GUBERNUR JAWA BARAT , H. AHMAD HERYAWAN Jalur Mudik Lintas Nagreg Sudah Siap Dipergunakan

Bandung – Dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1432 H, khususnya berkenaan dalam upaya memberikan rasa nyaman kepada para pemudik, maka sarana dan prasarana sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Kesiapan itu menurut Gubernur Jabar, sudah mencapai 95%.

NERACA

Kesiapan tersebut meliputi moda angkutan, infrastruktur jalan dan rambu-rambu seluruhnya telah siap memberikan kenyamanan untuk para pemudik. Selanjutnya, untuk memberikan kenyamanan kepada para pemudik Pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak institusi Kepolisian.

Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan ketika dihubungi wartawan usai menggelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Tahun 2011 di Lapangan Gazibu (22/8) menjelaskan,

khusus untuk jalur Lingkar Nagreg, sudah siap dilintasi kendaraan pemudik pada lebaran 2011. Namun kapan waktu tepat lokasi tersebut dibuka, semua menunggu hasil rembug.

Jalur Nagreg, sudah siap dijadikan ruas jalan yang dilalui para pemudik. Waktu mulai dipergunakannya, menunggu keputusan bersama. Instansi terkait, akan segera melakukan pertemuan untuk membahas hal tersebut.

Pelaksanaan Idul Fitri, yang selalu disertai dengan aktivitas mudik masyarakat untuk berlebaran bersama keluarga dan sanak famili, berimplikasi pada banyaknya ruas jalan yang dilalui pemudik. Ruas jalan tersebut, ada yang berpotensi terjadinya bencana alam seperti longsor.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan, BPBD Jabar, meningkatkan koordinasi dengan masyarakat. Koordinasi dilakukan sampai ke tingkat RW/RT, ungkap Kepala BPBD Jabar, Sigit Ujuwalaprana dalam keteragannya kepada wartawan (22/8).

Sigit, dalam rangka antisipasi bencana alam mengungkapkan untuk di daerah Gunung berapi khususnya di kawasan Gunung Papandayan, masyarakat diminta tetap tenang dan hingga saat ini untuk masyarakat yang berada di sekitar lokasi belum diperlukan upaya pengungsian untuk warga.

Di lokasi tersebut, kepada instansi terkait diminta dua hari sekali diminta memantau kondisi di sekitar lokasi. Jika, ditemukan gejala yang rawan diminta segera melapor kepada BPBD.

Beberapa ruas jalan yang dilalui pemudik , ada yang rawan longsor seperti Cadas Pangeran, Nagreg dan Gentong. Situasi mudik dalam suasana kemarau, bahaya longsor harus diantisipasi mengingat volume kendaraan khususnya kendaraan roda dua diprediksi akan mengalami peningkatan.

Untuk dilokasi seperti itu, ujar Sigit disiapkan alat-alat berat. Jika terjadi longsor, dengan disiagakannya alat berat dapat mempercepat proses evakuasi. djun

Disisi lain Pemkot Bandung, melalui Dishub dalam memberikan rasa nyaman kepada para pemudik, akan melakukan pemeriksaan atas kualitas kendaraan. Untuk kendaraan yang dipergunakan pemudik harus ada dalam keadaan laik.

“Sehubungan dengan hal tersebut, pada H-10 Dishub Kota Bandung akan memeriksa kondisi kendaraan yang dipergunakan pemudik seperti bus,” ungkap Kadishub Kota Bandung, Prijo Soebiandono dalam keterangannya kepada wartawan (22/8).

Prijo, menambahkan pada H-10 tersebut, bagi kendaraan yang memenuhi standar kualitas akan diberikan stiker bahwa kendaraan tersebut laik. Sementara itu, bagi kendaraan yang tidak memenuhi pesyaratan, diminta pihak PO untuk memperbaiki kendaraannya.

Jajaran Polrestabes Bandung, dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1432 H, telah mengerahkan 3.000 personil. Personil Polri tersebut, akan bertugas menjaga wilayah Kota Bandung dari gangguan Kamtibmas dan kriminal. Hal tersebut, diungkapkan Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Endang Sri Wahyuni dalam keterangannya kepada wartawan (22/8).

Endang, lebih lanjut memaparkan bersamaan dengan kesiapan personil Polri untuk mengamankan Hari Idul Fitri tahun ini, juga disiapkan sarana pengamanan yang meliputi : 33 Pos Pengamanan, 6 pos Pelayanan keamanan dan pos pengamanan lainnya. Untuk pos pengamanan lainnya, personil Polri siap membantu kegiatan lain yang dibutuhkan kepada masyarakat seperti pemadam kebakaran dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Berkenaan dengan antisipasi gangguan kamtibmas dan kriminal, Polrestabes Bandung telah mendeteksi karakter daerah rawan kamtibmas dan kriminal di antaranya kawasan pusat perbelanjaan dan jalan tol perbatasan daerah.

Related posts