LKEPI: Ekonomi Syariah Jangan ‘Jauh Panggang dari Api’ - Desak Pemerintah Baru Bentuk Kementerian

NERACA

Jakarta - Lembaga Kajian Ekonomi dan Pembangunan Islam mendesak Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla agar membentuk kementerian atau badan khusus pengembangan ekonomi syariah. Hal ini untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sektor riil syariah dengan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah.

“Kami tidak ingin (ekonomi syariah) ‘jauh panggang dari api’. Hal ini dirasakan penting agar pengembangan ekonomi syariah di Indonesia lebih masif dan tidak parsial seperti yang terjadi saat ini, di mana koordinasi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia mengalami tumpang tindih dalam segala aspek kebijakan dan tak ada koordinasi secara terintegrasi,” tegas Ketua Presidium LKEPI, Dedi Uska, di Jakarta, Selasa (9/9).

Menurut dia, saat ini pengembangan ekonomi syariah di Indonesia baru sebatas lembaga keuangan saja seperti perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah nonbank serta lembaga keuangan mikro. Sementara sektor riil syariah yang ada di masyarakat belum berkembang banyak. Inilah, kata Dedi, yang membuat pemahaman ekonomi syariah di Indonesia sebatas lembaga keuangan.

Dia pun menegaskan, jika ada Kementerian Pengembangan Ekonomi Syariah dalam kabinet Jokowi-JK dengan mudah akan mengkoordinasikan segala macam kebijakan terkait pengembangan ekonomi syariah, seperti sosialisasi dan edukasi ekonomi syariah, pengembangan dan riset sumber daya ekonomi syariah, halal trade dan mendorong akselerasi lembaga keuangan dan koperasi syariah di Indonesia.

Selama ini realitas tersebut tidak ada sama sekali dan hanya dilakukan oleh antar kementerian saja, bahkan pengembangan ekonomi syariah terkesan tidak serius dijalankan oleh pemerintah. Ini menjadikan sering terjadi permasalahan dalam pengembangan ekonomi syariah di mana akselerasi industri syariah tidak ditopang kesediaan sumberdaya manusia (SDM) syariah.

Dedi menambahkan, visi dan misi pemerintahan Jokowi-JK tentang ekonomi kemandirian berbasiskan kerakyatan perlu diapresiasi. Namun sangat disayangkan jika pengembangan ekonomi syariah yang selama ini dikenal mampu menggerakkan sektor riil di masyarakat tidak dijadikan bagian integral dalam visi pengembangan ekonomi pemerintahan Jokowi -JK.

Apalagi di negara negara belahan dunia lainya sudah mengimplementasikan sistem ekonomi syariah sebagai ekonomi alternatif dalam kebijakan ekonomi. "Sudah selayaknya Jokowi-JK memahami ini dan membuat kementerian khusus tentang pengembangan ekonomi syariah dalam 34 Kementerian dan Lembaga (K/L) yang saat ini direncanakan," terangnya.

Oleh karena itu, agar ekonomi syariah menjadi ekonomi alternatif dalam mensejahterakan masyarakat, Dedi berharap agar Jokowi-JK membuat kementerian khusus sehingga visi kemandirian kerakyatan bisa terwujud. Apalagi pengembangan ekonomi syariah merupakan amanah Undang Undang Nomor 21 Tahun 1998, tentang Perbankan Syariah yang merupakan pilar ekonomi syariah.

Seperti diketahui, Tim Transisi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla telahtuntas dalam membahas bentuk 34 Kementerian dan Lembaga (K/L) yang merupakan kabinet pemerintahan mendatang. Akan tetapi format tersebut dirasakan masih janggal dan belum mengakomodir berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. [ardi]

BERITA TERKAIT

SDM Perbankan Jangan Kalah Dengan Mesin

      NERACA   Jakarta - Sumber daya manusia (SDM) perbankan harus bisa berinovasi dalam membuat kebijakan dan terobosan…

Pemerintah Serap Dana Rp8,47 triliun dari Lelang SBSN

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp8,47 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara…

Penerapan Industry 4.0 Buka Peluang Kerja Baru Lebih Spesifik - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Penerapan sistem Industry 4.0 dinilai dapat menghasilkan peluang pekerjaan baru yang lebih spesifik, terutama yang membutuhkan kompetensi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…