Gaji Pegawai BI Naik 14,5%

NERACA

Jakarta - Panitia Kerja Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2015 DPR RI sepakat untuk menaikan gaji hingga 14,5% kepada seluruh pegawai BI termasuk pekerja yang berasal dari agen tenaga kerja melalui sistem outsourcing.Kenaikan gaji maksimum 14,5% itu terdiri dari 5,5% sebagai dampak inflasi dan 9% lainnya berdasarkan prestasi kerja individu pegawai. "Sebanyak 4,5% kenaikan gaji sebagai dampak inflasi yang berlaku sama ke seluruh pegawai BI, termasuk Dewan Gubernur dan maksimum 9% kenaikan gaji berdasar 'merit system' yaitu prestasi kerja individu pegawai," kata Ketua Panja RATBI 2013 dari Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis, di Jakarta, Senin (8/9).

Tidak seluruh pegawai BI mendapatkan kenaikan gaji "merit system", melainkan hanya pegawai yang dianggap berprestasi. Dan bila ada pegawai BI yang dianggap tidak bekerja maksimal, maka tidak akan memperoleh kenaikan "merit system", melainkan hanya naik 4,5% yang berlaku umum.

"Kalau ada Kepala BI dianggap tidak berhasil menekan inflasi, berarti bobot 9% dikurangi dan kalau gagal sama sekali bisa jadi nol persen," ujar Harry.Dalam rapat yang digelar Minggu (7/9) pekan lalu, Panja juga menyepakati agar kenaikan gaji dengan pola yang sama juga diberlakukan untuk pegawai "outsourcing" yang jumlahnya mencapai 1.200 orang. "Termasuk 'benefits' utk para pensiunan BI dan juga Badan Supervisi Bank Indonesia yang dilakukan sesuaai keputusan Dewan Gubernur BI," ungkap Harry.Selain itu, Panja juga sepakat agar BI tetap membayar gaji pegawai BI yang ditugaskan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai UU OJK sampai akhir 2016 atau sampai masing-masing pegawai tersebut menetapkan pindah ke OJK.

Panja mengalokasikan anggaran untuk OJK dalam RATBI 2015 sebesar Rp957 miliar.Harry juga menjelaskan agar dilakukan juga kebijakan kepegawaian yang pro gender (posisi sekarang pegawai BI 70% pria dan 30% wanita tapi makin tinggi jabatan makin kecil porsi wanitanya), juga kebijakan yang memperhatikan putra daerah sesuai tempat wilayah operasi BI dan kebijakan meningkatkan kompetensii SDM BI dengan menyekolahkan SDM yang potensial sampai ke jenjang S3 di dalam negeri dan luar negeri.

Dalam dokumen rapat, disebutkan gaji gubernur BI Rp 194,19 juta per bulan. Sementara gaji deputi gubernur senior (DGS) BI Rp174,77 juta per bulan, gaji deputi gubernur (DG) BI Rp155,35 juta per bulan, gaji pegawai eselon 1 BI Rp97,51 juta, gaji eselon 2 Rp58,91 juta, gaji eselon 3 Rp31,91 juta, gaji eselon 4 Rp21,06 juta, dan asisten manajer Rp14,72 juta, serta gaji staf Rp7,33 juta.

Harry pernah mengatakan, selain gaji pokok, pegawai BI juga mendapatkan sejumlah tunjangan."Di samping gaji setiap pegawai mendapat juga tunjangan-tunjangan seperti tunjangan insentif (tergantung kinerja), tunjangan THR, tunjangan cuti tahunan dan tunjangan lembur (untuk staf ke bawah)," pungkasnya. [mohar]

BERITA TERKAIT

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih - Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M NERACA Depok - ‎Kondisi format APBD Kota Depok…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…

Aset Bank Sulutgo Naik 11%

    NERACA   Manado - Aset Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo) mengalami peningkatan sebesar 11,01 persen pada…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…