Awal Pekan, Ruang IHSG Menguat Terbuka

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 12,013 poin (0,23%) ke level 5.217,335. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 1,292 poin (0,15%) ke level 886,578, “Aksi beli kembali terjadi setelah mengalami tekanan pada perdagangan hari sebelumnya (Kamis, 4/9)," kata Analis Yuganur Wijanarko di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, secara teknikal saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, otomotif dan konsumer mulai membangun momentum untuk mendorong IHSG BEI. Dirinya memproyeksikan, indeks BEI Senin awal pekan, kembali menguat dan diperkirakan menuju level 5.251 poin.

Sementara itu, tim analis teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengungkapkan, pemerintah akan mempermudah syarat pengajuan fasilitas pembebasan pajak untuk masa tertentu (tax holiday), serta memperluas sektor-sektor yang layak memperoleh fasilitas itu.

Disebutkan, revisi aturan 'tax holiday' dilakukan agar Indonesia lebih atraktif bagi investor dan ujungnya dapat meningkatkan daya saing investasi Indonesia, dan dapat berdampak positif terhadap pasar keuangan di dalam negeri.

Pada perdagangan kemarin, tercatat investor asing melakukan beli bersih (foreign net buy) sekitar Rp 200 miliar di pasar reguler. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 222.701 kali dengan volume 5,3 miliar lembar saham senilai Rp 5,3 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 136 turun, dan 117 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan akhir pekan dengan negatif. Pelaku pasar masih menanti data ekonomi AS yang akan diumumkan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) naik Rp 10.000 ke Rp 280.000, Centex (CNTX) naik Rp 2.275 ke Rp 13.675, Pool Advista (POOL) naik Rp 465 ke Rp 2.340, dan Gowa Makassar (GOWA) naik Rp 450 ke Rp 8.450. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 28.800, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 275 ke Rp 7.525, dan Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 250 ke Rp 345.000.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 6,079 poin (0,12%) ke level 5.211,401. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,856 poin (0,10%) ke level 884,430. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham lapis dua. Beberapa saham unggulan masih ada yang kena koreksi sehingga menghambat laju IHSG.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 118.321 kali dengan volume 2,4 miliar lembar saham senilai Rp 2,6 triliun. Sebanyak 211 saham naik, 73 turun, dan 91 saham stagnan. Pergerakan bursa Asia masih sama seperti diawal. Minim sentimen positif membuat pelaku pasar di regional kurang bersemangat dalam transaksi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 70.300, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 250 ke Rp 345.000, XL Axiata (EXCL) naik Rp 225 ke Rp 6.475, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 125 ke Rp 7.675. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Centex (CNTX) turun Rp 1.600 ke Rp 13.000, Pool Advista (POOL) turun Rp 465 ke Rp 2.340, Gowa Makassar (GOWA) turun Rp 450 ke Rp 8.450, dan Sorini Agro (SOBI) turun Rp 400 ke Rp 2.800.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 4,95 poin atau 0,10% ke posisi 5.200,36 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 1,24 poin (0,14%) ke level 884,04,”IHSG BEI cukup rawan koreksi, sentimen dari dalam negeri belum ada yang memberikan dampak besar bagi pergerakan indeks, karena masih menunggu kepastian terbentuknya tim kabinet," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia menambahkan, sentimen eksternal juga belum mendukung seiring dengan konflik Ukraina yang berlarut dan belum ada kejelasan akan berakhir menjadi kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi Eropa. Kendati demikian, lanjut dia, bank sentral Eropa (ECB) untuk segera mengambil langkah-langkah stimulus tambahan guna mendongkrak pertumbuhan dan inflasi.

Sementara analis Samuel Sekuritas Aiza menambahkan, bahwa ECB kembali memangkas suku bunga acuan dari 0,15 persen menjadi 0,05 persen dan mengumumkan rencana pembelian aset untuk mempercepat pemulihan ekonomi Eropa,”Keputusan ECB itu dapat mendukung penguatan bagi bursa Asia, termasuk indeks BEI," katanya.

Di sisi lain, dia mengatakan, menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) akan menambah sentimen positif bagi saham-saham yang tergabung dalam sektor itu. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 83,42 poin (0,33%) ke level 25.214,50, indeks Nikkei naik 33,32 poin (0,21%) ke level 15.709,50 dan Straits Times melemah 18,65 poin (0,63%) ke posisi 3.328,50. (bani)

BERITA TERKAIT

Sutarmidji: Tidak Ada Ruang Lagi Untuk Korupsi

Sutarmidji: Tidak Ada Ruang Lagi Untuk Korupsi NERACA Pontianak - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengklaim tidak ada ruang lagi untuk…

Lagi, IHSG Cetak Rekor Baru di Level 6.070

NERACA Jakarta – Menjelang akhir perdagangan saham akhir tahun, tren penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus merangkak naik hingga…

Profit Taking Tekan Laju IHSG di Awal Pekan

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (27/11) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…