RI-Tiongkok Perkokoh Kerjasama Akuakultur - Tingkatkan Investasi dan Transfer Teknologi

NERACA

Jakarta - Indonesia dengan China kembali memperkuat kerjasamanya di bidang kelautan dan perikanan khususnya di bidang perikanan budidaya. Dalam rangkaian kegiatan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Sharif C. Sutardjo, menghadiri APEC Ocean Related Minister Meeting (AOMM) ke 4 beberapa waktu lalu di Xiamen, Beijing dan Hongkong, MKP dengan didampingi oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, melakukan pembahasan inisiasi kerjasama di bidang akuakultur dengan Guangdong Hengxing Group Co., Ltd dan China Southern Association for International Friendly Contact dari China.

“Kerjasama ini akan didorong untuk meningkatkan penguasaan teknologi terkini tenatng akuakultur oleh para peneliti dan perekayasa Indonesia. Disamping itu juga diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran produk perikanan Indonesia di China khususnya di Hongkong dan sekaligus menarik investor dari Hongkong untuk menanamkan modalnya di bidang perikanan budidaya di Indonesia,” kata Slamet di Jakarta, Senin (8/9).

Slamet lenih jauh mengatrakan bahwa Indonesia dengan potensi perikanan budidaya yang cukup besar yaitu 17,74 juta ha dan pemanfaatannya terus akan di tingkatkan. “Dengan ketersediaan teknologi, jaringan pasar yang baik dan komoditas unggul yang diminati oleh pasar global, Indonesia akan terus melakukan kerjasama dengan Negara lain termasuk China dalam hal peningkatan investasi. Apalagi khusus untuk komoditas udang, saat ini udang dari Indonesia memiliki keunggulan bebas dari penyakit dan menggunakan teknologi yang sudah mapan dari intensif sampai dengan super intensif. Sehingga investor asing tidak perlu khawatir untuk menanamkan modalnya di Indonesia,” tambah Slamet.

Guangdong Hengxing Group Co., Ltd merupakan salah satu perusahaan swasta terkemuka asal China yang bergerak dibidang produk pakan, akuatik, pembenihan, dan perdagangan domestic dan internasional. Sementara itu, China Southern Association for International Friendly Contact (CAIFC) merupakan organisasi kemasyarakatan yang terkenal di Tiongkok Bagian Selatan yang bergerak dalam bidang hubungan, komunikasi di dalam industri dan kerjasama antara entitas ekonomi. “Dukungan dari investor-investor sangat diperlukan agar bisnis akuakultur di Indonesia dapat lari dengan cepat. Tentunya dengan tetap memperhatikan dampak peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pembudidaya kita dan mampu menggerakkan perekonomian di daerah maupun nasional,” papar Slamet.

Kebijakan industrialisasi perikanan budidaya berbasis blue economy juga menjadi landasan terbentuknya kerjasama ini. Saat ini China juga sedang mengembangkan konsep blue economy di negaranya. “Melalui kerjasama ini, kita juga akan menyerap teknologi yang dikembangkan oleh China dalam menerapkan blue economy, sehingga industrialisasi perikanan budidaya berbasis blue economy akan juga segera di kembangkan. Saat ini DJPB sedang mengembangkan kawasan perikanan budidaya berbasis blue economy di Propinsi NTB dan NTT bekerjasama dengan FAO,” pungkas Slamet.

BERITA TERKAIT

Bauxite Club Buka Peluang Kerjasama

      NERACA   Jakarta - Komite Ekonomi dan Industri Nasional menilai forum dialog antarnegara kaya mineral khususnya komoditas…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Riil - Menperin Nilai Indonesia Siap ke Arah Industri Berbasis Digital

NERACA Jakarta – Pelaku industri nasional perlu memanfaatkan perkembangan bisnis dan teknologi dari era ekonomi digital saat ini, seperti yang…

KKP Bikin Percontohan Teknologi RAS Pada Unit Pembenihan Rakyat

NERACA Yogyakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan tinjauan langsung ke Unit Pembenihan Rakyat (UPR) di desa wisata…

Dunia Usaha - Penerapan Industry 4.0 Buka Peluang Kerja Baru Lebih Spesifik

NERACA Jakarta – Penerapan sistem Industry 4.0 dinilai dapat menghasilkan peluang pekerjaan baru yang lebih spesifik, terutama yang membutuhkan kompetensi…