BEI Suspensi Saham Asuransi Bintang

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), akhirnya pihak BEI memutuskan untuk menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy mengemukakan bahwa harga saham ASBI mengalami peningkatan sebesar Rp750 atau 107,14% yaitu dari harga penutupan Rp700 pada 14 Agustus 2014 menjadi Rp1.450 pada perdagangan 9 September 2014.

Oleh karena itu, pihak BEI perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham ASBI dalam rangka 'cooling down' pada perdagangan tanggal 9 September 2014. Disebutkan, penghentian sementara perdagangan saham ASBI itu dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham ASBI.

Kata Irvan, pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan. Sebelumnya, BEI telah meminta konfirmasi kepada perseroan pada 20 Agustus 2014. Kemudian, manajemen ASBI telah memberikan jawaban atas permintaan konfirmasi BEI dan telah diumumkan kepada publik pada 25 Agustus 2014.

Manajemen ASBI mengaku bahwa pihaknya tidak memiliki rencana tindakan aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa atau paling tidak dalam tiga bulan mendatang.

Selain itu, perseroan juga telah memberikan informasi terakhir pada 1 September 2014 mengenai registrasi pemegang efek,”BEI mengimbau investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum melakukan keputusan investasi," papar Irvan Susandy. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham PT Mahaka Media Tbk

Selang setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk UMA, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akhirnya…

The Duck King Patok IPO Rp 505 Per Saham

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI). menetapkan harga saham dalam…

Cikarang Listrindo Siapkan US$ 20 Juta - Rencanakan Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) berencana pembelian kembali saham atau buyback…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…