Indeks BEI Akhir Tahun Bakal Tembus 5.300

NERACA

Jakarta – Pasca terpilihnya presiden terpilih Jokowi dan JK untuk pemerintah baru berikutnya, banyak pelaku pasar modal menyambut positif lantaran keyakinan akan membawa perubahan dan termasuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tak ayal, banyak pelaku pasar menyakini laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir tahun mampu menembus level 5.000.

Bahkan menurut analis PT Infovesta Utama, Vilia Wati memproyeksikan, pergerakan IHSG pasca pilpres 2014 dapat memberikan sentimen positif. Ke depannya, perkembangan makro ekonomi serta pembentukan kabinet baru dan kebijakan yang diambil akan menjadi faktor yang dicermati oleh investor.

Meski demikian, valuasi bursa saham yang relatif mahal berpotensi menyebabkan pergerakan bursa relatif lebih terbatas,”Di akhir tahun, kami memperkirakan IHSG akan berada di rentang 5.300-5.350,”ujarnya di Jakarta, Rabu (3/9).

Sementara menurut analis Millenium Danatama Asset Management, Desmon Silitonga, terpilihnya Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil persiden memberikan amunisi baru terhadap pasar saham. Apalagi investor di pasar keuangan cukup memberikan apresiasi pada kedua pasangan ini. Menurut dia, hal ini akan memberikan harapan akan adanya apresiasi positif terhadap IHSG ke depannya.

Meski begitu, investor akan tetap mencermati bagaimana implementasi kebijakan yang akan mereka tempuh, khususnya dalam bidang ekonomi, pengelolaan subsidi BBM, dan komposisi kabinet,”Jika semua sesuai ekspektasi, maka rekor 5.500 tentu bukan sesuatu yang mustahil, mengingat posisi IHSG saat ini pun sebenarnya sudah cukup premium dengan kondisi pertumbuhan dan kondisi makroekonomi Indonesia,”paparnya.

Selain itu, perlu juga diperhatikan risiko ke depan, khususnya terkait penghentian pemangkasan stimulus oleh Federal Reserve (The Fed) dan masih adanya ruang kenaikan suku bunga acuan,”Ini nantinya bisa menjadi faktor penarik turun arah IHSG,” tandasnya.

Sedangkan Head of Operation and Business Development Panin Asset Management, Rudiyanto menilai, pergerakan IHSG tergantung kebijakan yang diambil pemerintah terpilih,”Akivitas pasar modal tergantung dari aksi pemerintahan baru. Jika pemerintahan mendatang komitmen menerapkan kebijakannya, seperti mengurangi anggaran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun depan, diprediksi akan disambut positif pasar,” ungkapnya.

‪Rudiyanto mengatakan, jalan atau tidaknya suatu kebijakan pemerintah itu akan mempengaruhi pasar. Dia pun memproyeksikan bahwa pada tahun ini IHSG akan berada pada kisaran 5.200. Jika kebijakan pemerintah dinilai sesuai dengan harapan ekspektasi pasar level IHSG BEI itu bisa ditembus. (bani)

BERITA TERKAIT

Blue Bird Menelan Pil Pahit Keluar Dari Indeks MSCI - Buntut Likuiditas Terus Melorot

NERACA Jakarta – Ketatnya persaingan bisnis transportasi umum berbasis online, memaksa kue transportasi yang selama ini dinikmati PT Blue Bird…

BEI Ingatkan BSWD Wajib Beli Saham Publik - Proses Sebelum Delisting

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa manajemen PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) memiliki kewajiban…

Peran Pers dalam Mewujudkan Stabilitas di Tahun Politik

  Oleh : Stevanus Sulu, Mahasiswa Universitas Nusa Cendana, Kupang Pers sebagai media komunikasi massa berfungsi untuk menyalurkan aspirasi rakyat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…