Jamaah Haji Diminta Jaga Kesehatan

NERACA

Jamaah haji yang mulai diberangkatkan ke tanah suci diminta untuk selalu mewaspadai penyakit yang memiliki gejala seperti flu sebagai langkah antisipasi bagi penyakit Ebola dan Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) yang masih mewabah.

"Kalau di Arab Saudi ada keluhan pernafasan atau penyakit serupa flu (influenza like illness/ILI) maka segera kontak petugas kesehatan," ujar kepala badan penelitian dan pengembangan kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama.

Tjandra mengatakan Ebola sebenarnya memiliki kemungkinan kecil untuk menular pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2014 karena negara-negara Afrika dimana penyakit itu mewabah dan pemerintah Arab Saudi telah melakukan tindakan-tindakan pencegahan yang dinilai cukup efektif.

"Kemungkinan Ebola menular pada saat ibadah haji relatif kecil karena sejak awal munculnya tahun 1976 Ebola selalu ada di benua Afrika saja. Selain itu pemerintah Arab Saudi juga tidak memberi visa ke calon jamaah dari negara-negara terjangkit Ebola," papar Tjandra.

Selain itu, penularan Ebola yang melalui kontak langsung dengan penderita dan melalui cairan tubuh dinilai lebih sulit untuk terjadi dibandingkan dengan MERS CoV yang dapat menular melalui udara.

Meski demikian, jamaah haji tetap diminta untuk selalu waspada dan memperhatikan kesehatan masing-masing terhadap kemungkinan tertular Ebola, terutama setelah negara Senegal juga melaporkan kasus baru di negaranya.

"Sebelumnya beberapa hari lalu Congo juga melaporkan kasus Ebola di negaranya sehingga dari awalnya tiga negara maka kini sudah menjadi enam negara di Afrika yang terjangkit Ebola," ujar Tjandra.

Jamaah haji juga diminta untuk mewaspadai suhu tinggi yang saat ini melanda Arab Saudi hingga 40 derajat Celcius dan kelembaban rendah yand dapat menyebabkan sengatan panas (heat stroke), dehidrasi dan kelelahan parah. Sebagai langkah antisipasi, jamaah haji diminta untuk selalu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat terutama makan bergisi, berolahraga dan cukup beristirahat.

"Ada baiknya mulai sekarang coba adaptasi bertahap dengan mencoba berjalan di panas matahari," ujar Tjandra.

Ia menambahkan agar jamaah haji di Arab Saudi untuk selalu mengupayakan berada di tempat teduh dan menyiapkan handuk kecil basah setiap saat.

"Di Arab Saudi juga sangat perlu untuk lebih banyak minum air putih dan memperbanyak makan buah yang banyak tersedia di sana," ujar Tjandra.

BERITA TERKAIT

EKSPOR SANDAL KESEHATAN TRADISIONAL

Perajin memproduksi sandal refleksi di Kampung Cibeber Pondok, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (24/9). Dalam seminggu perajin mampu memproduksi sandal…

Presiden Teken Perpres Defisit BPJS Kesehatan Ditutupi dari Cukai Rokok

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penggunaan cukai…

Wakil Ketua MPR RI - Masyarakat Jaga Persatuan Jelang Pemilu

Mahyudin Wakil Ketua MPR RI Masyarakat Jaga Persatuan Jelang Pemilu  Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengajak masyarakat untuk…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Peneliti Temukan Vaksin untuk Lawan Kanker Kulit

Ada harapan baru untuk pengobatan kanker kulit melanoma. Penelitian yang baru saja dipublikaskan di jurnal Proceedings of the National Academy…

Kenali Gejala Awal Limfoma Sejak Dini

Limfoma menjadi salah satu penyakit kanker yang lumrah ditemui. Di Indonesia, penderita kanker limfoma mencapai 14.905 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar…

Ini Manfaat Alpukat pada Ibu Hamil

Asupan diet bagi ibu hamil berbeda dengan orang pada umumnya. Tak hanya untuk menunjang kesehatannya, ibu hamil juga memerlukan asupan…