Unilever Serap Belanja Modal Rp 700 Miliar

NERACA

Jakarta – Pada paruh pertama tahun ini, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar 43% hingga 50%. Sampai Juni, UNVR membelanjakan sekitar Rp 600 miliar sampai Rp 700 miliar,”Alokasi hampir ke semuanya,”kata Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso di Jakarta, Kamis (4/9).

Perseroan yang semula menganggarkan capex sebesar Rp 1 triliun. Lalu nilai tersebut ditingkatkan menjadi Rp 1,4 triliun. Kenaikan capex ini disebabkan adanya tambahan kebutuhan untuk memperluas kapasitas produksi dan kabinet es krim. Pihaknya terus berusaha menambah produk baru dan inovasi. Setiap tahun, UNVR menargetkan adanya 50 sampai 55 inovasi baru.

Pada semester pertama, UNVR membukukan laba Rp 2,84 triliun. Angka tersebut hanya naik tipis 0,7% dari Rp 2,82 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal, penjualannya mampu naik 13,93% dari Rp 15,42 trilun ke posisi Rp 17,58 triliun.

Sebelumnya, PT Unilever Indonesia Tbk disematkan sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di dunia. Perusahaan ini menempati urutan keempat sebagai perusahaan paling inovatif di dunia. Di Asia, anak usaha Unilever ini bahkan menjadi yang paling inovatif. Seperti di lansir dari Forbes, perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi ini memiliki nilai inovasi premium sebesar 65,1%, sementara kenaikan penjualan sebesar 12% dan total return lima tahunan mencapai 26,6%.

Perseroan sendiri mengapresiasi terhadap penilaian Forbes sebagai perusahaan paling inovatif di dunia dengan urutan ke-empat. Menurut pakar marketing, Yuswohady, penilaian inovatif bukan hanya dari sisi marketingnya yang mendominasi market di Indonesia melainkan bagaimana kinerja perusahaan yang membuat suatu produk menjadi lebih inovatif dan tidak basi di pasaran.

Dia mencontohkan, shampo Sunslik, dari dulu hingga sekarang Sunslik masih muda dan menggeliat dinamis di pasar Indonesia. Meskipun usia Sunslik sudah puluhan tahun namun produk tersebut bisa direvitalisasi kembali dengan menawarkan beragam jenis (contoh Sunlik urang aring, dll), selalu berganti-ganti brand ambasador (bintang iklan yang disesuaikan dengan jamannya), serta berbeda bentuk kemasan.

Sehingga, dengan mereka bisa survive dan selalu inovatif di pasar, maka produk-produk Unilever tidak akan pernah mati,”Dia pintar bagaimana memposisikan masing-masing produk di pasar. Padahal masing-masing produknya dikembangkan secara agresif sekali. Jadi, apabila dia bisa mengatur pemasaran semua produk, itu sangat luar biasa. Selain itu, dia juga bisa mendidik pasar,”ujarnya.

Secara umum Yuswohady melihat ada kekuatan pasar Unilever Indonesia yang melokalisasi. Seperti, bagaimana Unilever mempelajari market yang lokal, bagaimana Unilever melokalkan produk-produknya sehingga produk-produk itu tidak kelihatan produk luar,”Ambil contoh saja shampo atau sabun Lifeboy. Kedua produk tersebut banyak yang menggunakan bintang iklan di Indonesia kan. Itu luar biasa. Unilever itu pemain pertama dan kedua di Indonesia,” paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Minat Investasi di Pasar Modal - Jumlah Investor di Kepri Tumbuh 58.86%

NERACA Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investasi sektor pasar modal semakin diminati masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dimana hal…

Bidik Pendapatan Rp 720 Miliar - Superkrane Datangkan Crane Super Jumbo

NERACA Jakarta - Emiten penyewa crane terbesar di Indonesia, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) mendatangkan dua alat berat berukuran…

Bulog Sumsel-Babel Belum Maksimal Serap Beras Petani

Bulog Sumsel-Babel Belum Maksimal Serap Beras Petani NERACA Palembang - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung belum…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…