Memaksimalkan Halaman Belakang - Menciptakan Taman Mungil

Halaman belakang hunian memang terkadang menjadi tempat yang sangat nyaman untuk bersantai-santai. Namun tidak banyak orang yang memerhatikan hal ini, sebagian orang bahkan tidak menyisakan lahan untuk halaman belakang huniannya. Beragam fungsi serta peran yang dimainkannya. Halaman belakang, menjelma menjadi taman-taman indah nan artistik, penuh sentuhan nilai seni pada hunian yang mewah. Tak jarang, kolam renang dengan air kebiruan menjadi pelengkapnya. Namun sebagian orang menganggap halaman belakang adalah tempat menimbun perkakas yang tidak penting dari suatu hunian sederhana yang kelebihan perabot.

Halaman belakang hunian memang menjadi tempat yang asik untuk bercengkerama bersama keluarga, menyatukan pendapat, berbagi cerita dan cinta. Tempat menikmati secangkir teh, susu atau kopi panas di pagi hari sambil membaca koran. Di sore hari, halaman belakang bisa menjadi tempat pelepas lelah dan penat setelah seharian bekerja. Kursi malas dengan busa empuk, meja-meja bundar bercita rasa seni, tumpukan koran dan buku, beberapa toples cemilan di sore yang cerah akan lengkap dinikmati di halaman belakang.

Masyarakat di Eropa lebih menyukai memiliki taman di belakang hunian. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi keluarga mereka. Bisa Kita bayangkan saat bersantai di sore hari, kemudian lewat tetangga di depan hunian. Maka secara etika dia akan menyapa Kita yang sedang bersantai di teras depan hunian. Kitapun mau tidak mau harus menyapa balik. Nah, kalau sudah begitu akan terganggulah santai Kita.

Tidak semua hunian memiliki halaman belakang. Tinggal di pehunianan, hunian yang ada saling berhadapan dan memunggungi. Halaman belakang yang semestinya ada, menjadi hunian orang lain. Halaman depan yang luas, menjadi gang atau jalan kecil. Tinggal di lingkungan kumuh, makin parah karena tiada lagi punggung dan muka hunian. Hunian yang ada seperti terserak begitu saja, muka bertemu muka, muka bertemu punggung, atau punggung bertemu punggung mudah sekali ditemukan.

Umumnya, taman belakang berlahan sempit, sehingga Kita harus menghindari pohon bertajuk lebar. Untuk itu, kehadiran sebuah taman belakang sangat penting untuk menopang fungsi sebuah hunian. Tidak hanya dipkitang dari sudut arsitektural bangunan hunian semata. Taman belakang juga mampu menciptakan sirkulasi udara dan kehangatan sinar matahari ke dalam hunian.

Sebaiknya taman belakang diperindah dengan tanaman semak, perdu, atau jenis tanaman kerdil (bonsai). Tanaman berdaun atau bunga dengan warna-warni atraktif, lebih tepat ditaruh di lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Sedangkan tanaman berdaun hijau pupus lebih sesuai diletakkan di tempat teduh.

Aturlah komposisi tanaman dengan sentuhan cita rasa seni. Misalnya, tanaman berdaun lebar bisa dipadukan dengan tanaman berdaun kecil. Tanaman berdaun lebar juga sebaiknya ditanam di bagian belakang agar tidak menutupi tanaman yang lebih kecil. Untuk menampilkan kesan teduh pada taman belakang, bisa ditambah dengan pohon palem atau kamboja.

Jangan lupakan untuk memilih jenis tanaman yang mudah perawatan dan pemeliharaannya. Apalagi, bagi penghuni dengan aktivitas tinggi serta tidak memiliki tenaga pembantu yang khusus merawat taman. Pemilihan warna yang tepat juga turut menentukan kehangatan atau kesejukan suasana. Warna-warni bumi seperti merah bata, coklat tanah, hijau daun, atau biru air, bisa menciptakan keselarasan untuk menghadirkan kesan menyatu dengan alam.

Terakhir, agar taman belakang hunian lebih membumi, bisa dihadirkan nuansa gemericik air yang berasal dari kolam ikan. Teknik air mancur, air terjun, atau air mengalir di tengah kolam akan memberikan suasana yang berbeda. Agar gemericik air lebih terasa, bisa memanfaatkan ornamen-ornamen alami seperti gentong tanah liat, bambu, atau batu alam yang berpola air terjun.

BERITA TERKAIT

Massindo Buka Showroom di Taman Anggrek

Pacu pertumbuhan penjualan, Massindo Group meresmikan SLEEPcenter di mall Taman Anggrek, Jakarta Barat.”Dengan kapasitas showroom yang lebih besar dari sebelumnya,…

Bertolak Belakang Tujuan SDGs - Kadin Sebut Tidak Ada Kegiatan CSR Industri Rokok

Dibalik besarnya biaya produsen rokok terhadap pajak cukai rokok hingga penyerapan tenaga kerja, rupanya belum memberikan nilai dampak terhadap lingkungan…

Taman Nasional Komodo akan Ditutup Selama Satu Tahun

Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana menutup lokasi wisata Taman Nasional Komodo dari kunjungan wisatawan selama satu tahun. Hal ini…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Perlu Memadukan

Perlu Memadukan "Land Banking" Dengan Skema ABCG NERACA Semarang - Pakar perumahan Asnawi Manaf memandang perlu memadukan program "Land Banking"…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…