Sektor Infrastruktur Jadi Penopang Rekor IHSG

NERACA

Semarang – Mengawali awal pekan kemarin, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memecahkan rekor baru dengan level tertinggi yaitu 5.262. Kondisi ini menjadi prestasi dan angin segar bagi pelaku pasar modal domestic untuk kembali masuk ke bursa, ditengah sentiment negatif fluktuasi nilai tukar rupiah.

Menurut Branch Manajer PT Danareka Sekuritas Semarang, Melcy RS Makarawang, kenaikan laju indeks BEI dipicu sektor infrastruktur,”Kemarin IHSG dibuka dari titik tertinggi yaitu di level 5217-5241 dan kenaikan ini sempat membuat level tertinggi baru yaitu 5262," ujarnya di Semarang, Selasa (9/9).

Dia mengungkapkan, beberapa saham yang turut memberikan andil dalam kenaikan IHSG tersebut di antaranya Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), Bank Sinarmas (BSIM), Alumindo Light Metal Industry (ALMI), Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI), PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), dan Reliance Securities (RELI),”Kenaikan IHSG ini dipimpin oleh sektor infrastruktur, di mana kenaikan disumbangkan saham TLKM dan EXCL, sektor kedua adalah perdagangan dan finance," jelasnya.

Melcy mengatakan, sektor infrastruktur menarik bagi investor karena Presiden Indonesia terpilih periode 2014-2019 menjadikan perbaikan infrastruktur sebagai program yang harus segera dikerjakan. Menurutnya, level tertinggi tersebut berpotensi naik lagi mengingat masih banyak investor asing yang akan melihat susunan kabinet pada pemerintahan baru mendatang,”Sektor lain yang berpengaruh terhadap aksi investor adalah mengenai pengelolaan uang negara, di antaranya untuk kasus subsidi BBM dan kenaikan TDL. Kebijakan tersebut nantinya akan berpengaruh positif atau negatif,"katanya.

Dia menambahkan, jika semua berjalan baik maka ke depannya IHSG berpotensi kembali menguat, meski demikian tetap ada beberapa hal yang diwaspadai."Akan riskan jika Bank Indonesia menaikkan bunga mengingat The Fed akan menaikkan bunganya. Kondisi ini yang dilihat oleh investor tidak baik untuk pertumbuhan ekonomi ke depan, risikonya bagi perekonomian Indonesia yaitu IHSG bisa turun lagi," jelasnya.

Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan saham di BEI Senin awal pekan, IHSG ditutup menguat 29,148 poin (0,56%) ke level 5.246,483. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 6,145 poin (0,69%) ke level 892,723,”IHSG BEI kembali mencatatkan rekor tertingginya seiring dengan keyakinan investor terutama asing terhadap ekonomi domestik yang masih stabil di tengah kondisi global yang melambat,”kata analis PT Asjaya Indosurya Securities, Williams Surya Wijaya.

Dirinya mengemukakan bahwa investor asing kembali mencatatkan beli bersih saham (foreign nett buy) sebesar Rp561,191 miliar. Masih masuknya investor asing, lanjutnya, merupakan kepercayaan terhadap makro ekonomi Indonesia yang masih cukup kuat dan tumbuh sesuai terget pemerintah di kisaran 5,1-5,5% pada tahun ini.

Selain itu, cadangan devisa Indonesia yang mengalami kenaikan pada akhir Agustus 2014 mencapai US$ 111,2 miliar menambah sentimen bagi pasar saham domestik,”Naiknya cadangan devisa itu berdampak positif terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi domestik dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ke depan,”paparnya.

Di sisi lain, kata Williams Surya Wijaya, proses transisi menuju pemerintahan baru cukup kondusif sehingga menambah kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia ke depan dapat lebih baik,”Situasi yang positif di dalam negeri menunjukan bahwa kenaikan IHSG BEI masih terus berlanjut,”paparnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Pengamat: Sektor Properti Bakal Didorong Generasi Milenial

Pengamat: Sektor Properti Bakal Didorong Generasi Milenial NERACA Jakarta - Pengamat properti dan pendiri Panangian School of Property, Panangian Simanungkalit…

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

Infrastruktur Investasi Negeri

Oleh: Muhklis Kuncoro Wibowo, Staf KPP Penanaman Modal Asing Lima, DJP *) Infrastruktur merupakan sarana yang sangat vital untuk mendukung…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…