Pemakaman Kerajaan Raja Royal Banggae dan Hadat - Warisan Situs Purbakala

Situs purbakala yang ada di indonesia memang menjadi salah satu situs sejarah yang sampai kini terus dijaga dan memiliki peranan yang sangat penting dalam pariwisata. Indonesia sendiri memiliki banyak situs purbakala yang menjadi kebanggaan bangsa dan menjadi tujuan wisatawan dunia, terutama bagi mereka yang sangat menyukai situs-situs purbakala. Situs purbakala pun tidak hanya menjadi tujuan wisata dunia, beragam peneliti pun terkadang dating untuk meneliti situs-situs tersebut.

Namun tidak banyak pula situs yang terbengkalai dan tidak terjaga dengan baik, setiap orang memang memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga situs-situs peninggalan purbakala, karena kini situs-situs purbakala sudah menjadi warisan budaya dunia. Dan salah satu warisan situs purbakala yang masih terjaga adalah Pemakaman Kerajaan Raja Royal Banggae dan Hadat.

Nenek moyang suku Mandar di Kerajaan Banggae Majene seolah tidak bisa memilih tempat yang lebih baik untuk memakamkan raja dan keluarga mereka selain di Pemakaman Kerajaan Raja Royal Banggae dan Hadat. Pemakaman berusia tua ini berada di Bukit Ondongan menghadap ke Teluk Majene. Lokasinya persis berada di dalam Desa Pang Ali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Di Bukit Ondongan nenek moyang Kerajaan Banggae Majene kuno menemukan tempat peristirahatan terakhir mereka. Banyak yang mengatakan bahwa lokasi puncak bukit tersebut dipilih dengan alasan agar nenek moyang Kerajaan Banggae Majene dapat mengawasi keturunan mereka yang berada di bawah bukit atau ketika mereka berlayar jauh untuk mencari nafkah di lautan luas.

Di dalam kompleks pemakaman terdapat 480 makam yang terbuat dari berbagai bahan seperti batu lava, batu tanah, dan kayu. Makam dihiasi dengan simbol geometris, kaligrafi Arab, dan bahkan simbol swastika. Keberadaan simbol yang bervariasi tersebut juga meninggalkan misteri tersendiri tentang bagaimana simbol Islam dan Hindu dapat ditemukan di situs pemakaman yang sama.

Batu nisannya juga memiliki banyak simbol yang menyerupai simbol-simbol di candi yang ada di Pulau Jawa. Saat ini, Kompleks Makam Raja-Raja Banggae dan Hadat telah terdaftar sebagai Cagar Budaya menyusul konservasi yang terus dilakukan. Berdasarkan penelitian sejarah dan arkeologi sementara, pemakaman ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 dan ke-17. Siapa pemilik kompleks pemakaman ini masih menjadi misteri.

Meskipun demikian, penamaan kompleks pemakaman ini diyakini diberikan raja pertama Banggae yang dikenal sebagai Poralle dan diangkat sebagai Mara 'dia Salabose dan Daeng Salabose (pemimpin besar). Dia juga diberi gelar Puang Banggae dan membentuk masyarakat pertama yang kemudian tumbuh menjadi Kerajaan Banggae. Oleh karena itu, diyakini bahwa mereka yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini adalah keturunan Puang Banggae.

Bila kita berminat untuk mengunjungi nya, kita bisa mengunjungi pemakaman purbakala ini. Kompleks pemakaman ini terletak sekira 2.5 km dari pusat Kota Majene. Dari Mamuju, ibu kota Sulawesi Barat, Anda bisa langsung menuju Majene melalui jalan antarkota yang akan memakan waktu sekira 3,5 jam kemudian berbelok ke kanan ke arah Ondongan Hill.

BERITA TERKAIT

Gurihnya Untung Usaha Seblak Raja Pedas - Kerjasama Syariah

Usaha seblak adalah pilihan tepat bagi Andri Waryadi. Pasalnya dengan tawaran kerja sama dan berbagai kelebihan yang mulai dari varian…

Pentingnya Deteksi dini Tumor dan Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan penyakit yang ditandai dengan tumbuhnya sel abnormal, tidak terkontrol pada kelenjar dan jaringan payudara. Karenanya bagi wanita…

Pulau Batam dan Bintan Potensial Dongkrak Kunjungan Wisman Ke Indonesia

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata, Rizky Handayani Mustafa menilai jika digarap dengan serius, Batam dan Bintan sangat…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Keraton Yogyakarta Gelar Ritual Jamasan Kereta Pusaka

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar upacara ritual jamasan atau mencuci kereta pusaka di Kompleks Museum Kereta Keraton, Yogyakarta. Dalam ritual yang…

Puluhan Rumah Gadang di Solok Layak Jadi Cagar Budaya

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Nurmatias, mengatakan ada 73 rumah gadang di Kawasan Seribu…

Kemenpar ditargetkan Datangkan 15 Juta Wisatawan Mancanegara

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan sampai Agustus 2017, Kementerian Pariwisata menyebutkan capaian jumlah…