Pefindo Pangkas Peringkat PTPN X Jadi Negatif - Imbas Rendahnya Volume Penjualan

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X dan obligasinya menjadi idA dari sebelumnya idA+,”Kami juga merevisi outlook peringkat perusahaan menjadi negatif dari stabil," kata analis Pefindo Mega Nugroho dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/9).

Dia menjelaskan, penurunan peringkat itu didorong menurunnya kinerja unit bisnis gula karena melemahnya harga gula dan rendahnya volume penjualan, sehingga mendorong melemahnya arus kas perusahaan.

Sementara prospek (outlook) negatif, dia mengatakan, untuk mengantisipasi memburuknya proteksi arus kas dan struktur permodalan perusahaan. Peringkat PTPN X dapat diturunkan jika perusahaan gagal mencapai target volume penjualan disertai anjloknya harga gula di bawah estimasi, yang dapat melemahkan proteksi arus kas dan struktur permodalan.

Peringkat juga bisa berada dalam tekanan jika perusahaan menambah utang baru daripada yang diantisipasi, sehingga mempengaruhi profil keuangan perusahaan. Sementara prospek peringkat dapat direvisi menjadi stabil jika perusahaan dapat meningkatkan proteksi arus kas dan struktur permodalan secara berkelanjutan didukung peningkatan harga gula, volume penjualan dan kontribusi lebih besar dari lini bisnis lainnya, seperti etanol, tembakau dan rumah sakit.

PTPN X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pemrosesan tebu dan tembakau. Luas perkebunan perusahaan per akhir tahun lalu tercatat mencapai 79.115 hektare (ha), yang terdiri atas perkebunan petani plasma seluas 74.814 ha dan perkebunan milik sendiri seluas 1.327 ha.

Luas perkebunan tebu mencapai 77.788 ha dan perkebunan tambakau seluas 1.327 ha. Pabrik yang dimiliki perusahaan saat ini sebanyak 11 pabrik gula dan satu pabrik bioetanol, yang semuanya berlokasi di Jawa Timur.

Tahun ini, PTPN X optimistis mampu mengatrol kinerjanya hingga mencapai 19%. Perusahaan menyakini bisa merealisasikan produksi gula hingga 576.000 ton dibanding produksi 2013, yang hanya mencapai 485.000 ton,”Sejauh ini persiapan sudah on the right track. Sudah ada beberapa pabrik gula (PG) yang giling sejak Mei lalu, tapi ada juga yang baru giling bulan Juni, menyesuaikan pemanenan tebu dan jadwal kemasakannya," kata Dirut PTPN X, Subiyono.

Menurutnya, saat ini, PTPN X memiliki 11 PG di Jawa Timur, mulai dari Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, Jombang, Nganjuk, hingga Tulungagung. Produsen gula terbesar di Indonesia itu menarget, mampu menggiling tebu sekitar 6,84 juta ton tahun ini, meningkat dibanding realisasi 2013 sebesar 6,7 juta ton. Dengan luas lahan tebu ditarget PTPN X, adalah 79.253 hektare.

Produktivitas lahan, lanjut dia, dipatok 86,4 ton tebu per hektare dan produktivitas gula 7,3 ton gula per hektare. Produktivitas lahan dan produktivitas gula PTPN X selama ini, tercatat masih menjadi tertinggi dibanding rata-rata kinerja produsen gula lainnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Brexit Bikin Penjualan Mobil Baru di Inggris Turun Drastis

Penjualan mobil baru di Inggris turun drastis akibat ketidakpastian Brexit dan ketakutan di pasar keuangan mobil yang memicu gelembung kredit.…

Tekankan Efisiensi, PGN Pangkas Capex 40%

NERACA Jakarta - Tahun ini, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) memangkas alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex)…

Penjualan Ekspor SMGR Capai 1,38 Juta Ton

NERACA Jakarta – Hingga kuartal tiga 2017, penjualan ekspor PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan yang tinggi. Dalam siaran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…