Ramayana Targetkan Penjualan Rp 8,2 Triliun - Buka Gerai Baru

NERACA

Jakarta - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) membidik penjualan sampai akhir 2014 sekitar Rp8,2 triliun. Tercatat sampai Agustus 2014, penjualan perseroan mencapai lebih dari Rp4 triliun,”Kami optimis target penjualan di akhir tahun ini bisa tercapai,”kata Direktur Keuangan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, Suryanto di Jakarta, Rabu (10/9).

Guna meningkatkan penjualan, perseroan pada semester kedua tahun ini bakal membuka satu atau dua gerai baru. Dijelaskan Suryanto, pembukaan gerai baru ini dikarenakan tumbuhnya pendapatan per kapita masyarakat. Serta capaian kinerja perseroan pada semester pertama tahun ini.

Bahkan kabarnya, perseroan bakal mengundang investor untuk memperbesar bisnis supermarket Adapun soal calon investor yang ingin masuk ke bisnis supermarket Ramayana, masih belum mau membeberkan lebih detil. Termasuk soal jati diri sang investor.

Meski ada kabar, investor asal Jepang, Korea Selatan dan Singapura tertarik menjalin kerjasama dengan RALS mengembangkan bisnis supermarket mereka. Manajemen perseroan hanya menegaskan, bakal calon investor baru akan dikabarkan secepatnya kalau sudah deal. Untuk aksi korporasi tersebut, perusahaan sudah menunjuk CIMB Niaga sebagai penjamin emisi (underwriter).

Hingga kini, peritel ini masih menjajaki dua opsi ekspansi. Opsi pertama, Ramayana akan menggandeng investor untuk membentuk perusahaan patungan. Nantinya RALS ingin menguasai saham mayoritas dan opsi kedua, Ramayana akan mendivestasi alias melepas kepemilikan supermarket Robinson kepada investor.

Sebagai informasi, pada paruh pertama tahun ini, kinerja PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk tumbuh positif. Perseroan mampu mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 6,8% di periode itu. Bila pendapatan di semester satu 2013 sebesar Rp 2,48 triliun, maka di semester satu 2014 menjadi Rp 2,66 triliun.

Menurut Direktur PT Ramayana Makmur Sentosa, Setyadi Surya, momen Lebaran yang baru saja lewat telah berimbas positif bagi pendapatan perusahaan ini. "Selain momen Lebaran, kinerja semester satu ini juga dipengaruhi liburan dan tahun ajaran baru. Saat periode ini, orang tua berbelanja kebutuhan sekolah untuk anak-anak,”ungkapnya.

Perusahaan menargetkan pendapatan di semester satu tahun ini bisa memberi kontribusi hingga 44,1% dari target tahun ini. Artinya, perseroan mengincar pendapatan minimal Rp 6,5 triliun tahun ini. Namun hasil yang didapat adalah baru bisa memberi kontribusi 40,6% saja dari target akhir tahun ini. Sebagai catatan, tahun ini RALS mematok target margin kotor di bisnis supermarket sebesar 11%-12%. Adapun dari bisnis department store sebesar 29%-30%. Ramayana juga punya bisnis supermarket dengan label Ramayana atau Robinson.

Kata Setyadi, meski masih belum mencapai target, dirinya masih tetap optimistis dan manajemen bisa mengejar target pendapatan tahun ini. Dia bilang dari bisnis supermarket, saban tahun rata-rata Ramayana bisa meraup sekitar Rp 2 triliun. Belum lagi dari efek bisnis dari momen Natal dan Tahun Baru yang tidak kalah ciamik ketimbang efek Lebaran. (bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, BEI Buka Galeri Investasi di Manado - Tumbuhkan Minat Investasi

NERACA Manado – Gejot jumlah investor lokal, khususnya membidik investor potensial dari kalangan mahasiswa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus…

BEI Targetkan 2000 Investor di Papua Barat

NERACA Monokwari - Penetrasi pasar modal lebih luas lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan peningkatan 2.000 investor dari Provinsi…

Kepercayaan Investor Bawa IHSG Capai Rekor Baru

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…