Pelitnya Tulisan Tentang Indonesia - NATIONAL GEOGRAPHIC

Pelitnya Tulisan National Geographic

Para mahasiswa dan pelajar Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Students Association for International Studies (ISAFIS) prihatin dengan minimnya pemberitaan tentang ndonesia.

Mereka menengarai satu contoh Majalah National Geographic sangat pelit pemberitakan tentang Indonesia, padahal , potensi Indonesia jauh lebih banyak, baik dari sisi keindahan alam, khasanah budaya, hingga produk kreatif lainnya. Kekayaan alam Indonesia beribu-ribu jumlahnya. Banyak tempat-tempat yang eksotik untuk dikunjungi, terumbu karang Bunaken di Sulawesi Utara maupun kawasan Raja Ampat, Papua.

Pulau Bali, misalnya, bahkan boleh disebut sebagai surga dunia bagi para peselancar maupun yang hobi kuliner. Pemandangan alam dan khasanah budaya lokal membentang dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari makanan, kesenian tradisional, obyek wisata, hingga produk kreatif daerahnya.

“Namun kami tak boleh tinggal diam, harus kami cari cara untuk lebih menterkenalkan satu dua produk unik asli Indonesia,” tutur Maya Susanti, presiden ISAFIS.

Apa saja yang mereka lakukan? Maya mengungkapkan, pengurus dan penggiat ISAFIS banyak memanfaatkan jaringan internet baik blog, website, maupun jejaring sosial untukmemasarkan berbagai produk unggulan Indonesia. “Kami akan memasarkan produk yang kami punya dan kumpulkan melalui internet, maupun berbagai even dan pameran,” kata Maya.

Menurut dia, melalui jaringan internet, pihaknya bisa memperoleh keuntungan yang signifikan dari selisih harga jual dan harga pokok. Barang-barang yang ditawarkan kebanyakan diminati dan dibeli oleh orang asing yang tinggal di luar negeri maupun yang bekerja dan tinggal sementara di Indonesia.

“Soal harga, orang bule tak masalah, toh masih terjangkau dilihat dari nilai tukar Rupiah ke dolar AS, lagi pula,” ujar Maya diamini rekan-rekannya saat pembukaan Nipah Gallery di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, belum lama ini.

Lagi pula, kata dia, kalau kita pasang harga murah, justru akan dinilai sebagai produk atau barang murahan. Jika dipatok harga tinggi, kata dia, justru memberi kesan bahwa barang itu memang berkualitas. Barang apa saja yang mulai dipasarkan oleh anggota ISAFIS melalui internet, antara lain pakaian, asesoris, pernik-pernik atau perabotan rumah tangga, maupun furniture.

Sementara itu, Iskandar Hardjodimuljo, seorang pekerja seni dari Bantaran Kali Ciliwung (Bacili) mengungkapkan, sebetulnya para wisatawan baik asing maupun lokal, masih harus membutuhkan banyak informasi tentang tempat-tempat yang layak dan menarik untuk dikunjungi.

“Wisata ke kampung-kampung yang mempunyai potensi kreatif, seperti sentra batik dan kuliner lebih mengesankan dari pada berpelanja di mal-mal,” ujar pria asal Yogyakarta yang banyak memotivasi warga bantaran kali Ciliwung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Kini, kampung di bantaran kali tersebut sangat bersih dan tertata rapi dengan sentuhan artistik. Kampung yang dulu kumuh dan kotor, kini sudah berubah asri dan semarak. (saksono)

BERITA TERKAIT

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Chevrolet Colorado Centennial Ludes Terjual di Indonesia

Chevrolet Indonesia mengumumkan bahwa Colorado Centennial Edition yang tersedia sebanyak 25 unit telah habis terjual, setelah kendaraan pickup khas Amerika…

Honor 7A Resmi Masuk di Pasar Indonesia

Honor secara resmi memperkenalkan smartphone terbarunya untuk pasar Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok itu memboyong Honor 7A yang ditujukan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Ini Dia, Layanan Mudik Gratis 2018

Dalam rangka menyukseskan mudik lebaran 2018, Jasa Raharja selaku BUMN ikut terlibat dengan menyediakan angkutan mudik lebaran gratis bersama 62…

JK: Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Gerbang Tol

Memasuki mudik lebaran tahun 2018 ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan tidak ada penumpukan kendaraan di gerbang tol pada…

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati: - Setelah Menanti 15 Tahun

Presiden Jokowi berharap Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia yang akan…