Kinerja Zebra Nusantara Masih Rugi - Bukukan Rugi Rp 5,29 Miliar

NERACA

Jakarta- Jika PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI) berhasil membukukan laba bersih di paruh pertama tahun ini sebesar Rp 79,10 miliar. Angka tersebut tumbuh 30,54% atau sekitar Rp 18,55 miliar dari pencapaian priode yang sama tahun lalu senilai Rp 60,59 miliar. Namun sebaliknya, PT Zebra Nusantara Tbk masih mencatatkan rugi dan belum untung.

Tercatat sepanjang semester pertama tahun ini, PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) membukukan kenaikan rugi bersih tahun berjalan sebesar 135,11% menjadi Rp5,29 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp2,25 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (4/9).

Disebutkan, meningkatnya rugi bersih akibat menurunnya penjualan perusahaan sekitar 22,8% menjadi Rp5,52 miliar dari semester I/2013 senilai Rp7,15 miliar. Turunnya penjualan diikuti berkurangnya beban langsung menjadi Rp5,45 miliar dari Rp6,95 miliar. Sementara beban usaha mengalami kenaikan menjadi Rp3,63 miliar dari Rp3,45 miliar, rugis selisih kurs Rp163,7 juta dari sebelumnya laba Rp13,76 juta.

Selain itu, rugi pelepasan aset sebesar Rp762,96 juta dari sebelumnya laba Rp104,72 juta, beban penurunan nilai piutang bertambah menjadi Rp191,77 juta dari Rp39,57 juta. Sedangkan rugi lain-lain mencapai Rp896,11 juta dari sebelumnya laba Rp1,01 miliar serta beban keuangan tercatat sebesar Rp163,7 juta.

Adapun rugi per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp8,06 per lembar dibanding semester I tahun lalu rugi per saham Rp3,43 per lembar. Jumlah aset perusahaan per akhir Juni 2014 tercatat sebesar Rp36,45 miliar, dengan total utang senilai Rp39,76 miliar. Sementara total aset perusahaan akhir tahun lalu sebesar Rp39,65 miliar, dengan total utang Rp37,77 miliar.

Sebelumnya, emiten operator taksi di Surabaya ini juga merencanakan konversi utang menjadi saham atau debt to equity untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan. Disebutkan, pada 30 September mendatang, perseroan berencana menggelar RUPS Tahunan yang akan dilanjutkan dengan RUPS Luar Biasa untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana tersebut.

Selain agenda debt to equity, RUPS Luar Biasa juga mengagendakan perubahan pengurus perseroan. Adapun susunan komisaris per 31 Maret 2014 ada Mulyadi yang duduk sebagai Komisaris Utama Independen dan Edwin Henawan Soekawati sebagai Komisaris. Sedangkan, di jajaran direksi ada Jeremia Kaban yang duduk sebagai Direktur Utama dan Irawati Handojo sebagai Direktur. Zebra Nusantara mengoperasikan taksi Zebra dan menyewakan limousine di Surabaya, Jawa Timur. Perseroan memulai usaha komersialnya pada 1987. (bani)

BERITA TERKAIT

Kinerja Buruk PNS

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Melihat data kinerja pegawai negeri sipil (PNS) yang dipaparkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur…

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,93 Triliun

Di kuartal tiga 2018, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih Rp3,93 triliun, naik 49,67% year on year (yoy)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…