Catatkan Rekor Baru, IHSG Rawan Koreksi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 29,148 poin (0,56%) ke level 5.246,483. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 6,145 poin (0,69%) ke level 892,723,”IHSG BEI kembali mencatatkan rekor tertingginya seiring dengan keyakinan investor terutama asing terhadap ekonomi domestik yang masih stabil di tengah kondisi global yang melambat,”kata analis PT Asjaya Indosurya Securities, Williams Surya Wijaya di Jakarta, Senin (8/9).

Dirinya mengemukakan bahwa investor asing kembali mencatatkan beli bersih saham (foreign nett buy) sebesar Rp561,191 miliar pada perdagangan Senin awal pekan ini. Menurut dia, masih masuknya investor asing itu merupakan kepercayaan terhadap makro ekonomi Indonesia yang masih cukup kuat dan tumbuh sesuai terget pemerintah di kisaran 5,1-5,5% pada tahun ini.

Selain itu, cadangan devisa Indonesia yang mengalami kenaikan pada akhir Agustus 2014 mencapai US$ 111,2 miliar menambah sentimen bagi pasar saham domestik,”Naiknya cadangan devisa itu berdampak positif terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi domestik dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ke depan,”paparnya.

Di sisi lain, lanjut Williams Surya Wijaya, proses transisi menuju pemerintahan baru cukup kondusif sehingga menambah kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia ke depan dapat lebih baik,”Situasi yang positif di dalam negeri menunjukan bahwa kenaikan IHSG BEI masih terus berlanjut,”paparnya.

Kendati demikian, lanjutnya, investor diharapkan tetap waspada dan secara historis setelah IHSG BEI menembus rekor akan terjadi koreksi, kondisi itu merupakan masa-masa pelaku pasar saham mengakumulasi keuntungan. Perdagangan Senin kemarin, aksi beli hampir terjadi di seluruh lapisan saham. Enam sektor berhasil menguat, sayagnya empat sektor terkena aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 243.715 kali dengan volume 5,2 miliar lembar saham senilai Rp 5,8 triliun. Sebanyak 185 saham naik, 144 turun, dan 101 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia bergerak mixed cenderung melemah diawal perdagangan. Hanya bursa Jepang dan Indonesia yang bisa bertahan di zona hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 2.450 ke Rp 18.450, Pool Advista (POOL) naik Rp 560 ke Rp 2.900, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 450 ke Rp 5.550, dan XL Axiata (EXCL) naik Rp 450 ke Rp 6.925. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 375 ke Rp 6.475, Bali Towerindo (BALI) turun Rp 250 ke Rp 2.200, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 30.900, dan Sorini Agro (SOBI) turun Rp 200 ke Rp 2.600.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup melaju 35,530 poin (0,68%) ke level 5.252,865. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 5,924 poin (0,67%) ke level 892,502. Aksi beli hampir terjadi di seluruh lapisan saham. Sembilan sektor berhasil menguat, hanya sektor aneka industri yang masih melemah. Rekor intraday tertinggi IHSG ada di 5.262,568.

Sentimin positif datang dari Tiongkok dengan necara perdagangannya yang mencatat surplus dan menanjak 77,8% mencetak rekor tertinggi sebesar US$ 49,8 miliar (Rp 500 triliun) di bulan Agustus. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 110.283 kali dengan volume 2,4 miliar lembar saham senilai Rp 2,5 triliun. Sebanyak 208 saham naik, 55 turun, dan 84 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mixed hingga sesi pertama. Sentimen dari Tiongkok belum dimanfaatkan pelaku pasar untuk aksi beli. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 2.450 ke Rp 18.450, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.100 ke Rp 14.000, Pool Advista (POOL) naik Rp 560 ke Rp 2.900, dan XL Axiata (EXCL) naik Rp 425 ke Rp 6.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 100 ke Rp 4.000, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 85 ke Rp 3.865, Inovisi (INVS) turun Rp 80 ke Rp 1.150, dan Bayan (Bayan) turun Rp 50 ke Rp 6.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 26,22 poin atau 0,50% menjadi 5.243,55, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,44 poin (0,84%) ke level 894,01 "Kembali positifnya nilai tukar rupiah dan pelaku pasar asing yang diperkirakan kembali melakukan aksi beli saham domestik mendorong IHSG bergerak menguat," kata Analis Riset Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada.

Dirinya mengemukakan bahwa penguatan rupiah seiring dengan penerbitan sukuk global senilai US$ 1,5 miliar oleh pemerintah Indonesia yang cukup disambut positif investor global. Dia menambahkan,

saham-saham di sektor komoditas, terutama yang berhubungan dengan minyak sawit mentah (CPO) juga masih menunjukkan kenaikan sehingga memberikan tambahan amunisi bagi IHSG untuk bertahan di area positif.

Kendati demikian, menurut dia, secara teknikal penguatan yang terjadi pada IHSG BEI berada di sekitar area jenuh beli (overbought) sehingga potensi aksi ambil untung (profit taking) masih ada. Namun demikian, diharapkan rilis data-data di pekan depan dapat memberikan respon positif sehingga dapat menahan potensi pelemahan.

Sementara itu, tim analis teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa investor masih menanti kebijakan suku bunga acuan (BI Rate) yang akan dirilis Bank Indonesia pada pekan ini. Namun, lanjut dia, di sisi lain masih adanya potensi aliran dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia yang diperkirakan masih terus terjadi, menyusul rendahnya imbal hasil investasi di Eropa dan AS dapat menahan tekanan bagi indeks BEI.

Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia, sejak awal tahun hingga awal September 2014, asing telah mencatatkan beli bersih (nett buy) senilai Rp57,4 triliun,”Potensi penguatan lanjutan bagi indeks BEI pada awal pekan ini masih terbuka dan akan bergerak di kisaran 5.203-5.228 poin," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 48,63 poin (0,19%) ke level 25.191,52, indeks Nikkei naik 27,52 poin (0,18%) ke level 15.696,20 dan Straits Times melemah 2,60 poin (0,08%) ke posisi 3.339,13. (bani)

BERITA TERKAIT

IHSG Masih Tren Melanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga akhir sesi perdagangan, Rabu (12/12) berbalik melesat naik atau menguat ke…

BI dan Pemerintah Canangkan Syariah jadi Arus Baru Ekonomi

    NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI), pemerintah dan instansi terkait mencanangkan syariah untuk menjadi arus baru ekonomi…

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 92,27%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan 92,27% kontrak baru dari total target…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…