Sosok HOS Tjokroaminoto akan Difilmkan

NERACA

Jakarta - Ketua Yayasan Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Erik Hidayat, mengatakan generasi muda saat ini kurang mengenal salah satu sosok pahlawan nasional, HOS Tjokroaminoto, walaupun telah memberikan kontribusi besar dalam mengobarkan semangat kemerdekaan. Oleh karena itu, Yayasan HOS Tjokroaminoto bersama rumah produksi, Pick Lock Films, akan mengangkat kisah pahlawan nasional asal Madiun, Jawa Timur tersebut ke layar lebar yang berjudul “Guru Bangsa: Tjokroaminoto.”

“Kita akan mulai syuting pada 7 September pekan depan. Mudah-mudahan, sekitar Maret-April 2015 sudah tayang di bioskop di seluruh Indonesia. Generasi muda saat ini kurang mengenal sosok HOS Tjokroaminoto kendati kontribusinya yang besar terhadap bangsa. Kami, dari Yayasan HOS Tjokroaminoto, bersama Pick Lock Films, ingin mengenalkan lebih dekat tentunya lewat media yang mudah dicerna seperti film," ungkap Erik, saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/9).

Selain memperkenalkan sosok sang pahlawan, Yayasan HOS Tjokroaminoto juga ingin mengajak generasi muda mengenal para pemeran di balik tokoh-tokoh bersejarah tersebut. Tak bisa dipungkiri, kaum muda sekarang hanya mengenal nama pendiri Serikat Islam itu sebagai nama jalan.

“Jangan sampai kita mengenang Tjokroaminoto hanya sebagai nama jalan. Itu adalah dosa besar jika kita tidak berkomitmen untuk memperlihatkan catatan sejarah yang bermanfaat untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, sang sutradara Garin Nugroho mengungkapkan, film garapan terbarunya ini bermaksud menggelorakan kembali semangat nasionalisme. Film ini juga mengangkat kehidupan tokoh pergerakan nasional di era periode 1890-1921 silam.

"Saya menghindari membuat film biopik dari seorang tokoh besar di Indonesia karena akan rumit. Jadi, di film ini periodenya sampai tahun 1921 saja, ketika Tjokroaminoto ditahan, bagaimana dia harus dibebaskan dengan menggunakan pemikiran-pemikirannya," terang Garin.

Lokasi syuting, sambung dia, mengambil lokasi di kota-kota bersejarah seperti Ambarawa, Semarang, dan Yogyakarta demi menghidupkan kembali suasana lama kota Surabaya, lengkap dengan trem dan mobil pada masa itu.

“Masyarakat Indonesia perlu mengetahui asal-usul perpolitikan bangsanya. HOS Tjokroaminoto itu sosok guru bangsa, ahli komunikasi, wartawan yang luar biasa, juga seorang pencinta seni,” tegas sutradara film Pasir Berbisik itu. Penanda zaman, lanjut dia, bukan hanya dilihat dari peristiwa politik, tetapi juga sisi budaya. Film ini sangat didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), untuk kali kedua akan menyelenggarakan…

Targetkan Satu Juta Pengunjung - Mandiri PRI 2017 Akan Jadi Ajang Pameran Unik dan Tak Terlupakan

Targetkan Satu Juta Pengunjung Mandiri PRI 2017 Akan Jadi Ajang Pameran Unik dan Tak Terlupakan NERACA Jakarta – Mandiri Pekan…

Regulator Tidak Akan Beratkan Pelaku Industri

Regulator Tidak Akan Beratkan Pelaku Industri Pangsa pasar IoT di Indonesia diprediksi mencapai Rp444 triliun pada tahun 2022 dengan lebih…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Hanya 10%, Kenaikan Cukai Tembakau Kurang Tinggi

      NERACA   Jakarta - Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LDUI) Abdillah Ahsan menilai…

Pemerintah akan Terbitkan Perpres - Soal Kepemilikan Perusahaan Penerima Manfaat

    NERACA   Jakarta - Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kepemilikan perusahaan penerima manfaat atau "beneficial ownership"…

Hasil Penjualan ORI014 Sebesar Rp8,94 triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan hasil penjualan dan penjatahan Obligasi…