor Beras

  NERACA   Jakarta – Persoalan impor beras mengemuka saat perseteruan antara Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan Menteri Perdagangan.…

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,2%

  NERACA   Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018…

Harapan DPR Kepada Pemimpin Bekasi

      NERACA   Jakarta – Pasca dilantiknya Walikota Bekasi Rahmat Efendi dan Wakil Walikota Tri Adhiyanto, Anggota DPR…