Tantangan Pemerintahan Baru

Tantangan presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019 tidak ringan. Pertama, harus menyiapkan tim kabinet termasuk yang terkait dengan bidang ekonomi. Artinya, presiden harus mampu memilih orang yang tepat untuk duduk di kabinet sesuai dengan kompetensi dan pengalaman kerja serta rekam jejak (track record) yang mumpuni.

Selain itu, integritas dan moralitas calon menteri menjadi strategis. Pasalnya, kabinet perlu diisi orang yang profesional di bidangnya. Ini supaya presiden tidak ’’dibohongi” oleh dirjen atau staf ahli. Karena bukan tak mungkin, jika menteri tidak mengerti keahlian teknis, maka dengan mudah dapat ditipu staf ahli yang berkolusi dengan pengusaha hitam.

Misalnya untuk calon menteri pariwisata, maka figur yang cocok adalah orang yang berpengalaman di bidang pemasaran (marketing). Karena untuk memasarkan produk maupun destinasi wisata ke luar negeri, benar-benar orang yang piawai yang kompeten dalam hal positioning dan segmentasi produk.

Jadi, kabinet kerja benar-benar merupakan sebuah momentum perubahan besar. Nanti menteri tidak bisa lagi duduk santai menunggu laporan para dirjen, tapi harus proaktif berkomunikasi dan bernegosiasi dengan pihak ketiga. Ini satu cara untuk bisa menembus pasar global dan Indonesia tak hanya menjadi pasar dari produk negara-negara lain.

Sebagai bekas pengusaha mebel berorientasi ekspor yang mandiri tanpa bantuan pemerintah, Jokowi tentu punya pengalaman positif dan negatif. Positifnya, dia punya pengalaman bagaimana menembus pasar dunia dengan segala liku-likunya. Negatifnya, dia pasti sudah pernah berhadapan dengan buruknya birokrasi dan pungli, buruknya infrastruktur, mahalnya biaya logistik, dan lain-lain.

Berbekal pengalaman tersebut, Jokowi bersama tim menteri profesional bisa merancang program dan kegiatan supaya pelaku usaha di Indonesia bisa menembus pasar dunia. Beberapa ide pernah dikemukakannya saat kampanye dan debat, yaitu pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement), pembangunan tol laut untuk menekan biaya logistik, penyederhanaan izin usaha dengan pembatasan waktu selesainya dan lewat mekanisme elektronik, serta masih banyak lagi.

Hal lain yang patut jadi perhatian pemerintahan baru, adalah perlunya mengembalikan jati diri Indonesia sebagai negara pertanian. Kuncinya mencari calon menteri pertanian yang mampu mewujudkan swasembada beras dan gula dalam 3 tahun ke depan. Untuk itu perlu ada upaya menarik petani untuk tetap beproduksi dengan insentif yang menggairahkan.

Sedangkan persoalan subsidi BBM yang salah sasaran selama ini karena yang menikmati golongan menengah ke atas, secara bertahap perlu dikurangi dan dialihkan untuk hal-hal yang lebih produktif, misal subsidi kesehatan dan pendidikan serta pembangunan infrastruktur.

Persoalannya hanya menyangkut waktu, bagaimana mengkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat Indonesia. Adapun momen yang paling tepat adalah sesaat setelah dilantik pada Oktober 2014 karena belum ada tekanan politik.

Namun pada saat yang bersamaan perlu dilakukan pencanangan program yang lebih bermanfaat seperti subsidi pendidikan (Program Kartu Indonesia Pintar), subsidi kesehatan (Kartu Indonesia Sehat), dan pembangunan infrastruktur seperti irigasi. Adapun besar­an penyesuaian harga BBM bersubsidi tidak lebih dari Rp 1.000 per liter. Itu pun sudah menghemat cukup banyak pengeluaran subsidi BBM di APBN.

Tantangan lainnya, adalah melakukan renegosiasi kontrak-kontrak pertambangan, antara lain dengan Freeport yang merugikan Indonesia. Bagimanapun harus diakui propaganda Prabowo-Hatta siap merenegosiasi kontrak pertambangan mampu meningkatkan elektabilitasnya. Memang ada klausul kontrak yang sudah ditandatangani para pihak pantang diubah di tengah jalan. Namun dengan pengalaman JK sebagai negosiator ulung, hal ini tak menjadi masalah. Semoga!

BERITA TERKAIT

New Honda Vario eSP Dapat Sentuhan Tampilan Baru

PT Astra Honda Motor (AHM) merilis tampilan anyar untuk skutik andalan mereka, New Honda Vario eSP, yang disemati pembaruan pada…

Infiniti Perkenalkan All New QX50 Dengan Mesin Baru

Infiniti memperkenalkan medium sport utility vehicle (SUV) kelas premium, All New QX50, yang menggunakan mesin bensin terbaru VC Turbo dengan…

Aturan Saham IPO Dongkrak Investor Baru

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menilai bahwa kajian mengenai aturan untuk meningkatkan alokasi saham bagi investor…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

BUMN Tersandera Proyek

Menurut analisis makro ekonomi yang dilakukan LPEM FEB-UI bertema Indonesia Economic Outlook 2018 yang diuraikan mengenai keberhasilan proyek infrastruktur. Bahkan…

Dilema Bank Lokal

Tantangan perbankan sebagai motor pembangunan melalui penyaluran kredit saat ini semakin kompleks. Hingga Oktober 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh…

Ketimpangan Kaya-Miskin

Menyimak rilis Majalah Forbes pada akhir November 2017, terungkap kekayaan 50 orang terkaya Indonesia tahun 2017 mencapai US$ 126 miliar,…