Pefindo Pangkas Peringkat Adhi Karya - Dari Stabil Menjadi Negatif

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi prospek peringkat PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dari stabil menjadi negatif. Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata analis Pefindo Haryo Konconegoro, revisi prospek tersebut dilakukan untuk mengantisipasi melemahnya rasio struktur permodalan dan proteksi arus kas perusahaan dari yang diproyeksikan sebelumnya lantaran adanya tekanan pada marjin profitabilitas perusahaan,”Tekanan pada marjin profitabilitas disebabkan peningkatan biaya yang signifikan dan lemahnya pertumbuhan pendapatan,”ujarnya.

Disebutkan, dalam laporan kinerja perusahaan semester I/2014, biaya operasional perusahaan konstruksi plat merah tersebut melonjak 24% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, pendapatan perusahaan tergerus 5% dibanding semester I/2013 karena buruknya kinerja divisi engineering procurement and construction (EPC).

Dia menjelaskan, propsek bisa direvisi kembali menjadi stabil jika perusahaan dapat memperbaiki rasio proteksi arus kas dan struktur permodalan dari upaya efisiensi biaya dan peningkatan kinerja bisnis di sebagian besar segmen utama perusahaan.

Sementara itu, peringkat ADHI dan Obligasi Berkelanjutan Tahap I/2012 dan Tahap II/2013 dipertahankan pada idA, serta peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Tahap I/2012 dan Tahap II/2013 tetap pada idA,”Peringkat tersebut mencerminkan posisi perusahaan yang kuat di bisnis konstruksi domestik, rasio proteksi arus kas yang di atas rata-rata dan keuntungan sebagai perusahaan milik negara," ujarnya.

Kendati demikian, peringkat dibatasi risiko terkait bisnis EPC, bisnis baru serta lingkungan bisnis yang relatif berfluktuasi pada industri konstruksi dan properti. Dia menuturkan, peringkat perusahaan bisa diturunkan jika ADHI gagal membukukan pendapatan yang ditargetkan dan gagal meningkatkan marjin profitabilitas, yang dapat menyebabkan melemahnya rasio proteksi arus kas dan struktur permodalan.

Peringkat juga bisa berada di bawah tekanan jika tambahan utang melebihi proyeksi atau jika bisnis EPC makin memburuk karena berpotensi menekan kinerja keuangan perseroan. Sebagai catatan, sepanjang semester pertama tahun ini, ADHI bukukan laba bersih Rp59,9 miliar. Perolehan laba bersih tersebut ditopang pendapatan usaha sebesar Rp3,2 triliun dengan laba kotor Rp273,1 miliar. Dari perolehan laba bersih itu, Anak Perusahaan ADHI masing-masing memberikan dukungan kontribusi laba bersih.

Di antaranya, PT Adhi Persada Properti (APP) memberikan kontribusi laba bersih sebesar Rp34,6 miliar, PT Adhi Persada Realti (APR) memperoleh laba bersih Rp21,5 miliar, PT Adhi Persada Gedung (APG) membukukan laba bersih Rp21,8 miliar, dan PT Adhi Persada Beton (APB) dengan target laba bersih sebesar Rp5,9 miliar.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang tahun ini sebesar Rp879 miliar, “Nantinya belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk mendukung investasi bisnis hotel, properti dan retail serta infrstruktur dan transportasi,”kata Sekretaris Perusahan Adhi M Aprindy. (bani)

BERITA TERKAIT

Danai Belanja Modal - Adhi Karya Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai proyek baru, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi…

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Pemilihan Dirut BJB: Harus Bebas Dari Praktik Manipulatif

Pemilihan Dirut BJB: Harus Bebas Dari Praktik Manipulatif  NERACA Jakarta - Dua bulan menjelang RUPS tahunan Bank BJB, akan diputuskan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…