Pemerintah Puter Otak Selamatkan Garuda - Bukukan Rugi Rp 2,3 Triliun

NERACA

Jakarta – Besarnya beban utang yang ditanggung PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), lambat tapi pasti bakal menjadi bom waktu yang akan memperburuk keberlanjutan bisnis maskapai penerbangan plat merah ini dan anak usahanya kedepan. Oleh karena itu, hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah agar Garuda Indonesia tidak menjadi perusahaan BUMN yang sakit.

Maka untuk mengurangi beban utang dan rugi Garuda Indonesia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus putar otak bagaimana mensiasatinya. Bahkan pihaknya mengklaim, setelah bertemua dengan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk telah menemukan 25 ide untuk mengatasi kerugian dari perseroan, “Hasil rapat dengan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar telah menemukan 25 ide untuk mengatasi kerugian yang diperkirakan terjadi tahun ini,”kata Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan di Jakarta, Senin (8/9).

Namun sayangnya, Dahlan belum mau membeberkan 25 gagasan tersebut. Hanya saja dijelaskan, dalam pertemuan tersebut banyak menghasilkan ide dan usulan yang bermanfaat untuk mengatasi kerugian Garuda Indonesia. Sebagai informasi, sepanjang semester pertama tahun ini, perseroan membukukan rugi bersih US$ 211,7 juta, atau sekitar Rp2,3 triliun. Angka kerugian ini membengkak dibandingkan rugi bersih periode sama tahun lalu sebesar US$10,7 juta.

Sebelumnya, Emirsyah Satar pernah bilang, pada semester kedua tahun ini, pihaknya merencanakan beberapa langkah untuk bisa menekan angka kerugian perseroan, di antaranya dengan melakukan restrukturisasi rute,”Kita lakukan restrukturasi rute,”kata Emir.

Dirinya menilai, rute-rute yang dianggap kurang menguntungkan bagi perseroan akan ditutup baik domestik maupun internasional. Ini sebagai salah satu cara menekan beban perseroan. Salah satu rute internasional yang ditutup diantaranya Mumbai dan Manila. Namun sebaliknya, rute –rute internasional yang menguntungkan tetap di buka.

Selain itu, kata Emir, efisiensi yang terus dilakukan adalah peremajaan armada pesawat yang sudah tua dan boros bahan bakar,”Pesawat-pesawat lama yang mau kita pakai lebih panjang, kita cepat jual, kita kuatkan. (Pembelian pesawat baru) schedule-nya tetap tapi yang lama-lama yang kita mau perpanjang tidak kita perpanjang. Kita tutup, kita kurangi, dan ekspansi kita kurangi," tandasnya.

Lanjutnya, dibalik kerugian yang di derita perseroan disebabkan bisnis penerbangan yang diklaimnya tengah mengalami perlambatan. Bahkan, beberapa maskapai penerbangan pun merugi akibat perlambatan ini. Fluktuasi nilai tukar rupiah, tingginya harga avtur, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi menjadi beberapa alasan lesunya bisnis penerbangan.

Diakui Emir, saat ini bisnis penerbangan baik global maupun domestik tengah mengalami berbagai tekanan disebabkan beberapa faktor seperti depresiasi nilai tukar rupiah, tingginya harga bahan bakar (avtur), dan perlambatan ekonomi,”Berbagai perusahaan penerbangan mengalami perlambatan dan bahkan beberapa maskapai mengalami kerugian, sebagaimana perusahaan penerbangan, ini akibat depresiasi nilai tukar, harga bahan bakar dan perlambatan ekonomi,”ungkapnya.

Kendatipun demikian, Emir menyakini, Garuda Indonesia bisa keluar dari tekanan tersebut dengan melakukan berbagai upaya untuk kembali menyehatkan kinerja keuangan perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

Berikan Kejelasan Bagi Investor - OJK Ganti Rugi Korban Pelanggaran Pasar Modal

NERACA Jakarta – Meskipun di indutri pasar modal sudah memiliki lembaga yang melindungi dana nasabah atau Indonesia Securities Investor Protection…

Agar Pemerintah Benahi Kekacauan Tata Niaga Impor Pangan

NERACA Jakarta – Pemerintah diminta membenahi kekacauan tata niaga impor pangan nasional terutama yang terkait dengan tata produksi, distribusi, serta…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…