BNI Siap Tingkatkan Akses Branchless Banking - OJK akan Bantu Bank BUKU I

NERACA

Jakarta -PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengaku siap meningkatkan akses layanan hingga ke pelosok wilayah di Tanah Air melalui layanan perbankan tanpa kantor atau "branchless banking"."Untuk menjaga layanan menjadi luas, kami akan menerapkan branchless banking," kata Wakil Direktur Utama BNI, Felia Salim di Jakarta, kemarin.Dia menuturkan pihaknya tengah melakukan sejumlah persiapan untuk menentukan agen-agen yang akan minjadi mitra bisnis BNI.

"Saya optimistis pelaksanaan program branchless banking bakal meningkatkan akses masyarakat ke lembaga perbankan," tambahnya.Saat ini, lanjut Felia, akses masyarakat ke lembaga keuangan masih terbilang relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara kawasan dan program branchless banking diharapkan mampu memfasilitasi masyarakat untuk menjangkau layanan jasa keuangan.

Felia menambahkan, pihaknya juga aktif melakukan diskusi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan pemerintah terkait program branchless banking tersebut."Kalau soal izin, kami juga melakukan persiapan untuk itu," jelas dia.OJK selaku otoritas perbankan sendiri tengah melakukan diskusi dengan berbagai pihak seperti para ahli, asosiasi, akademisi dan industri perbankan terkait rancangan Peraturan OJK (POJK) mengenai program branchless banking yang diberi nama Laku Pandai tersebut. POJK itu ditargetkan rampung akhir 2014.

Pada kesempatan terpisah,Otoritas Jasa Keuangan menyatakan akan membantu bank kategori BUKU I atau bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, untuk mengembangkan layanan bank tanpa kantor (branchless banking).Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Gandjar Mustika mengatakan, bank BUKU I memang dinilai tidak akan mudah mengembangkan branchless banking karena program tersebut membutuhkan modal yang memadai untuk investasi teknologinya.

Namun pihaknya akan mencoba mendukung bank BUKU I agar dapat ikut melakukan program yang ditujukan untuk keuangan inklusif tersebut."Kita bantu agar bank yang kecil ikut masuk (program branchless banking), tentu ini kita akan bicarakan programnya baik dari segi permodalan, dari sistem pembayaran, dan ini saya sangat 'support'," ujarnya.

Saat ini, bank yang diperbolehkan untuk mengikuti program layanan bank tanpa kantor tersebut yakni hanya untuk bank kategori Buku II sampai Buku IV.Gandjar menuturkan, pihaknya akan memberi masukan pada bank kecil (Buku I) terkait dengan segi permodalannya."Prinsipnya yang sudah memenuhi batas minum dari risk management. Untuk Buku I kita lihat-lihat dulu," kata dia.

Gandjar menambahkan, OJK masih mencari skema dan kebijakan yang tepat untuk program branchless banking itu. Di samping memperluas akses layanan perbankan, program branchless banking juga memberikan pemasukan tambahan untuk masyarakat di daerah, yang nantinya akan menjadi agen sebagai pihak ketiga transaksi branchless banking tersebut.OJK sendiri tengah menyusun aturan untuk branchless banking yang ditargetkan selesai pada akhir 2014. "Akan ada batas transaksi, ada jumlah totalnya berapa, intinya ada batasan-batasan tertentu, karena ada biaya yang ditanggung perbankan," tukasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Akses Keluar di Pintu Utara Juanda Ditutup, Kenapa?

Kami sangat menyesalkan kebijakan Kepala Stasiun (KS) Juanda, Jakarta Pusat, yang menutup akses keluar penumpang KRL Commuterline di Pintu Utara…

BNI Dukung Peremajaan Kelapa Sawit

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung program pemerintah dalam percepatan peremajaan…

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel - FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter NERACA Cirebon - Tidak banyak kampus di negeri ini…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…