Pekerja Konstruksi Lokal Siap Hadapi MEA

NERACA

Jakarta - Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Achmad Hermanto Dardak, membuka Lomba dan Sarasehan Pekerja Konstruksi, di Jakarta, Selasa (9/9), yang mengambil tema “Peluang Tenaga Kerja Indonesia Menyongsong Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”. Kementerian Pekerjaan Umum secara rutin setiap tahun melaksanakan acara ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja konstruksi dan sebagai modal menghadapi persaingan Pasar Tunggal Asia Tenggara.

“Para pekerja konstruksi adalah ujung tombak kualitas pekerjaan konstruksi, tanpa mereka tidak mungkin ada pembangunan Infrastruktur, jadi mari kita dukung mereka untuk terus meningkatkan kompetensinya”, ujar Hermanto, kemarin. Pada Lomba Pekerja Konstruksi ini para pekerja konstruksi akan berkompetisi secara sehat sesuai kompetensi di bidang kerja yang dimilikinya.

Jenis-jenis bidang yang dilombakan merupakan keterampilan pekerja konstruksi yang dibutuhkan masyarakat maupun industri konstruksi. Disamping itu, bidang yang dilombakan merupakan bidang yang biasa dilombakan baik di tingkat Regional ASEAN (ASEAN Competitive Skill) maupun Internasional.

“Kami harapkan hasil lomba pekerja konstruksi ini dapat dipublikasikan secara lebih luas sehingga dapat dilihat bahwa sebenarnya pekerja konstruksi Indonesia, mempunyai kompetensi yang membanggakan, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan maupun sikap kerja, sehingga layak dan mampu bersaing dikancah international”, ungkapnya.

Pekerja konstruksi adalah salah satu unsur penting yang menentukan kualitas mutu dan keberlanjutan pelaksanaan pekerjaan konstruksi. “Dengan semakin meningkatnya nilai investasi sektor konstruksi dari tahun ke tahun, maka kebutuhan akan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan berdaya saing juga akan semakin besar yang pada akhirnya produktifitas nasional akan meningkat” ujar Hediyanto W. Husaini, Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU.

BPS mencatat bahwa pada 2013 SDM Konstruksi Indonesia mencapai 6,9 juta atau sekitar 5,7% dari tenaga kerja nasional. Dari jumlah tersebut, 4% diantaranya merupakan tenaga ahli, 20% merupakan tenaga terampil (skilled labour), dan 76% sisanya merupakan tenaga kerja kurang terampil (unskilled labour). Dari 6,9 juta SDM Konstruksi tersebut, kurang dari 10% yang telah bersertifikasi kompetensi.

“Untuk itu kami selaku pembina konstruksi mengajak kepada para pelaku industri sektor konstruksi baik pengusaha, kontraktor maupun konsultan untuk dapat memberikan perhatian serius untuk meningkatkan kualitas para pekerja konstruksi terutama tenaga kerja konstruksi pada level terampil”, lanjut Hediyanto.

Dia pun berharap setiap tahun terus meningkat, dan itu artinya, setiap daerah maupun swasta juga berperan dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi didaerahnya dan terlebih dalam menghadapi MEA 2015.

Sementara itu, pada Forum Sarasehan Pekerja Konstruksi yang dilaksanakan seusai Pembukaan Lomba Pekerja Konstruksi, Kepala Badan Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi Kementerian PU Hediyanto W. Husaini mengatakan, sarasehan pekerja konstruksi ini bertujuan untuk menampung aspirasi pekerja konstruksi yang kemudian akan menjadi rekomendasi kepada seluruh stakeholders yang terkait bidang konstruksi. Dari rekomendasi tersebut akan menjadi modal langkah bersama membangun kompetensi dan kesejahteraan pekerja konstruksi.

Gedung-gedung pencakar langit di seantero kota-kota besar di Indonesia, apartemen, hotel, rumah-rumah mewah, jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, drainase, bendung, waduk, saluran irigasi dan bangunan fiisik lainnya tidak akan terwujud tanpa peluh dan tangan-tangan terampil para pekerja konstruksi. [ardi]

BERITA TERKAIT

Punya 737 Gerai, SiCepat Ekspres Targetkan Kirim 1Juta Paket Perhari

    NERACA   Jakarta – PT SiCepat Ekspres Indonesia telah ingin terus menambah kapasitas gerai yang diakhir tahun 2019…

2020, PLN Fokus Listriki 78.000 Rumah di Papua

      NERACA   Jakarta – Jadi tugas besar bagi PT PLN Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua untuk…

Kendalikan Impor, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB E-Commerce

  NERACA   Jakarta - Untuk dapat mengendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang membanjiri Indonesia, pemerintah mendorong pengusaha importir dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Piko Hidro Disiapkan untuk Bantu Terangi Papua

      NERACA   Jakarta - Dibandingkan 32 provinsi lain yang ada di Indonesia, rasio elektrifikasi di Papua dan…

Tarif LRT akan Dibanderol Rp12 ribu

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengemukakan bahwa perkiraan tarif tiket kereta layang ringan…

Program PKH Dinilai Ubah Perilaku Hidup

    NERACA   Jakarta - Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan survei independen MicroSave Colsulting Indonesia berdampak signifikan mengubah perilaku…