Peringkat Indofarma Turun Jadi BB+

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat maupun prospek peringkat PT Indofarma Tbk (INAF). Peringkat perusahaan farmasi plat merah tersebut dan medium term notes (MTN) I/2012 dipangkas menjadi idBB+ dari sebelumnya idBBB-. Pefindo juga menempatkan peringkat perusahaan pada credit watch dengan implikasi negatif.

Analis Pefindo, Anies Setyaningrum dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, peringkat itu mencerminkan risiko pembiayaan kembali yang signifikan terhadap MTN, yang akan jatuh tempo pada 20 Desember tahun ini.

Sementara hingga kini, masih terdapat ketidakpastian dalam persiapan pembayaran MTN yang akan jatuh tempo, sedangkan kinerja keuangan perseroan masih dalam proses pemulihan,”Kami berpendapat bahwa INAF masih memiliki kapasitas terbatas untuk membayar MTN yang akan jatuh tempo dengan dana internal," kata dia.

Untuk membayar MTN tersebut, perseroan berencana melakukan aksi korporasi. Salah satu rencana aksi korporasi dijadwalkan akan selesai pada pertengahan bulan ini dan dana akan diperoleh paling lambat sebulan sebelum jatuh tempo MTN. Karena itu, dia menuturkan, Pefindo akan terus mengawasi perkembangan perusahaan farmasi milik negera tersebut atas aksi korporasi yang dilakukan.

Anies mengatakan, peringkat terancam kembali dipangkas jika tidak ada perkembangan signifikan dalam tiga bulan. Selain itu, peringkat juga akan berada dalam tekanan jika rencana pembiayaan kembali tidak terealisasi sesuai perkiraan.

Adapun peringkat yang diberikan Pefindo mencerminkan potensi pertumbuhan segmen obat generik dan posisi pasar INAF yang kuat. Namun, peringkat dibatasi menurunnya marjin keuntungan yang menyebabkan proteksi arus kas yang lemah, likuiditas ketat dan risiko fluktuasi harga bahan baku. (bani)

BERITA TERKAIT

Kajian ICW: Tren Penindakan Korupsi Pada 2018 Turun

Kajian ICW: Tren Penindakan Korupsi Pada 2018 Turun NERACA Jakarta - Kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan tren penindakan korupsi…

Indeks Kemudahan Berusaha Turun, Pemerintah Diminta Perbaiki Izin

      NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta memberi kepastian pengurusan perizinan konstruksi gedung dan properti. Kepastian pengurusan izin…

Tarif Tol Trans Jawa Bakal Turun - Mempertimbangkan Kontrak dan Investasi

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penurunan tarif tol…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…