Jembatan Merah Putih Di KTI Beroperasi 2014

Selasa, 23/08/2011

NERACA

Jakarta - Pemerintah pusat memperkirakan pembangunan proyek Jembatan Merah Putih (JMP) yang sedang berjalan diperkirakan selesai dan beroperasi 2014. Posisi JMP berada di Kawasan Timur Indonesia, tepatnya di Teluk Dalam Pulau Ambon yang menghubungkan Kecamatan Sirimau pada sisi utara dan Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan. "Jadi pertengahan tahun 2014 baru bisa beroperasi," kata Dijen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto kepada wartawan di Jakarta,22/8

Menurut Djoko, Jembatan dengan panjang mencapai 1,060 km itu telah dilakukan proses groundbreaking pekan lalu dan biaya pembangunan JMM Galala-Poka Kota Ambon mencapai Rp 249,614 miliar didanai APBN tahun 2011-2013. "Jembatan ini akan menjadi yang paling panjang di kawasan timur, sebelumnya ada Jayapura bridge sekitar 900 meter," ungkapnya

Lebih jauh kata Djoko, gagasan membangun jembatan ini sejatinya sudah ada sejak 1995 lalu. Namun adanya kerusuhan di Ambon beberapa tahun lalu, membuat pemerintah pusat menunda proyek tersebut. "Kenapa namanya JMM itu untuk memperkuat nasionalisme masyarakat Maluku pasca kerusuhan," jelasnya.

Pembangunan proyek yang murni didanai APBN ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pertama untuk pembangunan jembatan pendekat pada tahun 2011-2013, dan tahap kedua untuk pembangunan bentang utama jembatan di 2013 sampai pertengahan 2014.

Pembangunan jembatan ini selain bertujuan untuk menunjang pengembangan fungsi kawasan Teluk Ambon, juga untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh kendaraan dari Kota Ambon ke pintu keluar di Bandara Internasional Pattimura serta ke kawasan Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah sehingga dapat mengurangi biaya operasional kendaraan.

Dengan panjang mencapai 1,060 km diharapkan dapat memperlancar proses distribusi dan membuat biaya transportasi menjadi lebih murah. Saat ini, transportasi antar kedua wilayah tersebut menggunakan 3 unit kapal feri, jalan darat memutari separuh Teluk Ambon sepanjang sekitar 30 km, atau menggunakan perahu tradisional milik warga.

Sampai saat ini jembatan terpanjang di Indonesia masih dipegang oleh Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 km di kawasan Barat Indonesia. Namun sayangnya, urgensi pembangunan Jembatan Merah Putih yang akan menghabiskan dana Rp 650 miliar mulai dipertanyakan. Alasanya masih banyak infrastruktur jalan penghubung antarkabupaten di Maluku yang buruk ditambah sarana transportasi laut belum memadai.

Bahkan ruas jalan Namlea, Kabupaten Buru, ke Namrole, Kabupaten Buru Selatan, misalnya, sepanjang sekitar 30 kilometer berupa jalan tanah. Begitu pula di ruas jalan penghubung antarkabupaten di Banggoi, Kabupaten Seram Bagian Timur, jalan sepanjang 15 kilometer masih berupa lapisan pasir dan batu. "Jalan penghubung antarkabupaten lebih penting daripada Jembatan Merah Putih. Jalan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, apalagi Buru Selatan dan Seram Bagian Timur adalah kabupaten yang baru dimekarkan," ujar Ketua Komisi D DPRD Maluku Suhfi Majid. **cahyo