Semen Indonesia Sumbang PAD Tuban 40%

NERACA

Jakarta - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengaku kehadiran pabriknya di berbagai daerah telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar 20-40%. Hal ini tentu sangat signifikan dalam menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut,”Baik di Tuban, Padang atau Tonasa, kegiatan pabrik Semen Indonesia tentunya banyak berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Selain tenaga kerja yang bisa diserap, pembayaran pajak akan menambah besar pendapatan daerah,” kata Direktur Produksi PT Semen Indonesia Tbk, Suparni di Jakarta, kemarin.

Kehadiran pabrik Semen Indonesia di Tuban sejak tahun 1994 terus mengalami pertumbuhan. Dimana investasi perseroan yang cukup besar juga telah menyumbang pada terdongkraknya produk domestik regional bruto (PDRB) Tuban yang pada tahun 2013 mencapai Rp27,5 triliun.

Hal senada dikatakan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, sejak kehadiran Semen Indonesia di Tuban telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan pada tahun 2013 Semen Indonesia menyumbang sekitar 40% terhadap perolehan PAD Tuban yang mencapai Rp260 miliar.

Noor mengungkapkan, tenaga kerja yang terserap oleh pabrik Semen Indonesia telah membuat daya beli masyarakat juga meningkat, sehingga roda perekonomian Tuban berputar. Dirinya menyakini, jika Semen Indonesia membangun pabrik di daerah lain seperti di Rembang, maka perekonomian di daerah tersebut juga akan meningkat,”Buktinya sudah ada di Tuban, jadi bukan tidak mungkin daerah lain juga akan tumbuh seperti Tuban kalau Semen Indonesia membangun pabriknya di daerah tersebut,” paparnya.

Mengenai keterjagaan lingkungan hidup, Noor menjelaskan, pabrik Semen Indonesia di Tuban telah mendapatkan penilaian proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), sehingga hampir tidak ada protes dari masyarakat soal pencemaran lingkungan.

Menurut dia, Semen Indonesia juga akan bisa menjaga lingkungan dengan baik dalam pembangunan pabrik di Rembang seperti yang dilakukan di Tuban,”Saat ini hampir sudah tidak ada keluhan dari masyarakat mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pabrik semen di Tuban baik masalah debu ataupun ketersediaan air bersih," jelas Noor.

Lebih lanjut Suparni menjelaskan, untuk menjaga lingkungan hidup, perseroan rela mengeluarkan investasi yang tidak sedikit. Dia mengaku untuk menjaga agar cerobong di pabrik tidak mengeluarkan asap atau debu, perseroan rela mengeluarkan investasi sebesar Rp100 miliar,”Jadi untuk menjaga lingkungan kami keluarkan berapapun biayanya. Itu jadi komitmen kami yang utama. Jadi bisa dilihat tidak ada gangguan kesehatan pada masyarakat. Kalau memang pabrik di Tuban mencermari lingkungan, maka karyawan pabrik yang akan terkena duluan. Tapi kami semua sehat, kalau pun terkena penyakit yakni kolesterol,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Produk Indonesia Jelajah Lebih dari 100 Negara

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengaku senang karena ada produk dengan merek asli Indonesia yang telah "menjajah" lebih dari…

Wakil Presiden - Muslim Indonesia Kurang Terapkan Nilai-nilai Islami

Jusuf Kalla Wakil Presiden  Muslim Indonesia Kurang Terapkan Nilai-nilai Islami Bengkulu - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai umat muslim di…

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…