Pendapatan STP Tumbuh 36,58%

Sepanjang semester pertama tahun ini, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 36,58% menjadi Rp 513 miliar dari Rp 375,58 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, peningkatan pendapatan ini diikuti dengan meningkatnya beban pokok pendapatan periode Januari-Juni 2014 ini yang meningkat sebesar 5,7% menjadi Rp 95,72 miliar dibandingkan Januari-Juni 2013 menjadi Rp 90,49 miliar. Dengan beban usaha yang juga meningkat sebesar 32,59% dari Rp 35,99 miliar menjadi Rp 47,60 miliar.

Meski pendapatan perseroan meningkat, namun dengan juga diiringi peningkatan beban membuat laba sebelum pajak perseroan periode Juni 2014 turun sebesar 10,96% dari Rp 124,25 periode Juni 2013 menjadi Rp 110,63 miliar. Sejalan dengan penurunan tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali juga turun tajam sebesar 44,39% menjadi Rp 54,19 miliar dari Rp 97,45 miliar.

Dengan laba periode berjalan turun dari Rp 97,46 miliar menjadi Rp 84,19 miliar. Penurunan tersebut juga berdampak pada turunnya laba per saham perseroan dari Rp 128,55 per saham menjadi Rp 105,90 per saham. Dalam laporan keuangan SUPR mencatatkan peningkatan jumlah aset per Juni 2014 sebesar 25,53% dari Rp 5,31 triliun di Juni tahun 2013 menjadi Rp 6,66 triliun.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1,7 triliun. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk menambah sebanyak 1.000 tower lagi. Disebutkan, perseroan mengeluarkan dana investasi sebesar Rp 1 miliar hingga Rp 1,2 miliar untuk membangun satu menara.Pembiayaan dana capex, sebagian berasal dari kas internal dan ditambah pinjaman perbankan sebesar US$ 30 juta. (bani)

BERITA TERKAIT

Jumlah Investor Masih Kecil - Reksadana Berpeluang Tumbuh Besar

NERACA Jakarta – Pertumbuhan industri reksadana tiap tahunnya selalu mengalami pertumbuhan seiring dengan mulai meleknya masyarakat berinvestasi di pasar modal.…

Targetkan Pendapatan Tumbuh 10% - SIDO Genjot Ekspor di Filipina dan Nigeria

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mulai pasarkan produk ke Nigeria, setelah…

Proyeksi Kemenperin - Berorientasi Ekspor, Industri Perhiasan Dibidik Tumbuh 5 Persen

NERACA Jakarta – Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam menopang peningkatan nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, Kementerian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Garap Proyek Berkonsep TOD - WIKA Realty Bidik Penjualan Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)…

Astra Beri Pinjaman Anak Usaha Rp 80,27 Miliar

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Astra International Tbk (ASII) memberikan pinjaman kepada PT Pelabuhan Penajam Banua Taka, anak usaha…

XL Rencanakan Rilis Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap I…