Greenwood Pilih Pinjaman Bank Rp 400 Miliar - Danai Proyek Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnis, PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) yang merupakanperusahaan di bidang properti ini melalui anak usahanya, yaituPT Trisakti Makmur Persada, akan melakukan pinjaman kepada pihakperbankan sekitar Rp 400 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (8/9).

Sekretaris Perusahaan PT Greenwood Sejahtera Tbk, Linda Halimmengatakan, pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayaipembangunan proyek-proyek anak usaha perseroan. Dirinya menambahkan, perseroan memiliki sebesar 99,99% saham di PTTrisakti Makmur Persada.

Tercatat, pada semester I-2014 ini laba bersih perseroan sebesar Rp111,40 miliar atau Rp 14,33 per saham meningkat sebesar 43,06% biladibandingkan dengan laba bersih pada semester I tahun 2013 sebesar Rp76,29 miliar atau Rp 9,78 per saham. Sementara itu, pendapatan pokokperseroan mengalami kenaikan dari Rp 50,47 miliar pada semester Itahun 2013 menjadi Rp 108,12 miliar pada semester I tahun 2014.Sedangkan, beban pokok perseroan mengalami penurunan dari Rp 23,14miliar menjadi Rp 19,91 miliar. Beban usaha dan lainnya perseroan mengalamipenurunan dari Rp 33,61 miliar menjadi Rp 46 miliar.

Sebelumnya PT Greenwood Sejahtera Tbk memperluas lahannya di Surabaya dengan melakukan pembelian lahan sebesar Rp120 miliar dari PT Bangun Gitanusa Sarana. Dalam perjanjian pengikatan jual beli lahan yang dilakukan kedua belah pihak, luas lahan yang disepakati adalah 3.578 meter persegi. Disebutkan, perseroan membeli lahan yang terletak di Jl. Abdul Wahab Siamin, Kelurahan Dukuh Pakis, Surabaya milik PT Bangun Gitanusa Sarana. Penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli ini sendiri dilakukan pada 21 Februari 2014. Transaksi tersebut menurut perseroan bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi material sehingga tidak memiliki benturan kepentingan.

Untuk mendukung kinerjanya di bisnis properti, perseroan menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan tower perkantoran kedua dan ketiga di atas lahan seluas 3,2 hektar dengan nilai akuisisi lahan sebesar Rp 600 miliar. Direktur PT Greenwood Sejahtera Tbk, Dedy Soetianto pernah mengatakan, tower kedua dan ketiga itu merupakan rangkaian dari tiga tower perkantoran The Citi Center (TCC) Batavia. Adapun pembangunan untuk tower pertamanya telah diselesaikan pada 12 Desember 2012.

Menurut Dedy, pihaknya menganggarkan dana untuk akuisisi lahan TCC tahap kedua dan ketiga sebesar Rp 382,44 miliar yang didapatkan dari perolehan penawaran perdana saham dan kas internal. Sebagai catatan, sepanjang tahun 2013, perseroan membukukan penurunan laba bersih 66,76%. Perseroan membukukan laba bersih Rp144,36 miliar, turun signifikan dari Rp434,31 miliar.

Disebutkan, penurunan tersebut terjadi seiring dengan penurunan pendapatan serta adanya lonjakan beban bunga dan keuangan. Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan pendapatan Rp91,92 miliar, anjlok 87,12% dari Rp713,85 miliar.

Beban pokok pendapatan tercatat menyusut 90,56% menjadi Rp31,55 miliar dari Rp334,09 miliar. Akibatnya, laba kotor perseroan turun 84,1% menjadi Rp60,37 miliar dari Rp379,76 miliar. Beban usaha, yang terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi, tercatat turun 17,69% menjadi Rp80,49 miliar dari Rp97,79 miliar.

Adapun, pada 2013 perseroan membukukan rugi usaha Rp20,12 miliar dari sebelumnya mencetak laba usaha Rp281,97 miliar. Kinerja perseroan semakin tertekan dengan adanya lonjakan beban bunga dan keuangan sebanyak 1.314% menjadi Rp917,94 miliar dari Rp64,91 miliar.

Namun, perseroan masih bisa membukukan laba bersih karena mendapat keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp5,61 miliar dan kenaikan keuntungan lainnya 209,05% menjadi Rp2,22 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Banten Dukung GPN Bank Indonesia

Bank Banten Dukung GPN Bank Indonesia NERACA Cilegon - PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten), selaku bank milik…

Pertemuan IMF-World Bank Beri Dampak 0,64% ke Ekonomi Bali

    NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Pertemuan Tahunan IMF-WB dapat memberikan dampak…

Bank Perlu Diarahkan Pembiayaan Pangan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Perbankan di Indonesia perlu didorong memahami pentingnya penyaluran pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan karena bermanfaat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kondisi Ekonomi Masih Baik - Minat Perusahaan Untuk IPO Tetap Tinggi

NERACA Jakarta - Nilai tukar rupiah yang sempat mengalami depresiasi cukup dalam dan memberikan sentimen negaif terhadap kondisi indeks harga…

Debut Perdana di Pasar Modal - Saham PANI Oversubscribed 14 Kali

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…