Mendukung Kebijakan Pemerintah Pilihan Rakyat - Oleh : Citrasari Utami, Pemerhati Kebijakan Publik

Pemerintahan Presiden SBY saat ini sudah berjalan 10 tahun menandakan akhirnya masa kekuasaan presiden SBY. Dalam perjalanan 10 tahun pemerintahannya, SBY pernah merasakan kesulitan dalam mengatur dan memimpin pemerintahan, namun terbukti hingga kini pada periode keduanya mampu menuntaskan sampai akhir masa jabatannya. Salah satu contoh keberhasilan pemerintahan SBY adalah saat krisis minyak global pada tahun 2005, 2008, dan 2013, ketika tahun 2008 krisis global yang melanda semua negara namun ekonomi Indonesia mampu tumbuh positif.

Berbeda dengan Presiden SBY, pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 2014 saat ini sedang bersiap-siap dalam rangka menantikan seremonial pelantikan resmi dirinya menjabat sebagai presiden pada 20 Oktober 2014 mendatang setelah memperoleh suara 53.15%. presiden terpilih Joko Widodo yang saat ini masih berstatus Gubernur Jakarta masih harus bersabar dalam merealisasinya janji-janjinya pada saat kampanye Pilpres.

Kedepannya dalam menjalankan pemerintahan, Presiden terpilih Joko Widodo memiliki fokus beberapa program kerja agar hingga pada masa akhir jabatannya pada 2019 dapat terlaksana dengan baik. Terdapat beberapa sektor yang ditekankan akan dijalankan pada pemerintahan Jokowi, beberapa sektor ini terdiri atas sektor-sektor yang memiliki peranan vital bagi kemajuan bangsa dalam jangka waktu 5 tahun kedepan. Pemaparan program kerja yang lebih lengkap disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Berikut sejumlah program yang dipaparkan Jokowi sebagai visi misinya yang akan diperjuangkan bersama cawapres-nya Jusuf Kalla:

1. Sektor pendidikan: Pemerintahan Jokowi-JK menekankan pada revolusi mental. Revolusi mental dimulai secara efektif sejak jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar. Siswa SD akan mendapatkan materi tentang pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan etika sebesar 80 persen. Sementara itu, ilmu pengetahuan hanya 20 persen. Selain itu, akanada peningkatan jumlah SMK di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pelajarnya.

2. Sektor pertanian: Saat ini Indonesia kehilangan orientasi untuk membangun sektor pertanian. Indonesia, tidak pernah lagi memunculkan varietas-varietas unggul. Bahkan, satu hektar lahan pertanian di Indonesia hanya dapat menghasilkan maksimal 4,5 ton, sementara di negara lain bisa mencapai 8-9 ton

3.SektorMaritim: Kalah bersaingnya nelayan-nelayan lokal karena ketertinggalan dalam bidang teknogi dibanding nelayan-nelayan asing. Hal itu, menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga ikan di pasaran.

4.Sektor Energi: Di bidang energi, subsidi BBM dan subsidi listrik yang masih besar atau sekitar Rp 70 triliun. Daripada secara terus-menerus memberikan subsidi BBM, lebih baik memaksimalkan gas dan batubara yang jauh lebih murah.

5.Bidang Infrastruktur:Di bidang infrastruktur, pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api masih kurang. Apabila infrastruktur laut dapat dimaksimalkan, maka ke depannya tidak ada lagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain.

6.Sistem Administrasi birokrasi: Melakukan pembenahan di bidang administrasi dan birokrasi sepertipenerapan sistem elektronik dan jaluronlinedalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya. Sistem tersebut adalah sistem yang saat ini diterapkannya di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.menerapkan e-budgeting, e-purchasing, e-catalogue, e-audit, pajak online, IMB online.

Keenam kebijakan yang menjadi focus utama pemerintahan Jokowi-JK merupakan strategi pembangunan untuk meningkatkan kualitas bangsa Indonesia. Kedepannya, tentu tidak mudah bagi pemerintahan yang baru dalam menerapkan berbagai kebijakan yang baru. Terdapat penilaian yang berbeda dalam pemikiran masyarakat mengenai kebijakan baru yang akan segera direalisasikan oleh pemerintahan Presiden terpilih Jokowi-JK. Apalagi, menjelang pergantian pemerintah maka masyarakat juga harus melakukan penyesuaian terhadap peraturan baru tersebut. Namun, masyarakat tidak perlu mencemaskan berbagai kebijakan yang akan diberikan oleh pemerintahan mendatang.

Pada pemerintahan Presiden SBY, masyarakat dapat menikmati berbagai pertumbuhan yang dialami Indonesia, bahkan Presiden SBY dapat memimpin Indonesia hingga dua periode. Hal ini menunjukan bahwa pergantian Presiden merupakan jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas Indonesia kedepannya. Melalui kebijakan ini, masyarakat dapat berpartisipasi melalui program pemerintah. Berpartisipasi dalam program pemerintah merupakan suatu bentuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kita tidak perlu meragukan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, namun kita cukup mendukung dan mengawasi menunggu jalannya pemerintahan serta hasil yang akan diberikan melalui program-program pemerintah yang akan datang. Selamat Berjuang Bapak Jokowi-JK semoga lebih baik.***

BERITA TERKAIT

Sadari Listrik Sebagai Urat Nadi Perekonomian Rakyat

Oleh: Muhammad Razi Rahman  Penulis Bill Bryson, yang memiliki dwi kewarganegaraan AS-Inggris, pernah menulis bahwa dunia telah lupa bagaimana sukarnya…

Kemenkeu Kejar Utang 22 Obligor BLBI - GLOBAL BOND JAGA ARUS KAS PEMERINTAH

Jakarta-Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu terus mengejar 22 obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang hingga kini belum…

Produk Otomotif China Tambah Pilihan Bagi Konsumen

Dua industri otomotif asal Tiongkok yakni PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dan PT Sokonindo Automobile tahun ini resmi memasuki…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Pengawasan Perbankan dan Harga Minyak

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis   Bagi negara net importir minyak seperti Indonesia, naiknya…

Saat Obligasi Pemerintah Mengancam Industri Perbankan

  Oleh: Djony Edward Langgam pengaturan bunga di industri keuangan belakangan sedikit tercoreng, terutama dengan gencarnya penerbitan Surat Utang Negara…

Memaknai Peringatan Hari Anti Korupsi

  Oleh: Ardianus Wiguna, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional FISIP-UI   Korupsi dalam bahasa Latin corruptio dari kata kerja corrumpere yang…