ASPIMTEL Minta Dukungan Pemerintah - Hadapi Persaingan MEA 2015

NERACA

Jakarta – Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) menyatakan kesiapan anggota nya dalam menghapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Kesiapan ini tentunya harus didukung dengan struktur permodalan yang kuat untuk menunjang pertumbuhan organik maupun anorganik.

Disamping itu, anggota ASPIMTEL juga telah memperkuat sumber daya manusianya dengan pelatihan yang bersertifikasi standar internasional. Hal ini guna mendukung kualitas SDM serta output yang diberikan, dimana semua pekerjaan menara dikerjakan oleh tenaga kerja dalam negeri. Penggunaan material bahan baku juga untuk pembangunan menara juga 100% menggunakan komponen dalam negeri.

Seperti yang kita ketahui, ASEAN membuka kesempatan untuk anggotanya, membentuk sebuah korporasi pasar bebas – free trade - yang diberi gelar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. Sehingga kemudahan pergerakan perusahaan untuk melakukan ekspansi dan kerjasama antar negara akan semakin terbuka. Dengan potensi demand terhadap telekomunikasi yang semakin meningkat dan kemajuan perekonomian negara-negara ASEAN, maka diharapkan anggota ASPIMTEL dapat berekspansi dan meningkatkan kerjasamanya antar negara di ASEAN.

David Bangun selaku Ketua Umum ASPIMTEL menyatakan, pihaknya berharap agar menara telekomunikasi sebagai infrastruktur telekomunikasi dilindungi sebagai fasilitas umum, baik dari gangguan operasional maupun kemudahan proses perijinan sehingga tidak memunculkan ekonomi biaya tinggi, dan tidak dibebani dengan berbagai macam perijinan yang tidak perlu,”ASPIMTEL juga berharap agar pemerintah menjadi mitra strategi bagi industri infrastruktur telekomunikasi, sehingga industri ini tetap mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh pemerintah dalam perkembangannya,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/9).

Dirinya menambahkan, dukungan yang diharapkan baik dalam penerapan kebijakan permodalan dalam negeri maupun perijinan. Selain itu, lanjutnya, desakan agar menara telekomunikasi dilindungi dikarenakan saat ini semakin marak gangguan pencurian terhadap peralatan telekomunikasi, sehingga diharapkan pemerintah memberikan perlindungan baik aspek keamanan maupun aspek regulasi, seperti dilarangnya jual beli peralatan telekomunikasi secara bebas.

Menara telekomunikasi diharapkan dapat menjadi multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi regional. Karena penambahan menara telekomunikasi baru tentunya seiring dengan bertambahnya penempatan BTS oleh operator telekomunikasi. Hal ini untuk mendukung kelancaran berkomunikasi serta menunjang kemudahan aktivitas masyarakat. Saat ini menara telekomunikasi yang dimiliki oleh anggota ASPIMTEL di seluruh Indonesia sejumlah 35.000 menara. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Serap Dana Rp8,47 triliun dari Lelang SBSN

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp8,47 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara…

Pemerintah Hentikan Proyek Konstruksi Layang - PERLU EVALUASI TOTAL PROYEK INFRASTRUKTUR

Jakarta-Pemerintah akhirnya menghentikan sementara semua pekerjaan infrastruktur kontruksi layang (elevated) baik jalan tol, proyek LRT maupun jembatan di seluruh Indonesia.…

Pemerintah akan Bentuk BP Tapera

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyiapkan panitia seleksi untuk pembentukan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…